Langsung ke konten utama

Mengambil Jeda dengan Kesadaran

Saya lupa sejak kapan mulainya, tetapi saya baru menyadari sesuatu bahwa seiring bertambahnya umur dan semakin banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan, orang dewasa sering lupa untuk sekedar menghela napas panjang dengan sadar. Sejak bangun pagi rasanya tubuh dan pikiran bahkan mungkin hati dipaksa untuk bisa langsung ON. Kita lupa bahwa mengisi waktu dengan memberi jeda saja itu tidak apa-apa. Kadang karena tertimbun dalam banyak tugas bisa sampai membuat dada saya terasa sesak dan napas menjadi pendek-pendek. Hal tersebut membuat semua tugas terasa semakin berat. Sebagai ibu rumah tangga tentunya setiap hari memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang menunggu diselesaikan. Ketegangan yang kadang timbul dalam menjalani aktivitas memang lumrah terjadi, tetapi kalau tidak disiasati tentu akan membuat kita kewalahan sendiri.

Alhamdulillah, akhir-akhir ini saya menyadari bahwa ada satu hal kecil yang sudah lama saya lupakan. Hal yang terkesan sepele itu adalah mengambil napas panjang di saat pikiran sedang kemrungsung atau tergesa-gesa. Aktivitas yang bisa dilakukan dalam waktu singkat tetapi sering saya tinggalkan karena merasa ngapain melakukan hal yang (menurut saya waktu itu) tidak penting. Pada saat itu saya merasa waktu yang saya miliki semakin sedikit untuk tugas yang sangat banyak.

Beberapa podcast yang saya dengar telah menyadarkan saya pentingnya hidup berkesadaran. Karena itulah, saya sedang berusaha menikmati dan berlatih dan terus mengingatkan diri sendiri untuk mengambil napas dalam-dalam secara sadar terutama saat saya merasa kemrungsung itu tadi.

Rutinitas yang harus dijalani setiap hari memang telah menyita banyak waktu yang kita miliki. Dari bangun pagi kita sudah memikirkan aktivitas-aktivitas apa saja yang harus dilakukan di hari tersebut. Lalu rentetan kegiatan itu semakin menjengkelkan saat tiba-tiba muncul masalah-masalah yang seolah ingin turut serta menyemarakkan hidup kita. Ah, padahal hidup kita kan sudah cukup sibuk ya dengan banyak tanggung jawab yang datang silih berganti itu. Semakin dewasa seolah masalah itu ingin dekat-dekat dengan kita, berharap banget ingin bestian dengan kita.

Setelah mulai menerapkan hidup berkesadaran itu saya mulai mengerti bahwa tidak semua masalah harus kita selesaikan. Dan lagi kalau bahwa sebenarnya masalah-masalah yang hadir itu bukan kita kok yang menyelesaikan. Kita hanya berusaha saja untuk menyelesaikannya. Pekerjaan besar sebenarnya dilakukan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Nah, perasaan seperti ini membantu saya terhindar dari rasa frustrasi berkepanjangan saat merasa tidak sanggup menyelesaikan masalah atau dari perasaan jumawa saat merasa berhasil menyelesaikan masalah. Berbagai masalah yang ada tidak selalu perlu kita selesaikan. Kadang kita hanya sedang diuji bagaimana kita meresponnya, bagaimana kita menjalankan peran kita dalam mengurai dan menyelesaikan masalah dengan keterbatasan yang ada. Sisanya benar-benar berada dalam kuasa Tuhan, Allah Subhanahu wa ta’ala.

Kembali ke menumbuhkan kesadaran dalam diri dan membiasakan hidup dengan berkesadaran. Pentingnya rasa sadar dengan kondisi yang ada membantu kita berpikir lebih jernih. Setelah memasuki usia dewasa dan hampir lupa cara hidup yang lebih sehat dan waras, akhirnya saya diingatkan untuk bisa sejenak melihat ke dalam diri dengan gerakan sederhana yaitu bernapas dengan sadar. Ambil napas panjang dan rasakan aliran udara tersebut masuk ke dalam tubuh lalu hembuskan perlahan. Semoga dengan membiasakan diri melakukan hal sederhana tersebut kita bisa lebih tenang dan tetap waras dalam menjalani peran masing-masing. Semangat ya, Mak.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

[EF#16] Sweet Memory from The Past

Hmmm get this challenge just turn back my memory about my grandmother. Yup, when I was a little girl, my grandmother often tell bedtime stories while for lice (there is no flea in my hair, but my grandmother always do it for me). Yes, I am so lucky that I had got that wonderful memories in my life. I am not sure, but my reading addict may be growing by that beautiful moments.  There were a lot of storytales that I have heard from my grandmother. Start from the legendary tale it is deer stealing cucumbers (Kancil Nyolong Timun), story about deer with crocodile, deer with tiger, storytale about frogs, until the story of flea. And do you know? That stories were repeated every night hahaha. Even though I have never complained about it, instead really enjoy it.  From that storytale I have learned so many things. I grow with that story affect and with that beautiful experiences. I would feel sad when one of the actors got supressions, or I became angry to someone else whose bad...

Menjadi Mompreneur? Ya iyalah!

Mompreneur. Keren ya kedengarannya? Yup, mompreneur ini istilah yang menggambarkan seorang ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah. Jadi maksudnya, si ibu bekerja tetapi juga mengurus semua kebutuhan rumah tangga. Dan itu dilakukan dari rumah saja, tidak perlu pergi pagi pulang petang.  Hmmm, membayangkannya saja sudah ribet apalagi menjalaninya. Ibu dengan tumpukan tanggung jawab harus bekerja di rumahnya. Apa ga bingung tuh memilah prioritas pengerjaan tugasnya? Lebih baik jangan dibayangkan deh, tetapi langsung dicoba saja. Dijamin seru. Dan lagi mompreneur ini sekarang memang lagi booming banget.  Mengapa begitu? Karena ada banyak hal yang membuat mompreneur menarik sekaligus menggiurkan untuk para ibu rumah tangga, termasuk saya. Apa saja sih alasan ibu rumah tangga memilih menjadi mompreneur? Berdasarkan pengalaman sendiri dan teman ternyata ada beberapa alasan mengapa memilih menjadi mompreneur. Apa sajakah itu?  Please check this out. 1. Keingina...