Pernah mendengar ungkapan dari para ayah “Anak Hebat Pasti Anak Ayah!”, dan kalau anak sedang tidak berprestasi atau mungkin malah sedang bermasalah maka menjadi anak ibunya. Masih adakah suami-suami yang biasa berucap demikian? Agak nyinyir dan nyebelin ya dengernya? Yah, bagaimana tidak, ibu yang susah payah jungkir balik (nah mulai lebay kan… J ) mendidik dan mendampingi anak-anak. Dikala ayah di luar menjalankan kewajibannya, maka tugas mendidik anak-anak menjadi kewajiban seorang ibu. Lantas mengapa para ayah suka mengaku-ngaku kalau itu adalah prestasinya. Huh! Agak jengah ya? Hehehehe aku dulu juga sering merasa jengah kalau suami, yang mungkin sebenarnya niatnya hanya menggoda, berlaku seperti yang telah disebutkan di atas. Tetapi sekarang malah sudah kebal, alias ya sudahlah. Ambil aja kalau mau! Begitulah kira-kira bahasa kasarnya. J Bagi seorang ibu, sudah tidak penting lagi apakah kebaikan dan prestasi yang ditunjukkan anak-anak, akan berimbas pada diakuinya...