Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Siap Menjadi Dewasa?

 “Takut tambah dewasa… takut aku kecewa, takut tak semudah yang kukira….” Sebuah lirik yang sangat terkenal akhir-akhir ini. Seolah ingin menyampaikan bahwa menjadi dewasa itu tidak enak. Sebuah lirik yang sepertinya kurang lebih akan mempengaruhi cara berpikir setiap manusia yang pasti melewati fase itu. Fase seseorang harus menjadi dewasa. Entah menjadi dewasa karena dipaksa, dewasa karena jiwanya telah siap, atau seseorang yang terjebak dalam umur dewasa dan dia tetap tidak mau menjalani kodratnya. Yang terakhir ini biasanya disebut umurnya telah menua tetapi kedewasaannya tidak mengikuti usianya. Dan saya yang sudah memasuki usia dewasa ini semakin menyadari bahwa saya akhir-akhir ini semakin sering menghadapi hal-hal yang katanya hanya dihadapi oleh orang-orang dewasa. Berbagai masalah datang bertubi-tubi dan dari berbagai arah. Kalau tidak siap menjadi dewasa maka yang terjadi ya memang akan lebih banyak kecewanya dari pada menjalani setiap fase itu dengan seutuhnya. Menikm...

Banyak Gerak, Banyak Gagal?

  “Would you like me to give you a formula for success” It’s quite simple, really: Double your rate of failure. You are thinking of failure as the enemy of success. But it isn’t at all. You can be discouraged by failure or you can learn from it, so go ahead and make mistakes. Make all you can. Because remember, that’s where you will find success.” –Thomas J. Watson Pernah merasa gak dulu waktu kecil orang tua sering memarahi kalau kita melakukan kesalahan, baik karena disengaja ataupun tidak. Disadari atau tidak ternyata hal itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan keberanian seseorang untuk bergerak. Pasti diantara kita sering mendengar atau mengucapkan kepada anak-anak kita: “Jangan banyak tingkah, mbok yang anteng gitu lho.” “Dari tadi kok gak bisa diem, malu diliat orang.’’ Ternyata dampak dari kalimat-kalimat larangan yang sering dilontarkan kepada anaknya yang “banyak tingkah” sangat berpengaruh saat dewasa. Cap bahwa banyak gerak itu sering menimbulka...

Dunia Remaja

Sebagai ibu dengan dua anak laki-laki yang sudah mulai remaja, saya seringkali merasa gusar, selalu muncul kekhawatiran bahwa saya tidak bisa mengawal dua amanat yang dititipkan Tuhan ini. Untuk sedikit menambah pengetahuan saya tentang dunia anak-anak remaja sekarang maka saya sering membaca atau menyimak hal-hal yang ada kaitannya dengan remaja. Saya mencoba meringkas beberapa hal yang menjadi tantangan anak remaja di jaman teknologi digital ini. Beberapa masalah yang dialami remaja sekarang ini yaitu : Pertemanan yang toksik Pertemanan yang toksik ini tidak hanya baru muncul sekarang, sejak jaman dulu juga sudah ada tipe-tipe teman yang seperti ini. Entah apa maksudnya dengan menjadi teman yang toksik tetapi sungguh keberadaannya sangat menjengkelkan dan menakutkan bagi remaja lain seusianya. Jika tidak mempunyai kepercayaan diri yang cukup rasanya sangat sulit keluar dari pertemanan toksik ini. Jadi kuncinya adalah percaya diri dengan cita-cita sendiri dan mampu memperjuangka...

Memperkuat Usaha dengan Doa

 “ Only I can change my life. No one can do it for me.” —Carol Burnett Pernah suatu hari seorang anak laki-laki remaja seperti sedang asyik bercakap dengan ibunya. Sebuah obrolan ringan tentang kabar hari ini dan rencana esok hari. Lalu dengan suara datar anak laki-laki itu bertanya, ‘’Memang pemimpin yang baik itu ada ya Mi ? ‘’ Pertanyaan yang meluncur itu tidak membuat ibunya kaget, anak sulungnya memang kadang suka berpikir kritis. ‘’Nabi Muhammad SAW pemimpin yang sangat baik lho.’’ ‘’Yang sekarang ini maksudku.’’ Anak itu memperjelas pertanyaannya. Ibunya tidak yakin akan menjawab apa. Karena dia sendiri tidak tahu pasti apakah pemimpin yang baik itu masih ada sekarang ini. Sepertinya masih ada tapi karena tidak bisa menyebutkan nama dengan pasti maka jawabannya ia ganti. ‘’Kalau memang pemimpin yang baik itu sekarang tidak ada lagi, maka tugasmu adalah menajdikan pemimpin yang baik itu ada.’’ Jawaban singkat dan tidak berani menambah kalimat penjelas karena...

Menulis dan Mengawal Peradaban (2)

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya, Menulis dan Mengawal Peradaban (1). Tujuan tulisan ini masih sama yaitu untuk mengingatkan diri sendiri agar tidak lelah menulis. Buku adalah sebaik-baik teman saat sedang sendirian Pernah mendengar kan kalau buku adalah teman terbaik saat kita sendirian? Ataukah keberadaannya sudah digeser oleh gawai yang semakin mudah diperoleh? Mungkin kita samakan persepsi dulu, bahwa buku yang dimaksud tidak saja berupa buku fisik tetapi termasuk buku digital yang sekarang mulai dilirik oleh beberapa kalangan. Mereka tetap membaca buku hanya saja medianya tidak lagi lembaran kertas tetapi berpindah ke bentuk digital di gadget masing-masing. Apapun media yang digunakan tetaplah membaca karena bisa menjadi teman yang paling tepat saat sendirian. Dulu sewaktu masih kulaih, saya pernah mendengar nasihat dari dosen saya yang kurang lebih isinya adalah menyarankan kami untuk memiliki koleksi buku di rumah. Meskipun pada saat itu belum dibaca maka ak...

Menulis dan Mengawal Peradaban (1)

Tulisan yang saya buat untuk menjadi pengingat diri saat lupa mengapa harus menulis.  Mengawal peradaban dengan tulisan. Pagi ini mendapat pencerahan setelah sedikit meragu tentang alasan sebenarnya mengapa harus menulis. Lalu kalimat awal tadi seolah memberi jawaban, menulislah karena masa depan membutuhkan kisah bijak terdahulu. Generasi kemudian akan kesulitan belajar tentang hidup jika mereka hanya dikepung oleh sesuatu semu di genggaman mereka. Kebiasaan membaca harus selalu dihidupkan. Karena jika kelak generasi itu tak tahu ilmu dan tidak menyadari di mana letaknya maka itu kurang lebih merupakan kesalahan generasi kita. Kesalahan kita adalah kita tidak memberikan warisan ilmu itu agar dapat mereka baca dan tiru. Lalu di mana ilmu itu bisa diletakkan? Kalau kamu bukan tipe orang yang senang berinteraksi langsung dengan orang lain, maka jalan satu-satunya adalah membagi kisahmu lewat tulisan. Kisahmu adalah pengalamanmu, tetapi mereka generasi muda dapat belajar kehidupan lew...

Bagaimana Meringankan Tanggung Jawab Kita?

 "Anda tidak akan bisa lari dari tanggung jawab pada hari esok dengan menghindarinya pada hari ini." –Abraham Lincoln Apakah masih ada yang lari dari tanggung jawab ? Atau mungkin diantara kita yang masih sering menunda pekerjaan dan tanggung jawab? Tentu semuanya pernah melakukannya kan. Saya juga termasuk yang sering menunda pekerjaan tapi semoga tidak termasuk yang sering lari dari tanggung jawab ya hehehe. Rasanya berat saat akan melakukan pekerjaan tersebut. Entah karena alasan apa, tetapi menunda sebuah pekerjaan atau tanggung jawab seolah-olah dianggap sebagai penyelamat. Padahal menunda pekerjaan itu sama artinya kita menunda penderitaan kita. Toh akhirnya kita juga yang harus bertanggung jawab mengerjakannya, lalu kalau ditunda apakah akan berkurang bebannya, tentu tidak bukan? Justru yang ada kita akan semakin kewalahan karena tumpukan pekerjaan hasil penundaan yang selama ini kita lakukan. Sama seperti yang dikatakan Abraham Lincoln di awal, sesuatu yang menjadi ...

Berani Menjadi Lebih Baik

  “I always did something I was a little not ready to do. I think that's how you grow. When there's that moment of ‘Wow, I'm not really sure I can do this’, and you push through those moments, that's when you have a breaktrough.” —Marissa Mayer Sebuah kalimat yang mengisahkan proses dan ketakutan yang harus ditaklukkan. Seringkali kita dihadapkan pada suatu kondisi di mana kita belum benar-benar siap melakukannya, tetapi kalau tidak kita paksakan maka tidak akan ada kemajuan. Dan hal itu membuat kita nekat melakukan sesuatu yang sebenarnya kita sendiri ragu melakukannya. Saya sering mengalaminya, teman-teman pernah juga kan mengalaminya? Setelah saya ingat ternyata banyak juga momen menakutkan itu hiiii…. Coba saya ingat-ingat lagi semua hal yang membuat saya semakin bertumbuh seperti sekarang ini. Beberapa hal yang lumayan memicu adrenalin saya pada saat itu adalah: Belajar mengendarai motor Saya adalah penakut, harus saya akui itu. Saya sering kali ragu dalam mela...

Remaja dan Organisasi Sekolah. Mengapa berorganisasi semenarik itu?

 " Anak ini sepertinya nurun ibunya, narsis banget. Kalau bapak kan gak gitu, bapak kayaknya gak sukan narsis-narsis kayak gitu pake acara sibuk-sibuk ngurusin organisasi segala!" Adakah yang pernah mendengar kalimat seperti di atas?  Ataukah kita yang malah sering mengucapkannya? Ya kalimat di atas adalah sebuah kalimat yang kurang lebih ingin menunjukkan ketidaksukaan seorang bapak pada anaknya yang sekarang lebih senang berorganisasi di sekolahnya. Menurutnya itu lebih ke kegiatan narsis, saya juga tidak tau persis mengapa beliau bisa beranggapan seperti itu. Tetapi wajar beliau mengatakan itu, karena setau saya di jaman beliau sekolah hingga kuliah beliau memang tidak pernah ikut organisasi, dan saya tidak pernah menanyakan penyebab aslinya mengapa beliau tidak tertarik untuk ikut organisasi. Saya sebagai orang yang waktu kecil hingga dewasa banyak mengikuti organisasi, lebih bisa mengerti mengapa ada anak yang sangat getol berorganisasi. Awal mulanya ya hanya tertar...

Sudah Belajar Apa Saja Hari ini?

  “ Never stop learning because life never stop teaching .”— NN Banyak sekali pepatah yang membicarakan tentang pentingnya belajar. Belajarlah sejak dari buaian hingga liang lahat. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Kedua kalimat tersebut kurang lebih bermakna serupa, bahwa tidak ada batasan umur untuk kita belajar. Bahkan mungkin kita beberapa kali membaca atau mendengar berita tentang orang lanjut usia yang melanjutkan pendidikan formalnya. Tidak mengherankan, karena bagi Sebagian orang belajar baik formal maupun informal, secara otodidak atau lewat guru adalah sebuah kesenangan. Hidup seakan lebih bersemangat dan kadang sampai membuat lupa dengan usia kita sebenarnya. Mungkinkah belajar juga membuat semangat selalu muda? Meski tidak semua terlihat belajar, sesungguhnya mau tidak mau semua orang belajar. Perkara bagaimana hasil belajarnya tentu saja tergantung masing-masing orang. Sejak jadi anak kita belajar bagaimana menjadi anak yang bisa menyenangkan orang tua, pun per...

Mental Load, Ibu dan Segala Penatnya.

Pernah gak teman-teman para emak-emak merasakan pikiran kemrungsung (bahasa jawa yang artinya cemas dan merasa tergesa-gesa)? Hal ini biasanya terjadi karena pekerjaan rumah tangga yang sangat banyak hingga seolah sedang berderet menunggu dituntaskan lalu yang terjadi malah bingung harus mulai dari mana. Lalu segalanya menjadi semakin runyam karena seorang ibu yang kelelahan akan dengan mudah tersulut emosi, mudah tersinggung dan mudah marah. Rasa capek yang kerap kali muncul saat menjadi istri dan ibu tentu sudah tidak diragukan lagi. Setiap hari sibuk dengan pekerjaan yang tiada habisnya. Semua tenaga ibu terkuras bahkan energi dari dalam pun ikut tersedot. Saya adalah seorang istri dan ibu dua orang anak, beberapa tahun yang lalu saya pernah bekerja di suatu instansi pendidikan. Tetapi selama menjalaninya saya merasa tidak bahagia, ada beban yang teramat besar yang saya rasakan. Pada saat sedang merintis karier tersebut, beban dan tanggung jawab saya sebagai ibu rumah tangga ...

Perjalanan self-love saya.

Menurut artikel yang saya baca, self-love bisa diartikan sebagai mencintai diri sendiri. Baik saya akan mencoba melihat diri sendiri dulu. Seberapa saya mencintai diri sendiri. Saya adalah orang yang gak enakan dan sering mengalah. Ini bukan statement dari saya ya, tetapi memang beberapa orang sering menyebut saya demikian dan saya juga menyadari hal itu. Bahkan kebiasaan mengalah saya ini sering membuat orang-orang terdekat saya sering merasa geram. Mereka juga terang-terangan mengatakan bahwa mereka tidak suka melihat saya terus-menerus mengalah, kalau tidak suka ngomong saja, begitu kata mereka. Apa yang mereka lihat memang tidak salah. Saya lebih memilih diam jika ada suatu masalah dan ini terkesan saya mengalah dan tidak melawan saat ada orang yang sedang mencurangi saya, ibaratnya begitu. Tapi saya justru berpikiran sebaliknya, saya seringkali diam saat ada orang yang mungkin sedang tidak baik kepada saya bukan karena saya mengalah, hanya saja saya menganggap menanggapi keburuk...