Masih lekat diingatan saya, bagaimana rasanya bisa mendengarkan langsung nasihat, pelajaran dan gambaran perjalanan panjang seorang sastrawan, penulis yang cerpen-cerpennya sudah banyak mengisi kolom surat kabar dan media lainnya. Saya termasuk pembaca pemula dalam membaca karya beliau. Jadi selain baru baru dalam dunia menulis, saya juga belum banyak membaca karya beliau. Cerita beliau yang menurut saya agak berat dicerna oleh otak saya, sering membuat saya mengurungkan niat untuk mencari karya beliau. Satu cerpen yang saya baca, berjudul Pelajaran Mengarang, dan telah membuat saya takjub. Ya, beberapa hari lalu saya bisa langsung melihat wajah dan mendengarkan suara beliau, Pak Seno Gumira Ajidarma, meskipun masih lewat perantara media zoom meeting . Perasaan saya tentu saja campur aduk karena ini baru pertama kali bisa ikut dalam kelas menulis beliau, sehingga saya hanya bisa menyimak sambil terus manggut-manggut. Beliau tampak seperti seorang seniman sastra yang bisa saya d...