Jumat, 20 Februari 2015

Obrolan Meja Makan

Melanjutkan cerita tentang Mumun yang sedang memperjuangkan perkataan cinta dari suaminya.

Pagi ini Mumun dan Maman sedang sarapan bersama. Kebetulan hari ini mereka sarapan tanpa anak-anak. Karena anak-anak sudah berangkat sekolah. Mumun yang memang senang caper (cari perhatian) dan sedikit menthel (centil) senantiasa mencuri-curi kesempatan untuk bermanja-manja dengan suaminya. Dan pagi itu sepasang suami istri itu makan bersama sambil tentunya ngobrol santai.

"Pah, Mamah pernah dengar nanti kalau kita sudah meninggal, jika kita tinggal di surga maka istri akan ditemani oleh suaminya yang terakhir.  Maksudnya laki-laki yang terakhir menjadi suami itulah yang akan menemani sang istri di surga." Mumun berusaha menjelaskan.*entah dapat ilmu dari mana Si Mumun* Tapi yang jelas Mumun bercerita dengan semangat.

"Kalau begitu Mamah tidak akan menikah lagi jikalau Papah meninggal duluan. Supaya kalau Mamah udah meninggal dan boleh tinggal di surga Mamah dapat ketemu Papah lagi." Lanjut Mumun sambil senyum-senyum ga jelas.

Maman yang dari tadi asyik menikmati sayur bayam kesukaannya, langsung menoleh ke istrinya,

"Yah Mamah ..., kalau Papah di surga Papah pasti sudah ditemani bidadari-bidadari bermata jeli. Kalau udah gitu ngapain Papah musti nyari Mamah." Kata suaminya dengan muka tengil.

Mak jleb! Jawaban yang tak disangka keluar dari mulut suaminya, Meski Mumun tahu persis bahwa suaminya adalah tipe laki-laki yang gengsi setengah mati, tetapi Mumun tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu. Mumun tentu saja jadi keki. Harapannya untuk dapat kata-kata cinta dari suaminya, atau minimal gombalan lah, ternyata berujung perasaan yang ga enak. Rasanya seperti ABG yang baru saja menyatakan cinta pada pujaan hatinya lalu mendapatkan penolakan. 

Ya ampuun ... Mumun yang dulu menolak para pemujanya, sekarang justru mengalami hal yang sama. "Apakah ini yang disebut karma? " Rintih Mumun dalam hati.

Tapi bukan Mumun namanya, kalau lantas ngambek atau marah-marah kepada suaminya, Mumun justru menanggapi ocehan suaminya tersebut dengan gelak tawa. Padahal sebenarnya Mumun tak tahu apa yang membuatnya tertawa. Dan obrolan pagi itu tetap berakhir dengan penantian bagi Mumun.

Kasihan Si Mumun ... . Yang sabar ya Munnn ..., jangan patah semangat untuk mendapatkan ucapan cinta dari Maman. Semangat!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar