Langsung ke konten utama

Postingan

Flamingo Era

Kakak-kakak yang lahir tahun 80 atau 90-an mungkin banyak yang sedang dalam fase ini. Setelah sekian tahun mengabdikan diri pada keluarga, suami dan anak-anak, sekaranglah saatnya kita menikmati masa-masa penuh warna yang pernah kita lewatkan. Uhuuui! Bukan berarti kemarin-kemarin sepenuhnya kita tidak bahagia ya, hanya saja ternyata melihat anak-anak tumbuh besar dan mandiri membuat kita merasa punya hak untuk (juga) menikmati waktu kita. Kebanyakan mamak-mamak generasi milenial sibuk menjalani perannya sampai lupa waktu hingga tidak mengambil jeda untuk me time . Berdasarkan pengalaman saya ungkapan me time itu saya dengar justru setelah anak-anak mulai bisa melepaskan ketergantungan pada emaknya. Mungkin saya yang terlalu memakai kacamata kuda sehingga melewatkan banyak hal selama menjalani hari sebagai seorang ibu, tetapi begitulah yang terjadi dengan saya. Jadi, balik lagi ke Flamingo Era saya termasuk yang sekarang sedang menikmati era kembalinya “warna pink” saya, dengan cara s...
Postingan terbaru

Mengelola Beban, Memilah Masalah

  "It's not the load that breaks you down, it's the way you carry it." –Lou Holtz Sebuah pepatah yang ingin menyampaikan bahwa seberat apa pun berat beban yang kita bawa seharusnya tidak menjadi masalah jika kita tahu bagaimana cara membawanya. Kita mungkin sering merasa tak kuasa menahan beban, apa pun bentuknya beban yang berupa benda ataupun masalah yang membebani. Kalau dari pepatah tadi berarti jika kita merasa keberatan membawa suatu beban maka yang perlu diperbaiki adalah cara membawanya. Ada yang membawa benda dengan dipikul, dijinjing, dibopong, diangkat, digeser dan sebagainya. Dan perbedaan cara memindahkan benda atau penyelesaian masalah yang membebani itu tergantung dari besar kecilnya benda, jenis benda dan lain-lain. Memang benar jika ada pepatah yang mengatakan semua butuh ilmu, kehidupan di dunia membutuhkan ilmu kehidupan di akhirat pun juga sama membutuhkan ilmu agar bisa selamat melewatinya. Sama seperti menyiasati setiap beban yang kita tanggung...

Lakukan Saja Semampumu

 “Do what you can, with what you have, where you are.”—Theodore Roosevelt Saya teringat apa yang telah disampaikan oleh Gus Baha. Pada suatu kali beliau pernah ditanya oleh salah seorang jamaah pengajiannya. Orang itu bertanya tentang peran sekolah atau Lembaga Pendidikan tertentu yang seolah-olah menjadi jaminan jika seseorang bersekolah di sekolah itu maka akan menjadi sukses. Sebagai ulama ahli ilmu hakikat tentu Gus Baha menjawab pertanyaan tadi lewat ilmu hakikat. Menurut beliau hal tersebut tidak bisa dijadikan jaminan. Di mana pun tempat seseorang itu belajar atau sekolah tidak lantas serta merta menjadikan orang itu pintar lalu berakhir pada keberhasilan hidup. Pada kenyataannya yang biasanya ditampilkan dan terkenal itu yang memang yang sukses, sedangkan yang prestasinya biasa-biasa saja atau bahkan cenderung kurang atau tidak pintar maka tentu tidak akan dikenal masyarakat luas. Lalu bagaimana menyikapi hal tersebut, ketika seseorang sudah bersekolah di sekolah yang sanga...

Membaikkan Waktu

‘’Time is what we want most and what we use worst.” –William Penn. Sebuah kalimat bijak yang sering muncul untuk mempertegas bahwa waktu yang sangat berharga itu seringkali malah kita sepelekan dalam penggunaannya. Jika kita mau merenungi, semua orang memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam setiap harinya. Tetapi tidak semua orang bisa tepat mempergunakan waktunya. Tentu kita sering mendengar banyak orang yang mengeluh “tidak mempunyai waktu” saat dihadapkan pada suatu kondisi. Bahkan kalimat itu yang akan sering kita dengar untuk sebuah pembenaran akan suatu kelalaian atau kesalahan atau hal-hal buruk lainnya yang menyangkut penggunaan waktu. Padahal kalau kita mau jujur tentang penggunaan waktu kita tentu kita akan malu sendiri karena sejatinya kita sendirilah yang tidak memanfaatkan waktu tersebut. Bukan salah waktu tetapi salah kita sendiri, karena toh waktu selalu sama dari dulu sampai sekarang, lalu mengapa ada yang masuk kategori tidak bermasalah dengan waktu dan ada yang selalu...

Belajar dari Orang Sukses

Menulis tentang kebiasaan orang-orang sukses. Siapa tahu kita juga akan ketularan sukses seperti mereka. Pagi yang produktif Pagi hari memang sangat menentukan bagaimana hari itu akan berjalan. Jika paginya semarawut maka kemungkinan banyak sekali hal-hal yang sukar dikendalikan di satu hari tersebut. Memulai hari dengan produktif itu antara lain dengan bangun pagi dan tidak menunda-nundanya karena dengan bangun pagi segera kita akan lebih awal memulai hari dan tidak kemrungsung. Bangun pagi mungkin sudah biasa dilakukan bagi umat Islam karena kewajiban di pagi hari yaitu Sholat Subuh. Dan tentu saja hal ini sedikit menguntungkan karena kita terbiasa untuk memulai hari sejak awal. Tetapi jangan tidur lagi setelah sholat subuh karena hal itu berarti sama saja waktu pagi kita terlewat sia-sia. Setelah sholat subuh terdapat banyak hal yang bisa dilakukan seperti membaca buku, mengaji, olah raga dan lain-lain. Kalau saya sebagai ibu rumah tangga waktu pagi digunakan untuk menyiapkan maka...

Sebuah Perjalanan Hidup

 “Teruskan sibukkan dirimu dalam kebaikan. Karena kalau kamu tidak disibukkan dalam kebaikan pasti akan disibukkan dalam keburukan.” –Gus Iqdam Nasihat yang selalu saya sukai. Sebagai orang yang mungkin menurut pandangan orang banyak saya tidak memiliki banyak arti di dunia ini, karena semuanya dihitung dengan perolehan materi, maka saya termasuk yang lega dan selalu menanti nasihat dan cara pikir seperti ini. Jika bukan karena ingin melakukan kebaikan saja agar waktu tidak beralih menjadi habis karena keburukan maka saya mungkin akan berakhir sebagai orang yang hidupnya benar-benar sia-sia. Dan sejauh ini saya sangat senang, setidaknya saya rencanakan hidup untuk menjalankan kebaikan. Kalaupun di tengah jalan ada banyak sekali kendala dan kemalasan maka saya tetap berharap hal itu tidak akan menjadi peneguh saya di kehabisan waktu untuk keburukan. Berjalan lebih dari 40 tahun dalam ketidakpastian dan akan begitu seterusnya karena memang beginilah sejatinya hidup, penuh dengan ke...

Siap Menjadi Dewasa?

 “Takut tambah dewasa… takut aku kecewa, takut tak semudah yang kukira….” Sebuah lirik yang sangat terkenal akhir-akhir ini. Seolah ingin menyampaikan bahwa menjadi dewasa itu tidak enak. Sebuah lirik yang sepertinya kurang lebih akan mempengaruhi cara berpikir setiap manusia yang pasti melewati fase itu. Fase seseorang harus menjadi dewasa. Entah menjadi dewasa karena dipaksa, dewasa karena jiwanya telah siap, atau seseorang yang terjebak dalam umur dewasa dan dia tetap tidak mau menjalani kodratnya. Yang terakhir ini biasanya disebut umurnya telah menua tetapi kedewasaannya tidak mengikuti usianya. Dan saya yang sudah memasuki usia dewasa ini semakin menyadari bahwa saya akhir-akhir ini semakin sering menghadapi hal-hal yang katanya hanya dihadapi oleh orang-orang dewasa. Berbagai masalah datang bertubi-tubi dan dari berbagai arah. Kalau tidak siap menjadi dewasa maka yang terjadi ya memang akan lebih banyak kecewanya dari pada menjalani setiap fase itu dengan seutuhnya. Menikm...