Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

[EF#8] Dear Younger Me

Dear younger me ... how are you? I hope you always happy dan full of spirits. This time I miss you so much. I really miss your beauty smile. I don't know why? But you were so interesting, full of spirits like what i have said. Dear ... there will be a lot of things happen in the future.  Happiness, sadness and angry, you will find it. But don't worry, i will beside you to keep you on the track. Don't think to run away from that problems. You have to be stronger than you are. Why you ask me about "keep on the track"? Dear ... the biggest thing will come to you. Someone who really love you will come to propose you. He doesn't really care about who you are, where you from *like lyrics of backstreet boys song huh* So don't worry about it, and just do the right things and stay on your believe. May be you don't know this, but the right will not coming late. It will come on the right time, on the right place. So, what you should do is believe it and prov...

[EF#7]Let's Be Smart Rider

Hi guys! How are you this day? I hope everything is gonna be OK :). Now i wanna tell a story based on three pictures above. Without many words, all of you should realize what happen from those picture, i guess. Yup, those pictures tell us that until now, *in the century of 21th, which there are a lot of smart people* some people still riding their motorcycle unsafe. Me, as other rider around them also feel unsafe with what they did. You also feel the same, is that right guys? From this blog, i just wanna say several things: First, i hope the guy that snapped is not you or may be your family or your friends hehehe ... . But if one of them is being part of your life, please ... tell them about what I write in this blog. Tell them to stop riding unsafe. And the important thing is don't be shy to use helmet ! May be some of you feel uncomfortable and ugly by use it on your head and you feel that you look strange. May be! ... But hey! You have got the wrong way ...

Obrolan Meja Makan

Melanjutkan cerita tentang   Mumun   yang sedang memperjuangkan perkataan cinta dari suaminya. Pagi ini Mumun dan Maman sedang sarapan bersama. Kebetulan hari ini mereka sarapan tanpa anak-anak. Karena anak-anak sudah berangkat sekolah. Mumun yang memang senang caper (cari perhatian) dan sedikit   menthel   (centil) senantiasa mencuri-curi kesempatan untuk bermanja-manja dengan suaminya. Dan pagi itu sepasang suami istri itu makan bersama sambil tentunya ngobrol santai. "Pah, Mamah pernah dengar nanti kalau kita sudah meninggal, jika kita tinggal di surga maka istri akan ditemani oleh suaminya yang terakhir.  Maksudnya laki-laki yang terakhir menjadi suami itulah yang akan menemani sang istri di surga." Mumun berusaha menjelaskan.*entah dapat ilmu dari mana Si Mumun* Tapi yang jelas Mumun bercerita dengan semangat. "Kalau begitu Mamah tidak akan menikah lagi jikalau Papah meninggal duluan. Supaya kalau Mamah udah meninggal dan boleh tinggal di surg...

Berpikir Positif

Tulisan ini ajang coba-coba.Iya, saya sedang mencoba buat postingan lewat hp. Weleh ternyata malah ribet banget dan lama. Meskipun begitu, kesalahan bukan pada perangkat elektroniktnya, tetapi jari-jari saya yang semua seukuran jempol dan tidak lincah. Jadi tolong harap maklum kalau banyak kesalahan ketik. Saya sedang ingin cerita tentang Maman dan Mumun. Mereka adalah sepasang suami istri yang sudah cukup lama menikah. Mungkin sudah menikah selama 10 tahun. Sedihnya, meski telah lama menikah, Mumun belum pernah mendengar suaminya mengatakan bahwa ia mencintai istrinya, yaitu Mumun. Sebagai wanita yang melankolis, tentu saja Mumun sangat mengharapkan kata cinta itu keluar dari mulut suaminya. Dasar Maman tipe pria yang gengsinya setengah mati, maka ya bisa ditebak harapan Mumun mungkin tinggal harapan. Kalau tidak Mumun bisa makan hati.  Akhirnya karena wujud pertangungjawabannya pada pilihannya, ia mencoba berpikir positif dan tetap berusaha mewujudkan harapannya. Bukankah bat...

Kamu Pilih Yang Mana?

Gambar diambil dari sini Kalo emak-emak jaman agak lampau/yang eksis di tahun 90an kayaknya masih sempat   ngonangin   lagu ini deh *liriknya seperti yang ada dijudul*. Kalau ga salah itu lagu dangdut hehehe... tapi siapa nama penyanyinya saya lupa (baca: tidak tahu). Nah, lirik ini agak pas dengan pertanyaan yang terlintas dipikiran saya saat ini mengenai buanyaaaknya medsos bergentayangan... Akhir-akhir ini saya baru menyadari ada begitu banyak medsos yang terpampang nyata di sekeliling kita. Sebut saja yang paling populer *untuk saya* yaitu Facebook atau biasa disingkat fb. Medsos ini pertama kali saya kenal di pertengahan tahun 2011 dan menjadi satu-satunya medsos andalan saya. Meski kemudian bermunculan model medsos lain, tetapi saya masih tidak bergeming dari fb. Ga tau kenapa, tapi dari beberapa medsos yang mulai saya kenal seperti BBM, whatsapp, path, instagram, google+, twitter dll, saya masih merasa sangat nyaman menggunakan fb untuk bertukar sapa dengan sah...

Etos Kerja Para Pencari Kerja Kita

Beberapa hari ini saya cukup dipusingkan dengan kegiatan mencari calon pekerja untuk dua usaha yang sedang berjalan. Tapi kok susaaaahhh ... . Saya kira gampang nyari pencari kerja dibandingkan dengan mencari pekerjaan di negeri yang katanya gudangnya pengangguran ini. Ternyata dugaan saya tidak terbukti akhir-akhir ini, meski tidak sepenuhnya salah. Ada dua macam pekerjaan yang saya buka untuk dapat ditempati oleh sosok-sosok muda bertanggung jawab dan ber- attitude  baik. Pertama pekerjaan sebagai programmer pemula untuk usaha software development, dan satunya lagi saya sedang membutuhkan orang yang bersedia menjadi penjaga sekaligus  house keeper  di losmen.  Pekerjaan di losmen syariah yang saya umumkan di status fb disambut antusias oleh para pencari kerja, berbanding terbalik dengan jenis pekerjaan sebagai programmer pemula yang sebenarnya gajinya lebih besar dan jam kerja lebih sedikit. Hmmm ...  Fenomena seperti ini mungkin memang sudah seri...

[EF#6] IS THIS MY ALTER EGO?

In my opinion, all of people need refreshing. And do you know ... that alter ego is one exit way to make refresh up. Yup, alter ego which mean "the other I", will help us to express our wild think and feel free on that hehehe ... How about me? Do I have an alter ego? Hmmm ... i don't really care about that, but sometimes i feel that i want to be someone different than what i am doing right now. In spite of, i often make my expression just flat and unfollow my alter ego at that time *ouch ... it's really really hard*. But on the other time, when i really bored with all about me, i will explode all of my wild think ... *Yeah i feel free...* But please! Don't think, that to be someone with alter ego it's mean that we have no concern with people around us, and we can just act like what ever we want to be. May be some one that work in art will more comfortable to express their alter ego and they will get much more permission from people around them. But, h...

My Alter Ego?

Agak bingung pas dapat tema ini di BEC (Blog English Club). Jujur baru sekali ini tahu ada kata ‘alter ego’ hehehe … helloooow ... ke mana aja buuk …? Tapi begitulah, saya harus bolak balik nyari literatur untuk semakin memahamkan diri saya tentang arti alter ego dengan bahasa yang dapat saya pahami. Dari beberapa referensi yang saya baca ada yang bilang bahwa alter ego adalah sisi lain dari diri yang sering kali berbeda dengan diri kita sehari-hari. Ok endapkan dulu, coba memahami….Tapi saya masih belum ngerti betul, karena saya sedang berusaha menempatkan diri saya sebagai orang yang mempunyai alter ego. Apakah saya mempunyai sisi lain dari diri saya? Artinya apakah dalam diri saya juga ada alter ego? Entahlah, saya yang selalu merasa diri saya garing mengkingking dan tidak seru ini sering merasa memperburuk suasana * oouh … so sad to hear that … . Tapi bener, saya ini adalah pribadi yang pendiam mungkin malah cenderung kaku, hehehe …. Misalnya nih, saat orang-orang bisa menert...

Mengatasi Malas

Akhir-akhir ini malah males … , padahal banyak kerjaan dan tanggung jawab serta target yang tentunya harus diselesaikan. Nah lho, tapi kok malah bawaannya santai … ga mau ngelirik tumpukan tugas itu. Merenung (lebih tepatnya ngelamun…) tentang apa yang sedang terjadi dengan diri ini? Mengapa disaat banyak yang harus dikerjakan kok malah semangat ngedrop gilak … ! Karena pingin keluar dari zona malas itu, saya coba-coba tarik akar permasalahannya. Mengapa tubuh dan pikiran seolah tidak mau bekerjasama untuk menyelesaikan rentetan tugas yang sudah semakin menumpuk. Hmmm … ternyata banyak hal yang menyebabkan seseorang menjadi malas atau kehilangan semangat untuk beraktivitas. Dari beberapa sumber terdapat beberapa penyebab menghilangnya semangat dalam diri yaitu: Lelah atau kurang istirahat Stamina menurun Ada gejala sakit Factor usia atau fisik Ada masalah Meskipun begitu, ada kok solusi untuk permasalahan yang kita hadapi seperti telah disebutkan diatas. Berb...