“Apakah salah jika aku melawan arus ini? Apakah salah jika aku berjalan ke arah yang berbeda dengan mereka?” Suara wanita itu terdengar bergetar, seakan sedang menahan runtuhan tembok pertahanan yang selama ini dibangun di dalam hatinya. Hatinya benar-benar sedang rapuh. Perjalanan, pencarian dan bahkan kesetiaannya pada sesuatu yang diyakininya sedang dirasa sangat melelahkan hingga memaksanya untuk mengeluarkan isi hatinya. “Aku sangat lega mendengar itu darimu, karena aku yakin kau pasti sangat lelah. Selalu kutunggu kalimat yang baru saja kau ucapkan itu, hingga pernah ku berpikir apakah kau terlalu sombong untuk mengakui kegelisahanmu.” Ah, kalimat laki-laki itu tidak menjawab pertanyaannya…(emmmm tapi sepertinya memang pertanyaan itu tidak butuh jawaban, mungkin wanita itu merasa tidak sanggup lagi menahan himpitan di dalam hatinya seorang diri. Ya…wanita itu hanya sedang ingin berbagi beban saja..) Meskipun begitu, wanita yang masih menunduk itu memahami sesuatu bah...