Minggu, 22 Oktober 2023

Tidak Ada Jalan Menjadi Sukses, kecuali...

 “Success is no accident. It is hard work, perseverance, learning, studying, sacrifice and most of all, love of what you are doing or learning to do”—Pele

 

Kalimat di atas dapat diartikan yaitu “Kesuksesan bukanlah suatu kebetulan. Di situ berisi kerja keras, ketekunan, pembelajaran, pengorbanan, dan yang paling penting, cinta terhadap apa yang Anda lakukan atau pelajari.

Sekali lagi kita berbicara mengenai proses. Tidak ada yang instant untuk mencapai suatu tujuan. Langkah-demi langkah yang mungkin setapak demi setapak itu harus dijalani. Semua orang hebat mengatakan hal yang sama. Karena memang itulah jalan satu-satunya dalam meraih kesuksesan atau mencapai suatu tujuan.

Jika dilihat dari setapak demi setapak dan langkah demi langkah tadi, hal tersebut sudah menunjukkan kata kunci yang wajib dilakukan seseorang yang ingin mencapai kesuksesan, di bidang apa pun, yaitu Repetisi atau pengulangan. Ya, kata itu sebuah perwujudan dari sebuah ketekunan, ketangguhan dan kesabaran dalam menjalani suatu proses. Tidak mudah melakukan hal yang sama setiap hari dalam kurun waktu yang lama (mungkin bisa tahunan atau mungkin puluhan tahun). Tapi sekali lagi itulah jalan satu-satunya. Mengulang hal yang sama setiap hari tidaklah mudah, selain mudah memicu kelelahan fisik, yang juga tidak boleh diabaikan adalah kelelahan mental. Apalagi semua usaha dan pengulangan tersebut dilakukan terus menerus sedangkan hasil yang diharpkan belum memberikan isyarat kemunculannya. Tentu saja kondisi tersebut akan mudah menggoyahkan pendirian yang mungkin dari awal tidak kuat. Untuk itu beberapa ahli mengatakan agar orang-orang dapat menyadari dan mengikuti passion/bidang yang disenanginya. Hal itu karena memang tidak mudah melakukan hal yang serupa setiap hari yang mungkin tidak hanya sekali sehari tapi lebih banyak dari itu. Yang memang menyukai bidang itu saja pasti muncul kelelahan apalagi yang tidak ada ketertarikan sama sekali. Wah, bisa mual muntah nanti.

Meski begitu, jika ada orang yang memang tidak ditakdirkan menjalani hal-hal yang disukai atau menajdi passionnya, maka jangan berkecil hati. Pernah dengar sebuah pepatah “Kerjakanlah apa yang kamu cintai, atau cintai apa yang kamu kerjakan?’’ Nah, nasihat tersebut cukup menjadi penopang saat jiwa dan raga sedang sangat Lelah dan ingin menyerah. Menurut saya sebagian dari ujian kehidupan adalah mengerjakan apa-apa yang tidak menjadi passion kita. Tetapi asalkan yang kita kerjakan tersebut tidak melanggar ketentuan norma masyarakat dan agama, apalagi jika hal tersebut masih merupakan bentuk kebaikan, maka belajar mencintai pekerjaan itu adalah satu-satunya jalan. Bersabarlah, bukankah semakin berat ujian seseorang maka insyaAllah semakin besar pula pahala yang dijanjikan?

Langkah selanjutnya adalah komitmen dan kontinuitas. Jangan serupa dengan hangat-hangat tai ayam, bersemangat saat awalnya saja tetapi beberapa waktu kemudian melempem lalu malah lupa dengan impiannya tersebut. Ingat, bahwa perjalanan yang akan ditempuh sangat panjang, kita ibaratkan saja dengan melakukan lari maraton, jadi hemat-hematlah energimu agar bisa mencapai garis finis dengan selamat. Jika sudah menentukan satu tujuan, maka pelan tapi pasti teruslah melangkah. Lakukan hal yang dapat membantu mewujudkan impianmu setiap hari meski itu akan terasa sangat menyiksa, insyaAllah dengan begitu kita akan jadi ahli di bidang yang kita latih tiap hari tersebut. Meski begitu, jangan lantas berhenti di situ dan tidak berusaha mencari wawasan baru. Jika ada hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas kita dalam mencapai impian tersebut maka bergegas mengambil ilmu itu. Siapa tahu dengan begitu Langkah yang diayunkan kian cepat dan bisa bersegera sampai tujuannya dengan lebih mudah.

Seperti tulisan ini, ini adalah tulisan pendek saya yang ke-20. Dan tahukah kawan, tulisan saya sejauh ini tidak ada perubahan yang berarti. Tulisan yang hanya berkisar 300 sampai 400 kata ini pun kadang terasa begitu sulit menyelesaikannya. Mungkinkah artikel yang saya tulis bisa mencapai 1000 kata? Entahlah, dan memang belum sampai di situ. Secara kualitas dan isi tulisan juga menurut saya tidak berkembang. Tulisan saya masih seputar pandangan hidup dan hal-hal yang beririsan dengan itu. Jadi dari sekian tulisan yang saya buat, temanya masih seragam dan itu pun masih dibantu oleh kalimat-kalimat motivasi yang saya kutip dari aplikasi. Entahlah itu hal yang baik atau buruk. Tapi tidak apalah, mending bergerak dan melakukan sesuatu dari pada hanya berdiam diri saja. Meskipun saya juga belum yakin tujuan saya menulis ini sebagai bentuk karya ataukah hanya wujud keisengan belaka. Saya menikmati apapun yang telah saya capai beberapa hari ini, termasuk di dalamnya adalah saya sangat mensyukuri 20 menit yang saya gunakan untuk menulis ini. Besar harapan saya agar tulisan ini semakin meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar