Saya lupa sejak kapan mulainya, tetapi saya baru
menyadari sesuatu bahwa seiring bertambahnya umur dan semakin banyak tanggung
jawab yang harus diselesaikan, orang dewasa sering lupa untuk sekedar menghela
napas panjang dengan sadar. Sejak bangun pagi rasanya tubuh dan pikiran bahkan
mungkin hati dipaksa untuk bisa langsung ON. Kita lupa bahwa mengisi waktu
dengan memberi jeda saja itu tidak apa-apa. Kadang karena tertimbun dalam
banyak tugas bisa sampai membuat dada saya terasa sesak dan napas menjadi
pendek-pendek. Hal tersebut membuat semua tugas terasa semakin berat. Sebagai
ibu rumah tangga tentunya setiap hari memiliki banyak tugas dan tanggung jawab
yang menunggu diselesaikan. Ketegangan yang kadang timbul dalam menjalani
aktivitas memang lumrah terjadi, tetapi kalau tidak disiasati tentu akan
membuat kita kewalahan sendiri.
Alhamdulillah, akhir-akhir ini saya menyadari
bahwa ada satu hal kecil yang sudah lama saya lupakan. Hal yang terkesan sepele
itu adalah mengambil napas panjang di saat pikiran sedang kemrungsung
atau tergesa-gesa. Aktivitas yang bisa dilakukan dalam waktu singkat tetapi
sering saya tinggalkan karena merasa ngapain melakukan hal yang (menurut saya
waktu itu) tidak penting. Pada saat itu saya merasa waktu yang saya miliki semakin
sedikit untuk tugas yang sangat banyak.
Beberapa podcast yang saya dengar telah menyadarkan
saya pentingnya hidup berkesadaran. Karena itulah, saya sedang berusaha menikmati
dan berlatih dan terus mengingatkan diri sendiri untuk mengambil napas
dalam-dalam secara sadar terutama saat saya merasa kemrungsung itu tadi.
Rutinitas yang harus dijalani setiap hari memang
telah menyita banyak waktu yang kita miliki. Dari bangun pagi kita sudah memikirkan
aktivitas-aktivitas apa saja yang harus dilakukan di hari tersebut. Lalu
rentetan kegiatan itu semakin menjengkelkan saat tiba-tiba muncul masalah-masalah
yang seolah ingin turut serta menyemarakkan hidup kita. Ah, padahal hidup kita kan
sudah cukup sibuk ya dengan banyak tanggung jawab yang datang silih berganti itu.
Semakin dewasa seolah masalah itu ingin dekat-dekat dengan kita, berharap banget
ingin bestian dengan kita.
Setelah mulai menerapkan hidup berkesadaran itu
saya mulai mengerti bahwa tidak semua masalah harus kita selesaikan. Dan lagi
kalau bahwa sebenarnya masalah-masalah yang hadir itu bukan kita kok yang
menyelesaikan. Kita hanya berusaha saja untuk menyelesaikannya. Pekerjaan besar
sebenarnya dilakukan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Nah, perasaan seperti ini
membantu saya terhindar dari rasa frustrasi berkepanjangan saat merasa tidak
sanggup menyelesaikan masalah atau dari perasaan jumawa saat merasa berhasil
menyelesaikan masalah. Berbagai masalah yang ada tidak selalu perlu kita
selesaikan. Kadang kita hanya sedang diuji bagaimana kita meresponnya,
bagaimana kita menjalankan peran kita dalam mengurai dan menyelesaikan masalah dengan
keterbatasan yang ada. Sisanya benar-benar berada dalam kuasa Tuhan, Allah Subhanahu
wa ta’ala.
Kembali ke menumbuhkan kesadaran dalam diri dan
membiasakan hidup dengan berkesadaran. Pentingnya rasa sadar dengan kondisi
yang ada membantu kita berpikir lebih jernih. Setelah memasuki usia dewasa dan
hampir lupa cara hidup yang lebih sehat dan waras, akhirnya saya diingatkan untuk
bisa sejenak melihat ke dalam diri dengan gerakan sederhana yaitu bernapas dengan
sadar. Ambil napas panjang dan rasakan aliran udara tersebut masuk ke dalam tubuh
lalu hembuskan perlahan. Semoga dengan membiasakan diri melakukan hal sederhana
tersebut kita bisa lebih tenang dan tetap waras dalam menjalani peran
masing-masing. Semangat ya, Mak.
Komentar
Posting Komentar