“Sombong kamu. Sekarang sudah jarang nongkrong!” “Sok iyes banget kamu sekarang!” “Dih, kayak yang paling pinter aja kamu. Gak pernah mau main bareng.” Pernah dengar kalimat-kalimat di atas? Atau mungkin suara-suara itu sering terdengar akhir-akhir ini karena kamu seolah mulai menjauhi teman-temanmu? Atau justru kamu yang menyuarakan kalimat-kalimat bernada “ miring ” di atas? Hmm…. Kalimat yang saya tulis di awal adalah kalimat paling menakutkan bagi siapa saja, khususnya anak-anak dan remaja. Kalimat di atas bisa membuat seseorang yang sedang berusaha “naik kelas” mendadak kendur semangatnya dan memilih “tidak bergerak” sama sekali. Membiarkan masa depannya asalkan dirinya tidak ditinggalkan oleh teman-temannya. Padahal di lubuk hatinya yang paling dalam ada keinginan untuk berubah, hanya saja dirinya terlalu takut berjalan sendirian. Dan siklus kehidupan seperti itu akan selalu ada, kalimat ancaman itu tidak pernah berhenti, selalu ada di segala sisi kehidupan. Disuar...
Suami saya sudah lama tahu kalau saya suka menulis dan saya mempunyai blog pribadi. Meskipun begitu, sepertinya suami tidak pernah tahu atau belum terlalu ingin tahu seperti apa tulisan istrinya ini. Hingga akhirnya ketika akhir-akhir ini saya sering membagikan link blog saya di media sosial, sepertinya suami sempat membaca sekilas. Dan menurut pengakuannya, beliau memang baru membaca sekilas, tidak sampai tuntas, alasannya tentu saja menurutnya tulisannya cukup panjang dan dirinya tidak cukup waktu luang, saat itu. Baiklah, tidak apa-apa. Toh memang selama ini saya menulis bukan untuk beliau saja, atau mungkin memang saya menulis dan saya bahagia, itu sudah cukup. Tak berapa lama setelah saya mulai sering membagikan tulisan di media sosial, suami menanyakan sebuah hal, “Kamu nulis itu pake AI, gak?” *AI itu Artificial Intelligence , yang artinya kecerdasan buatan. Itu satu mata kuliah sendiri dulu waktu kuliah, jadi yang ingin tahu lebih lanjut apa itu AI bisa cari-cari send...