Langsung ke konten utama

Keluar dari Penjara Ketakutan

 

“Do one thing every day that scares you.” –Eleanor Roosevelt

Nasihat yang sangat tepat untuk orang seperti saya. Ya, saya adalah orang dengan banyak ketakutan dan kekhawatiran. Entah apa penyebabnya, tetapi itulah yang sering saya alami. Jumlah ketakutan saya terhadap sesuatu mulai banyak berkurang justru setelah saya menikah dan bertemu dengan partner a.k.a suami. Ya, suami lah yang sering menjerumuskan diri saya untuk bertarung melawan ketakutan-ketakutan tersebut. Awalnya tentu saja saya melontarkan berbagai aksi penolakan, dari mulai merajuk gak penting sampai harus adu argumentasi yang lumayan alot. Ending-nya sangat bisa ditebak, siapa yang kalah dalam perdebatan itu. Ya, dalam hal ini saya lah yang sering kalah. Biasanya kan laki-laki yang selalu kalah, ah tapi saya kan tidak mau asal menang debat, semua harus masuk akal baru saya bisa terima. Nah, sayangnya semua yang disampaikan oleh suami selalu masuk akal. Jadi saya mengakui kesalahan dan kekalahan lalu mulai melawan ketakutan saya.

Ketakutan pertama yang saya lawan adalah saya harus bertemu dengan orang yang penting untuk membantu usaha suami, yaitu bertemu dengan seorang klien untuk mewakili suami. Alhamdulillah saya bisa memaksa diri untuk berani melewati tantangan tersebut. Lalu ketakutan saya berikutnya yaitu mengemudi mobil. Saya sudah belajar mengemudi mobil sejak masih SMA, hanya saja tidak ada paksaan yang membuat saya merasa harus bisa. Akhirnya paksaan itu datang dari suami. Dengan berbagai alasan yang dikemukakan saya tidak bisa menghindari tantangan tersebut. Sekali lagi, saya nekat, dan ternyata bisa melewatinya. Proses saya belajar mengendarai mobil itu bahkan sempat saya tuliskan dalam cerita humor pendek dan berhasil dimuat di salah satu koran lokal di daerah saya hehehe. Kalau diingat kembali saya bahkan tidak tahu bagaimana saya bisa melewati semua itu. Alhamdulillah semua bisa dilewati dengan baik. Setelah berbagai hal tersebut, saya memperoleh banyak manfaat dari keberhasilan saya menaklukkan ketakutan. Beberapa diantaranya yaitu:

·       Percaya diri

Perasaan bahwa ternyata kita bisa itu sangat berdampak besar pada petualangan kita selanjutnya. Saya menyebutnya petualangan, karena ada banyak hal yang kita temui dan harus dihadapi dan diselesaikan di dunia ini sebagai sebuah perjalanan.

Ternyata setelah melewati banyak hal yang menakutkan itu saya mulai memiliki rasa percaya diri. Pengalaman dalam menaklukkan banyak ketakutan itu membuat saya memiliki keberanian untuk mencoba menaklukkan ketakutan saya yang lainnya. Perasaan bahwa Oh, ternyata bisa juga ya kalau coba dihadapi membuat saya lebih mau mencoba. Dengan begitu hidup saya lebih banyak cerita dan semakin banyak lagi cerita terlepas dari belenggu ketakutan yang semakin menambah rasa percaya diri.

·       Bertumbuh

Dengan memiliki banyak pengalaman menaklukan ketakutan tadi, saya merasa tumbuh menjadi pribadi yang lebih berani menghadapi tantangan. Yah, meskipun masih sering uring-uringan sebagai efek dari rasa takut dan tidak percaya diri yang tiba-tiba menyergap, tetapi saat kondisi jiwa lebih merasa tenang maka saya mencoba dan memberanikan diri untuk mencoba hal tersebut. Keberanian saya bertambah dan ketakutan saya semakin berkurang. Bayangkan saya, mungkin dulu saya memiliki 1000 macam ketakutan atau bahkan mungkin lebih, sekarang sudah berkurang. Dan ternyata mengumpulkan keberanian itu menimbulkan perasaan yang menyenangkan.

·       Tidak ada perasaan menyesal di kemudian hari

Mungkin kalau saya tidak pernah mencoba dan memberanikan diri menyetir mobil atau motor, saya akan menyesal atau setidaknya selama hidup saya tidak akan mengetahui rasanya menjadi mandiri karena bisa kemana-mana sendiri tanpa merepotkan orang lain. Jadi kalau ada kekuatiran atau rasa tidak percaya diri pada suatu hal atau tantangan baru, maka saya akan mengingat hal ini. Bahwa kalau tidak dicoba bagaimana kita bisa tahu apa yang akan terjadi di depan sana. Asalkan itu baik dan tidak membahayakan jiwa raga maka bolehlah ya kita kerahkan seluruh kemampuan untuk menjajalnya hehehe.

·       Merasakan pengalaman baru

Pengalaman baru artinya guru baru dan itu artinya kesempatan untuk mendapat kebaikan baru. Dengan berani menghadapi segala ketakutan itu akan memaksa kita untuk terus belajar hal baru. Sehingga tanpa kita sadari ternyata kita telah menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Kemampuan kita bertambah, keberanian kita bertambah dan tentu saja nilai dan kemanfaatan kita juga bisa bertambah. Bukankah itu yang selama ini kita idam-idamkan, yaitu menjadi manusia yang bermanfaat. Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat.

Jadi mulai lawan ketakutan yang akan menghambat kebaikan kita ya, Mak. Tetap menjadi manusia yang tumbuh dalam kebaikan, baik dan membaikkan. Semangat Mak!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

Bijak Berkendara. Bisa kan?

Beberapa hari lalu kota Jogja geger oleh kasus Moge. Hmmm... kalau dibilang tidak terganggu dengan seliweran para geng motor itu memang bohong. Tidak mungkin masyarakat rela mempersilakan orang-orang yang merasa dapat membeli dunia itu untuk melanggar hak mereka.  Sebelum kisah moge itu menggemparkan dunia nyata dan dunia maya, ada juga geng motor lain yaitu rombongan motor King, dan sebelumnya lagi ada rombongan motor CB yang tak kalah membuat geregetan. Mereka memadati seluruh jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan yang lain.  Saya yang juga tinggal di Jogja sebenarnya sudah sering menemui banyak geng motor menunjukkan aksinya, yang menurut saya tidak banyak memberikan manfaat itu. Justru banyak korban dalam even tersebut. Korbannya tidak hanya dari para peserta touring, tetapi juga pengguna jalan bahkan pejalan kaki harus ikut terkena dampak buruknya. See... mengapa kami menjadi galak? Ya karena nyawa kami terancam, bukan sekedar terganggu. Saya tidak a...