Langsung ke konten utama

IRT Kece

 

Menjalani peran sebagai ibu rumah tangga (IRT) sering membuat seorang ibu melupakan kebutuhan dirinya sendiri. Peran dan tanggung jawab yang sangat banyak dan beragam sering kali membuat dirinya merasa tak ada waktu untuk menyenangkan diri sendiri. Peran sebagai IRT adalah peran yang sangat rawan dengan stress dan burn out. Setiap hari berkutat dengan pekerjaan yang sama, bertemu dengan hal-hal serupa, pergaulan yang sangat terbatas karena padatnya tanggung jawab yang dimiliki seorang IRT menjadikan kemungkinan emosi menjadi tidak stabil. IRT yang hampir setiap hari terkungkung di rumah memang bisa membuat jiwa ibu rapuh. Dibentak sedikit langsung sakit hati, diomongin tetangga langsung baper, dikritik suami jadi emosi tingkat tinggi dan masih banyak lagi kekacauan yang bisa muncul jika seorang ibu sedang tidak baik-baik saja.

Diakui atau tidak, tetapi tantangan IRT itu banyak sekali loh. Tanpa persiapan kita dituntut untuk bisa menjalani banyak profesi. Terkadang kita harus jadi koki. Di lain waktu kita beralih fungsi jadi guru, tenaga kesehatan, ahli gizi, menjadi tenaga kebersihan dan masih banyak lagi peran yang harus dijalankan. Diantara banyaknya peran yang harus kita lakukan tersebut sayangnya peranan IRT justru sering diabaikan keberadaannya. Menjadi IRT seolah bukan peran yang berguna sehingga kebanyakan IRT juga merasa demikian, karena saya dulu juga merasa insecure *jadi sedih. Padahal rasa bangga dan mencintai profesi atau pekerjaan adalah salah satu cara agar kita bisa menjalaninya dengan perasaan bahagia. Bukankah kebahagiaan dalam rumah tangga sangat dipengaruhi oleh kebahagiaan seorang ibu? Meskipun ada banyak sekali tantangan yang harus dihadapi, menjadi IRT adalah anugerah yang pasti diinginkan oleh orang lain. Masih ingat kan kalau rumput tentangga selalu lebih hijau? Hehehe. Daripada bermuram durja dan merasa rendah diri, mendingan sekarang berlomba-lomba menjadi manusia bermanfaat saja deh. Ditakdir sebagai IRT berarti kita berusaha menjadi IRT yang bernilai sehingga bisa memberi manfaat.

Untuk itulah kita harus mempunyai cara agar bisa mensiasati supaya menjadi IRT yang kece *asoyy. Bagaimana caranya?

Yang pertama adalah tetap memberikan hak bagi diri sendiri untuk merasa bahagia. Sebagai istri dan ibu kita sering mengabaikan kebahagiaan diri sendiri demi melihat anggota keluarga nyaman. Di Jawa ada ungkapan “sing penting kowe bahagia, aku gampang”. Seolah membenarkan kebiasan mengorbankan perasaan sendiri demi orang lain. Padahal perasaan terus menerus berkorban akan mengakibatkan kelelahan jiwa dan raga. Dan jika seorang ibu sudah lelah sudah bisa dibayangkan bagaimana cara ibu itu bekerja, kan? Hmmm…, pasti suasana rumah berubah tidak nyaman karena terpapar oleh perasaan seorang ibu yang sedang tidak bahagia di dalam rumah itu. Bukankah sering kita dengar bahwa kebahagiaan dalam sebuah rumah tangga itu sangat dipengaruhi oleh kebahagiaan ibu?

Nah, salah satu cara untuk memberikan rasa bahagia adalah dengan mempunyai hobi. Masing-masing dari kita pasti memiliki aktivitas yang disenangi, seperti berkebun, memasak, melukis, bersepeda, menulis, membaca atau aktivitas lainnya yang merupakan hobi kita. Disadari atau tidak, seringnya karena alasan kesibukan sebagai IRT, kita sering menganggap melakukan sebuah hobi adalah sebuah kesalahan karena malah akan menghambat kinerja dan terkesan membuang-buang waktu. Padahal saat kita menjalankan hobi, hal itu seperti kita sedang recharge energi. Kalau ibu happy seisi rumah pasti lebih nyaman, karena semua merasakan kebahagiaan ibu. Seperti halnya beristirahat, melakukan hobi yang menyenangkan juga dapat meningkatkan semangat baru dalam menjalani hari. Kedua aktivitas tersebut bukanlah aktivitas yang membuang-buang waktu karena keduanya bisa sebagai penyeimbang dalam menjalankan tanggung jawab agar lebih maksimal. Jadi, lakukan saja aktivitas yang memang kamu suka dan jangan pernah merasa bersalah karena merasa bahagia. Emak-emak tu ya, sering banget merasa tidak layak berbahagia. Kenapa ya? *bertanya dengan nada lembut. Asalkan kita tidak meninggalkan apa yang menjadi tanggung jawab kita, maka melakoni suatu hobi adalah kebutuhan ya, Mak.

Lalu supaya kita tidak keseringan melamun, berangan-angan yang tidak-tidak yang justru bisa menyiksa perasaan, maka mulailah menyibukkan diri. Maksudnya gimana? Menjadi IRT itu sibuknya sudah bukan sibuk lagi loh, tapi sibuuuuuuk banget. Kok malah disuruh menyibukkan diri. Betul, menjadi ibu memang super sibuk, tetapi maksudnya di sini syukurilah sibukmu. Ya, mending disibukkan dengan berbagai tugas dan pekerjaan kan daripada sibuk malah kebanyakan ngelamun gak jelas, scroll-scroll sampai lupa waktu yang malah bisa membuat semua berantakan. Percaya atau tidak semakin kita sibuk maka semakin kita tidak mempunyai waktu untuk mendengar hal-hal yang tidak perlu kita dengar. Semakin kita fokus melakukan hal-hal untuk kebaikan diri dan keluarga maka kita semakin tidak punya waktu untuk memperhatikan omongan dan komentar orang terhadap diri kita. Untuk itu penting bagi ibu rumah tangga mengurangi aktivitas memegang hp dan bermain sosial media. Sosial media sangat rawan bagi ibu rumah tangga karena mudah menimbulkan perasaan iri lalu berubah jadi dengki *naudzubillah…jangan sampai ya, Mak. Melihat teman-teman yang kelihatannya kok hidupnya lebih enak, lebih nyaman padahal aslinya juga gak ada yang tau kan? Maka fokus dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat akan semakin meningkatkan ketenangan seorang ibu rumah tangga dalam menjalankan perannya.

Lalu yang ketiga adalah dengan cara meningkatkan kemampuan atau kapasitas diri. Menjadi seorang ibu rumah tangga tidak lantas membuat kita berhenti belajar. Sejatinya berprofesi sebagai apapun membutuhkan ilmu agar maksimal dalam memainkan peran. Dan lagi jika seorang ibu mengetahui kapasitas dirinya maka dirinya akan terhindar dari rasa minder dan jauh dari rasa iri dengan keberhasilan orang lain. Menjadi seorang ibu haruslah berilmu karena berbagai peran harus dijalani dalam batas waktu yang tersedia. Jika kita tidak memiliki ilmu memadai pastilah kita akan lebih sering menemui kendala dan kewalahan sehingga berakhir burn out lalu dilampiaskan dengan marah-marah.

Jadi, kalau kadang muncul perasaan bahwa profesi ini masih kurang mendapat tempat, yakinlah bahwa di sini juga sama dengan profesi lainnya. Kinerja dan keikhlasan kita pasti dinilai di hadapan Tuhan. Untuk itu, yuk sama-sama tumbuh dan terus belajar dan berproses agar kita bisa meningkatkan nilai kita. Semangat, Mak! 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

[EF#16] Sweet Memory from The Past

Hmmm get this challenge just turn back my memory about my grandmother. Yup, when I was a little girl, my grandmother often tell bedtime stories while for lice (there is no flea in my hair, but my grandmother always do it for me). Yes, I am so lucky that I had got that wonderful memories in my life. I am not sure, but my reading addict may be growing by that beautiful moments.  There were a lot of storytales that I have heard from my grandmother. Start from the legendary tale it is deer stealing cucumbers (Kancil Nyolong Timun), story about deer with crocodile, deer with tiger, storytale about frogs, until the story of flea. And do you know? That stories were repeated every night hahaha. Even though I have never complained about it, instead really enjoy it.  From that storytale I have learned so many things. I grow with that story affect and with that beautiful experiences. I would feel sad when one of the actors got supressions, or I became angry to someone else whose bad...

Menjadi Mompreneur? Ya iyalah!

Mompreneur. Keren ya kedengarannya? Yup, mompreneur ini istilah yang menggambarkan seorang ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah. Jadi maksudnya, si ibu bekerja tetapi juga mengurus semua kebutuhan rumah tangga. Dan itu dilakukan dari rumah saja, tidak perlu pergi pagi pulang petang.  Hmmm, membayangkannya saja sudah ribet apalagi menjalaninya. Ibu dengan tumpukan tanggung jawab harus bekerja di rumahnya. Apa ga bingung tuh memilah prioritas pengerjaan tugasnya? Lebih baik jangan dibayangkan deh, tetapi langsung dicoba saja. Dijamin seru. Dan lagi mompreneur ini sekarang memang lagi booming banget.  Mengapa begitu? Karena ada banyak hal yang membuat mompreneur menarik sekaligus menggiurkan untuk para ibu rumah tangga, termasuk saya. Apa saja sih alasan ibu rumah tangga memilih menjadi mompreneur? Berdasarkan pengalaman sendiri dan teman ternyata ada beberapa alasan mengapa memilih menjadi mompreneur. Apa sajakah itu?  Please check this out. 1. Keingina...