Sebagai orang yang sedang merintis di dunia penulisan kadang suka merasa bingung dalam membagi waktu. Jika dalam pelatihan menulis kita sering disuguhi pakem mutlak untuk seorang penulis yaitu terus saja menulis.Tuliskan saja sebisanya, semampunya, jelek tidak apa-apa. Yang penting nulis terus setiap hari. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Memang untuk bisa menguasai suatu bidang kita harus terus melatihnya setiap hari dalam kurun waktu yang sangat panjang, saya kira. Tetapi yang sering luput dari semua itu adalah lalu kapan tumpukan tulisan itu menjadi lebih bermakna dan bisa memberi efek positif tidak hanya untuk penulisnya tetapi juga untuk orang lain. Bukankah salah satu impian orang yang sedang menekuni dunia literasi, khususnya penulisan, adalah karyanya dibaca orang lain. Tetapi jangankan dibaca orang lain, tulisan kita yang masih dalam bentuk tidak jelas itu juga pasti membuat kesulitan kita, penulisnya sendiri dalam memahami maksudnya. Ini pengalaman saya pribadi sih. ...