Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Menyiapkan Liburan

Liburan akhir semester dan akhir tahun sudah di depan mata. Anak-anak riang bukan kepalang. Membayangkan bebasnya hari-hari mereka tanpa tumpukan tugas, PR dan belajar. Tetapi saya kok malah agak riweuh mempersiapkannya. Hehehe. Karena saya tidak ingin liburan anak-anak hanya diisi dengan rutinitas yang kurang bermanfaat. Saya memang berusaha membuat anak-anak tidak semakin jatuh cinta dengan TV dan gadget. Penyebab mengapa saya menghindari kedua piranti tersebut tentu tidak perlu saya sebutkan karena sudah banyak ahli yang menyarankan dan memberi penjelasan mengenai hal tersebut. Lalu bagaimana agar waktu liburan yang cukup panjang itu dapat berkesan bagi anak-anak tetapi juga ada efek positif khususnya bagi mereka. Karenanya saya coba ngubek-ubek artikel tentang liburan dan inilah hasilnya yang telah saya sesuaikan dengan kebutuhan keluarga kami: 1.    Isi liburan dengan kegiatan yang menunjang kreatifitas anak misal membuat kerajinan tangan bersama-sama. Belum la...

Lika-Liku Merawat Wajah

Di usia yang sudah memasuki kepala 3 tentu banyak sekali permasalahan kulit yang dihadapi ibu-ibu. Dari mulai kulit kering, kulit kusam, berjerawat dan bintik hitam. Memang kecantikan fisik bukan segalanya, tetapi bukankah menjaga keindahannya juga tidak masalah sebagai wujud syukur atas kulit yang membungkus tubuh kita. Saya juga pernah merasakan ribet dan ga sabar dalam merawat kulit terutama kulit wajah. Meski begitu saya tetap melakukan standar membersihkan wajah dan menjaga kelembaban kulit. Karena kulit saya sepertinya lebih mudah kering dan kusam, saya keranjingan dengan produk kecantikan (yang ada di pasaran) untuk menjaga kelembaban kulit. Berbagai produk kecantikan yang dapat menjaga kelembaban kulit pernah saya coba. Tetapi tidak semua produk itu cocok untuk semua jenis kulit. Tapi karena keterbatasan pengetahuan tentangnya, maka saya hanya coba-coba dan mengikuti feeling untuk memilih suatu produk pelembab (untuk kulit wajah kok coba-coba..:)). Ya dari pada tida...

IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis Interaktif)

Pernah saya menuliskan tentang pilihan sikap yang harus berhati-hati menyikapi maraknya komunitas penulisan yang saya tulis disini . Dan dengan mempertimbangkan kesesuaian antara gaya dan selera dalam belajar menulis, saya merasa sangat senang dapat bergabung dengan IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis Interaktif). IIDN yang didirikan oleh Ibu Indari Mastuti dan telah beranggotakan ribuan ibu-ibu dan calon ibu yang mencintai dunia penulisan ini membuat saya semakin senang menulis. Meski saya tidak tahu pasti apakah kesukaan menulis saya ini nantinya akan memberikan manfaat secara finansial atau tidak. Yang lebih saya syukuri sekarang adalah saya memperoleh lingkungan (meski di dunia maya) yang sangat kondusif dan membangun. Semangat menulis dan membaca saya jadi semakin membara. Hehehe… Meski belum lama gabung di IIDN, tetapi sudah banyak ilmu yang saya dapat. Mulai dari ilmu manajemen waktu, ilmu EYD, ilmu menangkap dan memanajemen ide, ilmu mencari uang lewat tulisan dan masih banyak ...

Tamparan keras dari Upin Ipin

 Sumber Gambar disini  Siapa yang tak kenal Upin Ipin? Tokoh kartun yang setiap hari tayang di salah satu TV swasta Indonesia. Sosoknya yang lucu, polos dan cerita yang lebih manusiawi dan masuk akal membuat film kartun yang satu itu menjadi salah satu yang direkomendasikan oleh para ibu untuk ditonton oleh anak-anaknya. Yah, dibanding film kartun lain seperti Sinchan, Naruto, SpongeBob dll sepertinya Upin Ipin masih layak tonton. Cerita yang ditampilkan memang disesuaikan dengan Negara asalnya yaitu Malaysia. Dengan logat Melayu yang awalnya terasa asing di telinga anak-anak, tidak membuat mereka kehilangan pecintanya di sini. Perlahan dan sangat pasti anak-anak mulai dapat mengikuti dan memahami berbagai logat yang ada dalam cerita Upin Ipin tersebut. Bahkan mereka mulai fasih menirukan berbagai aksen dan logat bicara seperti yang ada dalam kartun kesayangan mereka tersebut. Di awal perubahan aksen dan logat bicara anak-anak yang ke-Melayu Melayu-an itu terkes...

Perjalanan Menuju Kebahagiaan

Dulu ketika saya masih remaja, saya mempunyai mimpi bahwa saat dewasa nanti saya ingin menjadi wanita karier. Pokoknya menjadi wanita yang bekerja di kantor, yang berangkat pagi pulang petang. Pagi-pagi sudah wangi, cantik dan keren. Memakai pakaian kerja setiap hari. Dan tentunya mempunyai penghasilan “lumayan”. Kala itu sepertinya saya lupa, bahwa impian terpendam saya yang lainnya adalah mempunyai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Menjadi ibu yang mendampingi dan menjadi saksi proses perjalanan hidup anak-anak saya. Hingga beranjak dewasa lha kok usaha yang saya lakukan tanpa saya sengaja lebih condong mengarah mimpi saya yang kedua. Saya lebih tertarik dengan kegiatan-kegiatan untuk mempersiapkan peran saya sebagai seorang istri dan ibu, dari pada kegiatan yang menuntun saya menjadi wanita karier. Hingga waktu mempertemukan saya dengan bapaknya anak-anak. Jadilah impian saya yang kedua lebih cepat terwujud dari pada mimpi lainnya. Tak berapa lama, lahirlah anak-anak me...

Hipnotis

Pernah mendengar kata hipnotis? Atau mungkin pernah menjadi salah satu korban hipnotis? Atau jangan-jangan malah bertindak sebagai pelaku hipnotis? Hmmm saya pernah menjadi salah satu korbannya. Menyebalkan sekali. Ya! Dihipnotis adalah pengalaman pertama kali saya mengalami hal yang sebelumnya saya anggap tidak masuk akal. Jika ingat kejadian tersebut rasanya saya ingin kembali ke masa ketika saya dihipnotis dan memaki orang yang menghipnotis saya tersebut. Tidak akan saya lupakan dan mungkin sampai sekarang saya belum memaafkan perbuatannya kepada saya. Karena yang saya alami bukan sekedar hipnotis yang ada di TV yang biasa digunakan untuk membuka rahasia (aib) sendiri. Ini penipuan! Grrrr geram sekali saya jika mengingat peristiwa sekitar 2 tahun yang lalu. Peristiwa itu dimulai dengan adanya sms masuk di hp suami saya. Entah mengapa suami yang biasanya cuek dengan berbagai sms yang berisi menjadi pemenang undian, eh ini kok malah antusias. Dia merasa mungkin memang ben...

Jangan menua dalam hampa.

Terinspirasi dari kalimat yang dibuat oleh seorang teman. Mengingatkan saya pada perjalanan hidup yang sudah berjalan cukup jauh. Jika menilik perjalanan kehidupan Kanjeng Nabi Muhammad SAW, maka saya sudah sampai diseparuh perjalanan beliau. Ahh, tidak terasa, sekian puluh ribu hari telah saya lalui. Jika boleh melihat ke dalam diri dan berkaca, apakah yang telah saya isi di terowongan panjang yang telah saya lalui? Apakah kehampaan saja ataukah meninggalkan jejak-jejak penuh keberartian? Apakah saya menjalani proses untuk menjadi seperti kalimat teman saya tersebut “menua dalam hampa”? Dan saya semakin yakin, selama ini saya hanya meninggalkan kehampaan. Menyedihkan. Tapi jika berpikir ke belakang hanya menyebabkan diri ini meratap saja maka akan semakin rugilah diri ini. Tak ada lagi waktu untuk meratapi kehampaan di belakang perjalanan. Yang ada sekarang adalah titik dimana saya berdiri dan pasti akan meninggalkan jejaknya. Memilih jejak yang memberi arti tentu tidak mudah, ...

Hamil dan βHCg

Masih cerita tentang kehamilan saya. Ya, saya memang pernah mengalami berbagai rasa dalam menjalani kehamilan. Dari yang hamil tidak disadari dan keguguran, hingga hamil yang mengharuskan saya nginep di rumah sakit selama 21 hari serta hamil yang menyenangkan. Ini cerita tentang kehamilan saya yang kedua. Setelah saya keguguran pada kehamilan pertama dan dilanjutkan dikuret. Maka saya dan suami bertekad untuk bersemangat agar segera dapat hamil lagi. Hingga dokter yang dulu menangani saya sewaktu keguguran menjadi konsultan kami untuk dapat segera hamil lagi. Alhamdulillah kehamilan yang ditunggu itu datang lagi. Suka cita kami rasakan dan tentunya menjadi lebih hati-hati dan waspada. Setelah mengetahui saya hamil tersebut, saya rajin memeriksakan kandungan. Dan atas rekomendasi salah satu temannya, maka kami memilih salah satu dokter spesialis kandungan yang cukup senior dan terkenal di kota kami. Kehamilan saya yang kedua ternyata tidak jauh berbeda dengan kehamilan saya...

Hamil dan Infeksi Saluran Kencing

Setelah menikah ternyata saya tidak membutuhkan waktu lama untuk hamil , tetapi gejala awal kehamilan saya tidak dicurigai sebagai ciri orang hamil . Saya tidak mual muntah seperti orang hamil pada umumnya, tetapi saya mengalami gejala sering BAK dan BAK yang tidak tuntas dan menjadi sering ngompol karena tidak dapat menahan BAK. Melihat itu, ibu mengajak saya ke bidan dekat rumah untuk memeriksakan diri. Tak tahu kenapa kok bidannya tanpa ba bi bu langsung mengatakan bahwa gejala yang saya alami itu mungkin dikarenakan cuaca yang sedang tidak bersahabat untuk tubuh. Sehingga sistem pembuangan saya bermasalah. Saya dianjurkan banyak minum air putih dan diberi beberapa jenis obat. Bukannya membaik, saya kok jadi semakin sering BAK dan rasanya bertambah sakit. Tidak tahan, akhirnya saya menelepon salah satu rumah sakit untuk disambungkan ke bagian obsgyn dan diterima perawatnya. Bersyukur setelah mendengar keluhan saya, perawat itu memberikan penjelasan mengenai gejala yang s...

Asyiknya Jadi Pengusaha Cilik

Sumber Gambar disini       Anak-anak saya sangat senang jika tiba hari Sabtu. Yaitu hari di mana mereka bisa membawa uang saku ke sekolah, karena selain hari Sabtu anak-anak dilarang membawa uang untuk jajan. Dan uang saku yang boleh dibawa itu tetap tidak boleh lebih besar dari Rp 2.000,- hehehe. Meski begitu mereka girang bukan kepalang J . Ya, karena Saturday is Market Day ! Yeaayy! Hari Sabtu memang hari yang seru, karena anak-anak boleh berjualan! Ya, mereka boleh berjualan apa saja asalkan tidak berjualan mainan. Dulu pernah diperbolehkan berjualan mainan tetapi karena lebih banyak masalah yang ditimbulkan daripada manfaatnya, maka jualan mainan termasuk yang dilarang sekarang. Ketika mendengar gagasan tersebut dulu saya sempat berpikir “Ah masa anak-anak mau berjualan”. Tapi olala! Ternyata di luar dugaan saya, anak-anak banyak sekali yang berminat menjadi pengusaha cilik, termasuk anak-anak saya hehehe. Alhasil setiap hari Jumat sepulang...

Menulis itu Seni yang Bisa Dipelajari

Saya pernah membaca bahwa penulis itu merupakan sebuah profesi. Sama seperti profesi lainnya yang dapat menghasilkan keuntungan misalnya profesi guru, profesi dokter dsb. Selain itu penulis itu juga pekerja seni, dan menulis itu disebut sebagai salah satu kegiatan yang bernilai seni. Saya sepakat dengan kedua pendapat tersebut. Seseorang yang berprofesi sebagai penulis berarti juga sedang berusaha menghasilkan karya seni. Karena suatu karya yang indah itulah yang disebut dengan karya seni. Seseorang yang dapat menghasilkan suatu karya yang mempesona penikmatnya berarti berhasil dalam membuat sebuah karya seni yang indah. Sama seperti aktivitas berkaitan dengan seni lainnya yang proses pembuatannya membutuhkan kedalaman hati dan pikiran, membuat tulisan juga membutuhkan keterlibatan hati. Tulisan yang dihasilkan sepenuh hati oleh penulisnya tentu akan menghasilkan tulisan yang ‘beda’ dengan tulisan lain yang dilakukan tanpa melibatkan hati di dalamnya. Kata-kata yang dihasilka...

Memantaskan Diri untuk Dicintai

“Aku dimadu mbak, dan aku tidak mempunyai kekuatan sehingga aku terpaksa tinggal serumah dengan maduku. Tak masalah jika aku diperlakukan adil, tetapi di rumah itu aku hanya bagaikan pembantu. Anak hasil pernikahanku dengan suamiku pun tidak mendapat perhatian selayaknya seorang ayah kepada anaknya. Dan aku ke sini untuk dapat bekerja dan mengumpulkan uang. Aku ingin segera mengajukan gugatan cerai!” Termangu saya mendengar kisah rumah tangga yang dialami salah seorang kerabat jauh saya. Heran, sedih, prihatin tetapi saya juga ingin marah dan memaki sosok lelaki yang telah berlaku arogan tersebut. Tetapi setelah berbicara lebih lanjut dan mengenal lebih dekat dengan sosok wanita berperawakan subur itu, saya jadi memahami satu hal. Ketidakadilan yang dialaminya itu bukan serta merta terjadi karena arogansi sang suami tetapi faktor yang ada dalam sang istri juga turut andil. Kejadian yang menimpanya mungkin bisa jika dimasukkan dalam kategori Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT...

Pentingnya Kerangka Tulisan

Sebenarnya saya sudah sering mendengar betapa pentingnya kerangka tulisan dalam sebuah karangan/tulisan. Ibarat bangunan yang membutuhkan pondasi maka sebuah karangan juga membutuhkan kerangka untuk dapat memudahkan proses pengerjaannya. Tetapi yang sering terjadi saya mengabaikan hal tersebut. Bukan karena saya menganggapnya tidak penting, tetapi ternyata bagi saya lebih mudah membuat tulisan tanpa memulainya dengan kerangka karangan. Padahal itu jelas-jelas tidak bisa diabaikan. Itu merupakan langkah keliru yang dapat merobohkan bangunan karangan saya dengan sekali tiup. Membuat kerangka tulisan sebenarnya sudah diajarkan sejak dulu ketika belajar pelajaran Bahasa Indonesia. Tetapi karena terlalu sering nulis diary yang biasanya pasti tanpa didahului kerangka tulisan, maka inilah jadinya. Saya jadi kagok untuk menuliskan dan menerjemahkan ide-ide ke dalam sebuah kerangka tulisan. Lantas bagaimana cara membuat kerangka tulisan? Menurut berbagai sumber yang saya gali, maka...

Transparansi dalam Pajak

Mendengar kata pajak pasti membuat sebagian besar orang akan menyingkir. Atau malah berusaha berpikir untuk dapat membayar pajak sekecil mungkin. Jadi slogan “Hari ini tidak bayar pajak? Apa kata dunia?” Itu bukan menjadi ancaman yang memalukan bagi para wajib pajak. Tapi jangan langsung menyalahkan para wajib pajak. Karena kepercayaan rakyat khususnya para wajib pajak memang harus dimunculkan kembali setelah berbagai kasus yang menjerat para aparat di dirjen pajak. Tetapi bukan hanya itu masalahnya. Bagi para wajib pajak, hak-hak yang melekat seiring dengan kewajiban membayar pajak sepertinya bukanlah hak yang sebenarnya harus diperoleh oleh wajib pajak. Mengapa demikian? Hal itu karena dari sekian hak-hak wajib pajak semuanya berujung pada kewajiban yang hanya diperlonggar saja. Wajib pajak masih diperlakukan sebagai objek dan bukan subjek. Misalnya seperti yang tercantum pada buku panduan Hak dan Kewajiban Wajib Pajak, misalnya hak dalam hal wajib pajak dilakukan pemeri...