Jumat, 17 Oktober 2014

Karena Kau Mampu

 
Hingga hari ini, sudah tak terhitung berapa kali jarum suntik memasukkan obat ke dalam tubuhnya. Sudah berapa banyak dosis obat yang ditelannya. Karena sejak dua tahun yang lalu, aroma rumah sakit telah akrab di indera penciumannya. Lara itu telah mengakrabkannya dengan semua aroma kesakitan dan penderitaan. Mendengar namanya saja sudah sangat menyakitkan. Apalagi harus menghadapi dengan tubuh mungilnya.

Ya! Penyakit kanker itu telah menggerogoti tubuhnya sejak dia belum mengerti arti sakit. Sejak dia masih berusaha mengenal isi dunia ini. Sejak dia baru berusaha menjejakkan kaki mungilnya di sini. Bahkan sejak dia belum bisa berteriak “Tuhan, mengapa harus aku? Mengapa harus penyakit ini yang kuderita?” Karena tak ada pilihan dan hanya bisa diam, merasakan sakitnya.

Tangisnya tak berbeda dengan anak-anak sehat lainnya. Senyumnya bahkan menyiratkan keteguhan dan perjuangan. Luka di dalam tubuhnya tersamurkan oleh riang dan canda tawanya. Semakin memiriskan mata hati semua jiwa di sekelilingnya, diiringi deraian tangis orang tuanya. “Biar aku saja yang menggantikan anakku Tuhan! Mereka masih terlalu kecil untuk menanggungnya.” Sambil terisak, tergugu, tak berdaya menerima kenyataan pahit.

Fakta miris menyebutkan bahwa dari sekitar 16 juta pasien, 11.000 orang diisi oleh anak-anak. Berita menyedihkan lainnya adalah penyakit yang sangat ditakuti ini tidak hanya menyerang keluarga berada, keluarga yang tidak mampu pun tak bisa mengelak darinya. Himpitan ekonomi membuat mereka semakin sesak, tidak dapat bergerak. Lantas bagaimana mereka akan mencari jalan dan celah sempit untuk menyembuhkan anaknya? Jika mencari sesuap nasi pun, harus mereka lalui dengan susah payah. Jika nama penyakit yang diderita anaknya masih asing di telinga mereka. Entah apa yang ada di benak mereka?

Bukan!!! Bukan berarti Tuhan tidak adil. Bukan pula berarti Tuhan tidak menakar kemampuan hamba-Nya! Karena Dia yang paling tahu. Ya! Dia yang Maha Tahu. Dia memberikan cobaan untuk menitipkan kemudahan di dalamnya. Memberikan sakit untuk menitipkan berbagai macam obat dan jalan penyembuhannya. Memberikan berbagai kebuntuan untuk membuat manusia semakin kaya jalan keluarnya. Tak ada yang sia-sia.

Jikalau jiwa itu rapuh, maka kekuatan doalah penyembuhnya. Saat merasakan kehilangan, menerima kenyataan melalui wujud kesyukuran akan lebih membahagiakan. Senantiasa berjuang untuk mewujudkan impian adalah kebaikan. Dan menerima ketentuan dengan senyuman betapa pun pahitnya, memang tak akan mengurangi kadar pahitnya. Tetapi senyuman itu membuktikan bahwa kau mampu. Kau pasti mampu. Menjalani dan melewatinya menuju gerbang batas kebahagiaan yang sebenarnya.

Berjuta pasang mata yang menyaksikan deritamu, tak akan tinggal diam. Berusaha mengulurkan tangan untuk meraih tangan mungilmu dan mengajak kalian keluar dari sana. Berusaha menemukan jalan yang terbaik untukmu dapat keluar dari lorong panjang itu. Berbagai macam pengobatan ditawarkan untuk dapat meringankan beban. Karena penyakit ini, bukan saja menyakiti penderita tetapi seluruh hati yang mendengarnya. Salah satu uluran tangan itu adalah Ronald McDonald House Charities (RMHC).  

RMHC hadir dengan misi yang mulia, yaitu menciptakan, menemukan dan mendukung program-program yang secara langsung meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak di seluruh dunia. Untuk mewujudkan misinya tersebut, yayasan ini melakukan berbagai macam program, diantaranya yaitu Ronald McDonald Care Mobile, Ronald McDonald Family Room dan Ronald McDonald House.

Kita pun bisa meringankan beban mereka dengan berbagai cara. Berbagai wadah tersedia untuk menampung bantuan dan kepedulian kita. Kita bisa mewujudkannya melalui www.stripesforlove.com. Peran serta kita akan sangat membantu dan menguatkan mereka. Dan mengatakan pada mereka “Kau pasti bisa, karena kau mampu!”

 

Sumber Bacaan:


 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar