Kita pasti sudah sering mendengar ungkapan “Rumput tetangga selalu lebih hijau”. Sebuah kalimat yang menggambarkan suatu perasaan bahwa apa yang kita miliki sekarang tidak terlihat lebih baik daripada milik orang lain. Sebuah perasaan yang semakin diperlihara akan semakin menyiksa. Benar begitu? Contohnya adalah ketika masih kanak-kanak terlintas kalau menjadi anak bapak atau ibu itu kayaknya enak. Lalu beranjak remaja bertemu lebih banyak orang, berkenalan dan berteman lebih luas kita jadi tahu ternyata tinggal di rumah sana lebih menyenangkan karena apa-apa dekat tidak seperti rumahku jauh dari mana-mana. Merasa bahwa diri tidak menarik karena tidak seputih Si Anu, tidak setinggi Si Ana atau penyebab yang lainnya. Masih tidak berhenti di situ, godaan bahwa hidup orang lain selalu lebih indah daripada kehidupan sendiri akan terus berlanjut seiring perjalanan usia. Semua yang dimiliki orang lain selalu saja tampak asyik, menarik dan lebih membahagiakan. Sibuk berandai-andai hin...