“ Read, read, read. Read everything—trash, classics, good and bad, and see how they do it. Just like a carpenter who works as an apprentice and studies the master. Read! You’ll absorb it. Then write. If it’s good, you’ll find out. If it’s not, throw it out of the window.’’ –William Faulkner Membaca kutipan di atas membuat siapa pun, khususnya untuk yang memang hobi membaca, akan setuju. Apalagi setelah mengetahui manfaat yang diperoleh, pasti akan semakin semangat membaca. Namun begitu, di sekeliling kita ternyata masih banyak yang anti dengan kegiatan yang sebenarnya tidak asing tersebut. Sejak kecil kita selalu diberikan penjelasan mengenai pentingnya membaca. Bahkan sebelum mulai bersekolah kita sudah dikenalkan dengan aktivitas tersebut, tetapi mengapa tidak lantas membuat kita jadi suka membaca? Sejujurnya saya sempat menjadi orang yang setelah selesai sekolah, selesai pula membacanya. Setelah saya coba kilas balik, salah satu pemicunya karena semasa sekolah dulu saya harus m...
Buku "Learning How to Learn" ditulis oleh tiga orang penulis dan peneliti yaitu Barbara Oakley, PH.D., Terry Sejnowski, PH.D., dan Alistair Mcconville yang diterjemahkan oleh Azizah Fitiryanti. Sebagai pendukung tulisan sehingga sangat membantu pembaca memahami maksud penulis, buku ini mencantumkan banyak ilustrasi yang dibuat oleh Oliver Young. Pada awalnya saya merasa ragu, apakah saya bisa selesai membaca buku ini atau tidak. Dilihat dari judulnya jelas membuat saya ingin segera meletakkan buku itu, urung membacanya. Apalagi anak saya bilang dia agak kesulitan memahami buku tersebut. Hmm, tapi bukan saya kalau tidak nekat dan malah tertarik ingin menaklukkan buku tersebut. Hehehe. Pada halaman awal-awal saya memang harus berkali-kali mengulang kalimat yang saya baca. Jujur saya juga harus membuka gelas pikiran saya agar kosong dan mau menerima informasi yang akan disampaikan melalui buku tersebut. Saya membuang jauh perasaan bahwa buku ini akan sulit dimengerti. Pertama-ta...