Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ikut Lomba

Dilema Mukena

Cerita ini terjadi saat saya kuliah. Waktu itu mukena parasit mulai ngetrend . Pas juga seorang teman menawari saya sebuah mukena . Karena tertarik dan juga bisa digunakan untuk gonta-ganti maka saya ikut memesan mukena berbahan parasit tersebut. Selang beberapa minggu, mukena yang ternyata harus nunggu proses jahit itu sampai juga di tangan. Dan saya baru pertama kali itu bisa melihat dan memegang langsung mukena yang saat itu sedang sering menjadi pembicaraan. Yang katanya praktis, ringan dan enak dibawa-bawa. Eh tetapi saya kok justru merasa ada yang kurang dengan mukena baru saya itu. Saya raba ... benar ini berbahan parasit, terasa kresek-kresek dan agak kasar. Memang terasa ringan, tetapi kok tipis dan menerawang. Bagaimana saya akan sholat kalau begini? Wah pasti akan sangat ribet, karena saya harus melapisi mukena itu dengan baju dan rok panjang beserta jilbabnya supaya aurot saya selama sholat tidak terlihat.  Saat untuk bepergian atau jalan-jalan mungkin enak,...

Paling Bete Kalau ...

Waktunya curhat ... hehehe Berusaha mengingat-ingat kira-kira apa ya yang membuat saya sering tidak nyaman. Nulis ini di masa menjelang DL memaksa harus memutar otak, mengembalikan ingatan ke beberapa kejadian silam yang membuat bete atau tidak nyaman. Kalau secara fisik sih ya ada beberapa hal yang membuat saya tidak nyaman. Buanyak sih sebenarnya, tapi ... dibatesi 3 ya. Tiga diantara hal-hal yang sering membuat bete saya ya ini  1. Pergi dalam keadaan belum mandi.  Meski saya bukan tipe orang yang super bersih dan rapi, tetapi teteup  namanya perempuan ya. Sejorok-joroknya pasti tidak lebih jorok dari yang bukan perempuan kan hehehe. Jadi kalau harus pergi buru-buru misal harus ke bank pagi-pagi dan belum mandi itu rasanya ga banget. Badan berasa bau, gerah dan semua jadi terasa tidak mengenakan. Pingin cepat pulang, mandi, ganti baju rapi, pakai bedak, hand body dan deodorant   jadi wangi ahehehe ... 2. Datang bulan pas lagi banyak-banyaknya Nah ini ...

Menjadi Mompreneur? Ya iyalah!

Mompreneur. Keren ya kedengarannya? Yup, mompreneur ini istilah yang menggambarkan seorang ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah. Jadi maksudnya, si ibu bekerja tetapi juga mengurus semua kebutuhan rumah tangga. Dan itu dilakukan dari rumah saja, tidak perlu pergi pagi pulang petang.  Hmmm, membayangkannya saja sudah ribet apalagi menjalaninya. Ibu dengan tumpukan tanggung jawab harus bekerja di rumahnya. Apa ga bingung tuh memilah prioritas pengerjaan tugasnya? Lebih baik jangan dibayangkan deh, tetapi langsung dicoba saja. Dijamin seru. Dan lagi mompreneur ini sekarang memang lagi booming banget.  Mengapa begitu? Karena ada banyak hal yang membuat mompreneur menarik sekaligus menggiurkan untuk para ibu rumah tangga, termasuk saya. Apa saja sih alasan ibu rumah tangga memilih menjadi mompreneur? Berdasarkan pengalaman sendiri dan teman ternyata ada beberapa alasan mengapa memilih menjadi mompreneur. Apa sajakah itu?  Please check this out. 1. Keingina...

#BeraniLebih Bergerak

Mempunyai penyakit vertigo membuat saya sering memanjakan diri sendiri. Saya sangat membatasi diri agar tidak terlalu kelelahan, jangan sampai kurang tidur, ga boleh terlalu memforsir pikiran, dan harus menjauhkan beban pikiran sejauh-jauhnya. Yah, karena penyakit ini menjadi siksaan bagi penderitanya saat kambuh tiba. Bumi terasa berputar, bergoncang, dan tubuh serasa terombang-ambing tanpa tahu kapan rasa itu akan berhenti meskipun sudah muntah berkali-kali. Yah, saya mengidap vertigo sejak SD kelas 5. Meski sering kambuh tetapi saya baru tahu nama penyakit ini ketika saya sudah di bangku kelas 2 SMA. Penyakit vertigo saya dulu sering kambuh, terutama jika rasa lelah mendera atau kurang tidur serta mendapat tekanan secara secara fisik dan mental yang agak berlebihan. Dan itu menimbulkan trauma bagi saya. Ajaibnya, setelah menikah vertigo saya jadi jarang sekali kambuh. Terakhir kambuh seingat saya yaitu ketika anak kedua saya lahir. Nah, saat masa-masa repot mengurus dua...

Kamulah Jawaban Doaku

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Suamiku ... Ternyata sudah 10 tahun kita menjalani hari-hari bersama dalam naungan pernikahan. Pertemuan yang tidak pernah aku sangka sebelumnya. Pernikahan yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Suka duka kita jalani bersama, meskipun sebenarnya aku merasa lebih banyak sukanya ketimbang dukanya. Apakah kau juga merasa demikian? Suamiku ... Setelah sekian lama berada di sampingmu, mempelajari tabiatmu, mengerti kebiasaanmu dan belajar mencintai apa-apa yang kaucintai, menyadarkanku bahwa telah banyak hal yang aku pelajari dari dirimu. Banyak pengertian yang kurangkum dalam setiap perbuatan dan perkataanmu. Bahwa cinta tidak mengenal kata benci, bahwa mencintai berarti mengajaknya memperbaiki diri, bahwa mencintai orang lain setulus hati bukan sekedar empati melainkan perwujudan kecintaan pada Ilahi.  Suamiku ... Meski terkadang kerasnya tabiatmu membuatku sesak dan tak bisa bergerak, tetapi tabiatmu itulah yang telah menggiringku...

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

[Suka Duka Hijabku] Jilbabmu Mempesonaku

Dari judulnya terkesan bahwa yang nulis ikhwan (alias mas-mas) yang sedang terkagum-kagum dengan kibaran jilbab seorang akhwat bukan? Eits, Anda keliru teman, yang nulis ini perempuan tulen (buktinya dah melahirkan dua anak laki-laki hehehe ...). Tapi begitulah, jilbab (begitu saya biasa menyebutnya) telah saya kenal sejak tahun 1996, tepatnya sejak saya duduk di kelas 2 SMP. *Nah mulai menghitung kan, kira-kira sekarang saya umur berapa, hehehe ...* Yah, biarpun pada masa itu jilbab belum sepopuler sekarang, tapi di sekolah saya jilbab biasa digunakan saat ada pelajaran agama, sehingga lumayan kenal lah dengan jilbab. Pada jaman saya masih remaja imut itu, saya termasuk yang kolot *itu kata orang tua saya dulu hehehe*. Iya, karena saya selalu menolak memakai baju ketat dengan lengan super pendek, apalagi yang model you can see my lek ( baju yang ga ada lengannya ituuu...), aduuuh ga banget deh. Rasanya kok kayak seluruh tubuh saya tidak tertutup baju. Betul kan saya bilang tadi, sa...