Kamis, 30 Oktober 2014

Perjalanan Mimpiku (1)




Sudah ba’da Ashar, dan belum ada satu tulisan pun untuk hari ini. Padahal sudah niaaat banget harus buat tulisan minimal 1 dalam 1 hari. Hehehe. Sebenarnya banyak ide berseliweran tetapi kabur seiring derap langkah kakiku menyusuri jalanan panjang siang ini.

Ah tidak boleh menyalahkan apapun dan siapapun. Salah sendiri, kenapa tadi tidak menuliskan ide-ide itu meski harus setengah berlari memburu “kepastian”, meski harus tetap pegang setir. “Gawat! Jika sampai hari ini bolong, tidak membuat satu tulisan pun. Pasti bakalan merembet di hari-hari berikutnya.”  begitu pikirku.

Coba ubek-ubek blog teman-teman blogger. Sapa tahu ada ide nyantel di kepala setelah baca tulisan teman-teman yang lain. Yang ada malah asyik membaca karya para blogger yang keren-keren bgt.

Selama 2 hari ini, disela-sela kegiatan ku yang lumayan padat. Hehehe sengaja dipadet-padetin, supaya terbiasa. Siapa tahu suatu saat nanti, aku jadi penulis yang sudah pandai menulis. Sehingga banyak penerbit yang ingin aku menulis buku untuk mereka. Hahaha ngarep betuull! Nah sekarang latihan dulu jadi orang sibuk, supaya saat benar-benar sibuk nantinya, aku sudah tidak kaget lagi. Halah iki opo J

Saya ulangi, selama 2 hari ini saya menemukan blog teman-teman blogger yang super keren sampai tidak sampai hati saya untuk menutup halaman blognya. Aiihhh segitunya…hehehe. Betul! Beneran! Saya sampai bingung mau baca yang mana dulu, saking semuanya bagus-bagus banget.

Ya! Tulisannya itu lho keren abiisss. Memang beliau-beliau ini sepertinya sudah lama malang melintang di dunia penulisan. Terbukti dari banyaknya karya berupa buku, artikel dan pengalamannya yang aduuuhh bikin geregetean!

Kok bisa ya ada orang dengan kemampuan yang memikat seperti itu? Sejak kapan dia menyadari mimpi dan kemampuan meraih mimpinya tersebut? Terselip sedikit iri (sedikiiiit aja kok hehehe).

Setiap orang memang harus punya mimpi. Termasuk aku. Cuma aku (sepertinya) agak tidak peka terhadap mimpiku sendiri. Aku termasuk yang easy going. Apa yang ada di depanku yang jalani aja. Toh semua sudah diatur oleh-Nya. Itu yang selalu kupikirkan dan sedikit banyak mempengaruhi cara pandangku mengenai mimpi. Hehehe

Dari kecil hingga menginjak waktu kuliah sebenarnya aku termasuk anak yang mendapatkan kebebasan dalam menentukan masa depan. Alias dari dulu sebenarnya aku sudah dituntut peka terhadap mimpiku.

Tapi tetap saja, aku jalani saja apa yang ada didepanku. Prinsipku sampai sekarang ya cuma satu, yaitu bertanggung jawab dan menyelesaikan yang menjadi kewajibanku saat itu. Tidak neko-neko. Tapi hasilnya ya begini, jadi kurang sensitif dan kurang bergairah mengejar mimpi.

Sebenarnya apa yang disebut dengan mimpi? Bagaimanakah mimpi tersebut dihubungkan dengan bakat seseorang? Bagaimana agar seseorang dapat menyadari mimpi terbesarnya? Hhhhhh banyak sekali yang ingin kuketahui.

Dari kecil hingga mau masuk kuliah, aku masih belum sadar betul apa-apa yang ingin kucapai berdasarkan keahlianku. Bahkan mungkin aku juga tidak tahu apa saja kemampuan yang kumiliki. Ataukah aku tidak mempunyai kemampuan? (Halah lha kok jadi negative begini mikirnya? Lupakan!) Semua yang terjadi kuanggap sudah menjadi takdir. Dan aku tinggal menjalaninya.

Dulu selepas SMP sebenarnya bapak sudah membuka jalan mimpiku dengan menawarkan beberapa sekolah lanjutan atas untuk kupilih. Saat itu bapak menyodorkan beberapa pilihan SMA dengan beberapa konsekuensi yang menyertai.

Saat itu bapak memberi dua pilihan awal. Aku disuruh memilih untuk melanjutkan sekolah di sekolah kejuruan atau di sekolah menengah umum. Bapak menjelaskan menurut sepengetahuan beliau “Jika kamu ingin melanjutkan kuliah maka pilihlah SMU, jika kamu pingin segera bekerja maka ambil yang SMK.”

Dulu entah informasi yang sampai ke bapak “hanya” itu, ataukah memang masuk SMK tidak bisa lanjut kuliah. Tapi itu menjadi dasar pilihan pertamaku untuk masa depanku. Aku memilih masuk di SMU. Alasanku tentu saja karena aku ingin kuliah. Mumpung orang tua masih mampu membiayaiku, maka aku ingin sekolah seeeetinggi-tingginya. J

 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar