Pernah gak merasa kok, kehidupan orang lain kayaknya lebih enak daripada kehidupan diri sendiri? Saya pernah. Dan pikiran seperti itu cukup lama menemani saya. Banyak contoh kita menginginkan kehidupan orang lain. Kok, enak banget dia masih bisa main ke mana saja padahal sama-sama IRT. Kok kayaknya hidupnya santai banget. Kok enak banget dia suaminya selalu pengertian. Dan masih banyak lagi keluhan khas seorang istri dan ibu. Kok ngeluh, sih? Apa gak tau kalau banyak ngeluh itu tidak baik? Ya, tahu. Pinginnya juga tidak mengeluh, tetapi ternyata yang dilihat dan dihadapi berbeda dengan harapan, sehingga mudah mengeluh. Ya, belajar dikit-dikit ya…..*Hmm, emak ini memang masih harus banyak belajar. Di sisi lain, orang lain ternyata juga sering beranggapan bahwa kita lebih beruntung, hidupnya enak, di rumah tapi masih bisa berkarya dan sebagainya. Anehnya kalimat dari orang lain tersebut seolah terlupakan saat kita melihat kehidupan orang lain. Dan biasanya kita akan lebih perha...
Mak, pernah gak merasa bingung dengan perubahan sikap anak-anak yang mulai tumbuh besar? Saya pernah dan hampir tersulut emosi dengan sikap anak remaja saya. Anak lelaki yang baru tamat SMA itu menunjukkan sikap membangkang dan tidak bersahabat. Kok mereka berubah jadi pendiam. Oke, kalau gak mau cerita gakpapa, toh mungkin memang bukan karakternya yang suka cerita, tetapi kalau jadi pendiam kan kita yang jadi emak jadi ngerasa serba salah, ya? Apa aku ada salah? Ya jelas banyak lah, Mak. Gitu aja kok nanya to, Mak. Hehehe. Oke deh, maap. Awalnya saya diamkan, tetapi lama-lama saya tidak tahan. Hehehe. Ya, mau gimana lagi. Emak-emak yang selama ini terbiasa menjadi tempat “pulang” bagi anak-anaknya, sekarang justru sedang merasa ditinggalkan. Yang agak mengaduk-aduk emosi adalah mereka kok jadi kayak ingin menunjukkan bahwa mereka gak butuh orang tuanya. Loh, loh, loh. Bagaimana bisa muncul perasaan seperti itu? Kan mereka masih membutuhkan biaya untuk macam-macam. Ya, tapi kem...