Langsung ke konten utama

Yuk, Membaca!

 

Masih lekat diingatan saya, bagaimana rasanya bisa mendengarkan langsung nasihat, pelajaran dan gambaran perjalanan panjang seorang sastrawan, penulis yang cerpen-cerpennya sudah banyak mengisi kolom surat kabar dan media lainnya. Saya termasuk pembaca pemula dalam membaca karya beliau. Jadi selain baru baru dalam dunia menulis, saya juga belum banyak membaca karya beliau. Cerita beliau yang menurut saya agak berat dicerna oleh otak saya, sering membuat saya mengurungkan niat untuk mencari karya beliau. Satu cerpen yang saya baca, berjudul Pelajaran Mengarang, dan telah membuat saya takjub.

Ya, beberapa hari lalu saya bisa langsung melihat wajah dan mendengarkan suara beliau, Pak Seno Gumira Ajidarma, meskipun masih lewat perantara media zoom meeting. Perasaan saya tentu saja campur aduk karena ini baru pertama kali bisa ikut dalam kelas menulis beliau, sehingga saya hanya bisa menyimak sambil terus manggut-manggut. Beliau tampak seperti seorang seniman sastra yang bisa saya dengarkan langsung petuahnya, luar biasa. Semua yang beliau sampaikan penuh dengan pengalaman yang sekali lagi hanya bisa membuat saya manggut-manggut.

Beliau telah melewati banyak peristiwa, telah menuliskan banyak kisah lewat cerpen-cerpennya yang selalu menggugah lalu memunculkan pertanyaan bagaimana beliau bisa menulis cerita yang ide dan hasil ceritanya bisa jadi luar biasa jika diramu oleh Pak Seno.

Dari banyaknya pelajaran yang kami terima kemarin malam ada sebuah kalimat di penutup acara. Beliau berpesan begini, “Membacalah supaya anda tidak mengenaskan, karena orang yang tidak membaca itu sangat mengenaskan. Kalau tidak percaya silakan lihat sekeliling Anda.”

Saya tersenyum sambil terus manggut-manggut, lagi. Saking groginya dan tidak ingin hilangan momentum untuk mendengarkan saya malah lupa tidak mencatatnya. Saya beruntung karena teman-teman yang lain rajin dan bersedia membagikan catatan mereka di dalam grup. Sekali lagi pesan membaca itu kami terima dari orang yang memang kesehariannya sudah diisi dengan kegiatan membaca dan menulis dan bisa merasakan betapa sengsara dan mengenaskannya hidup tanpa membaca. Sebuah nasihat yang sangat valid untuk diikuti. Beliau bahkan bercerita bahwa kalau kita membaca maka kita sebenarnya lebih kaya daripada orang-orang yang tidak pernah membaca itu, meskipun mungkin kita terlihat tidak cukup secara harta atau materi kebendaan, tetapi sejatinya kita lebih kaya dari orang kaya itu yang tidak membaca.

Saya sendiri, sesungguhnya tidak terlalu hobi membaca. Hmm, mau membaca, tetapi belum merasa membutuhkan membaca untuk jadi konsumsi sehari-hari saya. Banyak alasan mengemuka jika ditanya kenapa? Ya, karena menurut saya (dulu), kegiatan membaca hanya bisa dilakukan oleh orang yang memang mempunyai waktu luang atau privilege untuk membaca. Maka dengan dalih kesibukan itulah saya merasa membaca bisa jadi kegiatan nomor sekian. Lalu banyak nasihat dari orang asing lewat media sosial yang menyadarkan akan pentingnya membaca. Setelah sedikit tergugah saya mencari cara bagaimana agar saya jadi dipaksa untuk terus membaca. Dan setelah saya tilik ke belakang, ternyata saya punya kebiasaan yang lumayan baik, yaitu menulis. Dulu saya menulis apa saja untuk mengurangi beban pikiran dan penat di hati. Kalau hanya seperti itu rasanya saya tidak perlu banyak membaca, kan ya? Hehehe. Entahlah, saya hanya merasa demikian. Jadi untuk mendorong minat baca, maka saya memaksa diri agar lebih banyak menulis yang bertujuan untuk bisa dibaca lebih banyak orang. Apalagi ada anggapan bahwa kalau ingin menulis sebuah karya maka kita harus membaca setidaknya 100 buku. Asyiiik, ada alasan kuat untuk bisa membaca! Sungguh, di jaman sekarang, dimana scroll media sosial sudah jadi jalan yang umum untuk mengisi waktu luang, kegiatan membaca semakin terasa berat untuk dilakukan. Saya yang dulunya, waktu kecil, belum terpapar media sosial saja kesulitan untuk membiasakan membaca, lalu apa kabar anak-anak muda umur belasan? Wah, menjadi pekerjaan rumah untuk kita yang ingin meninggalkan generasi kuat dan pintar, nih. Dan lagi setelah saya perhatikan, membaca buku atau artikel panjang itu memberikan sensasi menyenangkan pada otak kita. Berbeda dengan saat kita scroll media sosial, saat membaca otak kita akan terasa diperas dan otak seperti sedang berolah raga. Itu yang saya rasakan. Nah, sensasi itu juga bisa menjadi pendorong kita untuk terus membaca. Karena sensasi saat memeras otak untuk memahami bacaan itu ternyata bisa memberikan efek aneh yang menyenangkan. Kalau tidak percaya coba aja sendiri ya, Mak. Nah, sekarang sudah punya alasan untuk membaca, kan? Yuk, semangat membaca agar hidup kita tidak mengenaskan seperti yang tadi dibilang Pak Seno. Semangat ya, Mak!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

[EF#16] Sweet Memory from The Past

Hmmm get this challenge just turn back my memory about my grandmother. Yup, when I was a little girl, my grandmother often tell bedtime stories while for lice (there is no flea in my hair, but my grandmother always do it for me). Yes, I am so lucky that I had got that wonderful memories in my life. I am not sure, but my reading addict may be growing by that beautiful moments.  There were a lot of storytales that I have heard from my grandmother. Start from the legendary tale it is deer stealing cucumbers (Kancil Nyolong Timun), story about deer with crocodile, deer with tiger, storytale about frogs, until the story of flea. And do you know? That stories were repeated every night hahaha. Even though I have never complained about it, instead really enjoy it.  From that storytale I have learned so many things. I grow with that story affect and with that beautiful experiences. I would feel sad when one of the actors got supressions, or I became angry to someone else whose bad...

[EF#8] Dear Younger Me

Dear younger me ... how are you? I hope you always happy dan full of spirits. This time I miss you so much. I really miss your beauty smile. I don't know why? But you were so interesting, full of spirits like what i have said. Dear ... there will be a lot of things happen in the future.  Happiness, sadness and angry, you will find it. But don't worry, i will beside you to keep you on the track. Don't think to run away from that problems. You have to be stronger than you are. Why you ask me about "keep on the track"? Dear ... the biggest thing will come to you. Someone who really love you will come to propose you. He doesn't really care about who you are, where you from *like lyrics of backstreet boys song huh* So don't worry about it, and just do the right things and stay on your believe. May be you don't know this, but the right will not coming late. It will come on the right time, on the right place. So, what you should do is believe it and prov...