“Kamu tidak pernah terlalu tua untuk menargetkan tujuan lain atau untuk mendambakan mimpi baru.’’ –C.S. Lewis Usia saya saat menulis ini sudah lebih dari 44 tahun. Sudah bukan usia yang bisa dibilang muda. Meskipun begitu entah mengapa, rasanya masih banyak mimpi dan cita-cita yang sempat terkubur eee...kok akhir-akhir ini mencoba mengusik ketenangan yang sudah diupayakan. Jika beberapa waktu lalu saya sempat merasa semua sudah terlambat, ternyata kalimat di atas telah membuat saya sedikit lebih bersemangat meraih mimpi-mimpi saya yang sempat tertindih oleh tanggung jawab yang musti dikedepankan. Apakah ada rasa sedih karena banyak melewatkan kesempatan? Tentu saja ada. Saya juga tidak ingin berpura-pura bahwa semua sudah baik-baik saja, sudah ideal karena memang tidak ada yang benar-benar ideal. Hanya saja, saya tidak menyesali semua pilihan yang saya ambil. Alasannya tentu saja karena semua yang sudah terjadi ya sudah memang harusnya begitu. Alasan lainnya yaitu beberapa mimp...
Sebagai orang yang sedang merintis di dunia penulisan kadang suka merasa bingung dalam membagi waktu. Jika dalam pelatihan menulis kita sering disuguhi pakem mutlak untuk seorang penulis yaitu terus saja menulis.Tuliskan saja sebisanya, semampunya, jelek tidak apa-apa. Yang penting nulis terus setiap hari. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Memang untuk bisa menguasai suatu bidang kita harus terus melatihnya setiap hari dalam kurun waktu yang sangat panjang, saya kira. Tetapi yang sering luput dari semua itu adalah lalu kapan tumpukan tulisan itu menjadi lebih bermakna dan bisa memberi efek positif tidak hanya untuk penulisnya tetapi juga untuk orang lain. Bukankah salah satu impian orang yang sedang menekuni dunia literasi, khususnya penulisan, adalah karyanya dibaca orang lain. Tetapi jangankan dibaca orang lain, tulisan kita yang masih dalam bentuk tidak jelas itu juga pasti membuat kesulitan kita, penulisnya sendiri dalam memahami maksudnya. Ini pengalaman saya pribadi sih. ...