Langsung ke konten utama

Beberapa Hal yang Sebaiknya Disimpan Sendiri


 

Pernah gak merasa menyesal setelah menceritakan sesuatu mengenai diri kita kepada orang lain? Kalau saya sering merasa begitu. Sebenarnya saya lebih nyaman sendiri, meskipun begitu saya juga bukan orang yang sama sekali tidak mau bergaul dengan orang lain. Karena semakin bertambahnya umur tentu ada tuntutan untuk bisa berbasa-basi, kan?

Nah, saat kehabisan bahan obrolan saya justru sering terjebak pada suatu kondisi di mana saya lebih banyak bercerita. Rasanya kok canggung gitu, kalau dalam suatu kondisi yang mengharuskan kita berada dalam suatu obrolan dan tiba-tiba hening. Hingga kadang karena bingung mau ngomong apa lagi, saya malah banyak membuka hal-hal yang sepertinya tidak pas untuk diceritakan. Dan ini biasanya baru saya sadari di perjalanan pulang atau ketika sampai rumah. Saya sering mengingat kembali apa saja yang telah saya obrolkan atau lakukan. Hal itu demi memastikan yang saya lakukan tidak menyinggung orang yang diajak bicara. Dari situ kadang jadi ada perasaan bahwa yang saya bicarakan tadi agak berlebihan. Hal-hal yang seharusnya cukup saya simpan sendiri malah tanpa sengaja terbagi. Kalau kata anak zaman sekarang itu namanya oversharing. Kalau sudah begitu saya hanya bisa berharap semoga teman yang saya ajak bicara tadi lupa dengan apa yang saya katakan. Hehehe.

Ngomong-ngomong masalah oversharing, ternyata ada hal-hal yang sebaiknya cukup kita simpan sendiri alias tidak diceritakan kepada orang lain, yaitu:

1.    Mimpi besar

Setiap orang pasti memiliki impian yang ingin sekali diwujudkan. Ternyata seru juga saat mempunyai suatu keinginan atau mimpi lalu diam-diam berusaha mewujudkannya. Biasanya kalau sudah terlanjur diceritakan yang ada jadi tidak bersemangat lagi untuk mewujudkannya. Kalaupun masih bersemangat sayangnya malah jadi tidak fokus. Di samping itu, ada juga nasihat tambahan supaya tidak menyebarkan mimpi besar karena dikhawatirkan ada sebagian orang malah tidak suka dan menjadi penghambat kita dalam meraih impian tersebut.

2.    Kebaikan

Kebaikan juga sebaiknya tidak diceritakan kepada orang lain. Tentu saja alasan utamanya agar tidak mengurangi pahala kebaikan itu sendiri. Dan lagi terlalu banyak menceritakan kebaikan kepada orang lain sepertinya malah akan membuat orang yang mendengar jadi risih. Jadi, sebaiknya kita tidak terlalu mengumbar hal-hal baik yang telah kita lakukan, takut jadi kebiasaan juga, mak. Kalau keterusan malah jadi riya’ kan? Hehehe.

3.    Hubungan dengan pasangan

Hayo siapa yang kalau lagi nongkrong sama teman-teman suka kelepasan bicara? Gak sengaja ternyata kok malah sampai membicarakan hal-hal pribadi seperti bercerita tentang pasangan. Memang seru ya mak ghibahin pasangan sendiri. Eits, tapi ternyata ini gak boleh jadi kebiasaan loh, mak. Baik itu cerita manis dan romantis maupun cerita penuh tangis tetap sebaiknya disimpan sendiri saja. Menceritakan hal-hal baik mengenai pasangan rawan menyebabkan iri, sebaliknya menceritakan hal-hal buruk riskan menambah dosa kita ke pasangan.

4.    Saldo rekening

Ah, saldo rekening cukup saya dan Tuhan saja yang tahu. Tak perlulah ku bagi sedu sedan itu hehehe…. Lagian apa sih alasan menyebarkan isi saldo rekening kepada orang lain? Masih gak paham dengan orang-orang yang gemar membagikan jumlah saldo di rekeningnya. Yang beberapa kali saya lihat ya hanya artis yang melakukan itu. Kalau untuk orang biasa seperti kita eh saya maksudnya, sepertinya tidak ada. Atau memang beneran ada? Waduh, tapi sebaiknya jangan ya, mak. Simpan saja isi saldo rekeningmu sendiri, ya. Kalau mau bagi-bagi jangan nanggung. Jangan cuma berbagi informasi isi saldo, tetapi sekalian bagiin uangnya kepada orang-orang yang membutuhkan dong. Itu baru keren.

5.    Kelemahan

Memang berpura-pura kuat itu melelahkan, tetapi menampakkan kelemahan kepada orang lain juga bukan hal yang layak dilakukan. Jadi salah satu yang harus kita keep sendiri adalah kelemahan kita. Mengapa kelemahan sebaiknya tidak diceritakan kepada orang lain? Karena menceritakan kelemahan sama berbahayanya dengan menceritakan kebaikan kita. Jika ada yang tidak suka dengan kita orang itu akan menggunakan kelemahan kita itu sebagai senjata untuk menjatuhkan kita. Kok jadi serem.

Saya pernah mendengar nasihat dari KH. Maimun Zubair atau yang biasa disapa Mbah Moen. Nasihat beliau kurang lebih isinya, ‘’Kudu wani ngetoke gagah senajan neng ati rasane kudu nangis ‘’  (Harus berani tampil kuat meskipun sebenarnya hati sudah pingin nangis). Cup-cup-cup.

Meskipun begitu, kita tetap bisa meluapkan segala rasa sedih, unek-unek dan sisi-sisi lemah kita. Bisa lewat tulisan atau pun melalui doa. Hal itu jauh lebih aman dari pada menceritakannya pada orang lain.

6.    Masalah keluarga

Siapa sih dari kita yang bebas dari masalah keluarga? Sepertinya semuanya pernah. Minimal salah paham dengan anggota keluarga.

Seberat dan sebesar apapun masalah yang dihadapi sebaiknya tidak lantas diumbar kepada teman atau orang lain atau malah di media sosial. Menceritakan masalah keluarga itu seperti kita sedang menceritakan aib kita sendiri, loh.

Hmmm, tapi kalau beneran sudah tidak sanggup menanggung bebannya sendiri dan ingin bercerita, pastikan kita bercerita pada orang yang benar-benar bisa dipercaya. Lebih amannya sih mending dipendam sendiri dan adukan pada Tuhan. Selain itu, ternyata mencurahkan isi hati melalui tulisan juga sangat membantu, loh.

Nah, itu tadi beberapa hal yang sebaiknya tidak kita ceritakan kepada orang lain. Semoga ada manfaat yang bisa diambil, ya. Tetap semangat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

Bijak Berkendara. Bisa kan?

Beberapa hari lalu kota Jogja geger oleh kasus Moge. Hmmm... kalau dibilang tidak terganggu dengan seliweran para geng motor itu memang bohong. Tidak mungkin masyarakat rela mempersilakan orang-orang yang merasa dapat membeli dunia itu untuk melanggar hak mereka.  Sebelum kisah moge itu menggemparkan dunia nyata dan dunia maya, ada juga geng motor lain yaitu rombongan motor King, dan sebelumnya lagi ada rombongan motor CB yang tak kalah membuat geregetan. Mereka memadati seluruh jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan yang lain.  Saya yang juga tinggal di Jogja sebenarnya sudah sering menemui banyak geng motor menunjukkan aksinya, yang menurut saya tidak banyak memberikan manfaat itu. Justru banyak korban dalam even tersebut. Korbannya tidak hanya dari para peserta touring, tetapi juga pengguna jalan bahkan pejalan kaki harus ikut terkena dampak buruknya. See... mengapa kami menjadi galak? Ya karena nyawa kami terancam, bukan sekedar terganggu. Saya tidak a...