Langsung ke konten utama

Ibarat Peribahasa: Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

 


“You will never reach your destination if you stop and throw stones at every dog that barks.” –Winston Churchill.

Sebuah kuote yang hampir sama artinya dengan kalimat yang tertera di judul artikel ini, yang kurang lebih artinya adalah kita tidak akan pernah mencapai tujuan jika sibuk mengurusi komentar dari orang-orang. Jadi, kalau kita sudah menentukan tujuan maka sebaiknya fokus mencapai tujuan tersebut. Di dalam proses pencapaian tujuan pasti akan ada banyak yang berkomentar dan bahkan mungkin sangsi dengan kemampuan kita. Tetapi jika kita sibuk menanggapi berbagai macam komentar orang maka kita tidak akan sampai ke tujuan yang kita inginkan. Menjalani proses pencapaian tujuan memang tidaklah mudah. Dibutuhkan konsistensi dan keteguhan dalam menapaki satu demi satu prosesnya.

Saya pernah mendengar sebuah kisah yang bercerita tentang adanya perlombaan memanjat tembok bangunan tinggi yang akan dilakukan oleh sekumpulan kura-kura. Seketika semua orang tertarik untuk bisa melihat perlombaan yang sangat menantang dan mustahil tersebut. Bagaimana mungkin kura-kura bisa memanjat dinding bangunan yang sangat tinggi tersebut? Begitu kira-kira yang ada di pikiran semua penonton yang hadir.

Perlombaan pun dimulai. Satu per satu peserta lomba menapaki dinding gedung pencakar langit tersebut. Sorak sorai dan suara riuh penonton tak kalah seru. Mereka saling berteriak, ada yang menyemangati, tetapi banyak juga yang justru menyangsikan keberhasilannya.

“Bagaimana mungkin mereka bisa sampai di puncak gedung. Lihat! Gedung itu sangat tinggi. Mereka pasti akan kelelahan dan tidak sanggup lagi melanjutkan langkah mereka.’’

“Gedung itu terlihat licin pasti mereka akan terjatuh.”

“Hari sangat panas pasti sebentar lagi mereka kehausan dan tidak sanggup melanjutkan perjuangan mereka.”

Dan berbagai macam teriakan yang menyangsikan kemungkinan dan kemampuan pencapaian puncak gedung. Benar saja, satu per satu peserta lomba tidak kuat dan berhenti. Tetapi diantara banyak peserta yang mulai berguguran tersebut, tampak seekor kura-kura yang terus saja merangkak seolah tidak menghiraukan berbagai komentar para penonton hari itu. Semakin tinggi dia merangkak semakin keras para penonton berteriak. Tapi tetap saja kura-kura yang tersisa itu terus merangkak, dia tampak seperti sosok yang teguh pendirian, tidak tergoyahkan oleh ocehan para penonton yang semakin mengganggu konsentrasi. 

Hingga akhirnya, tibalah kura-kura itu di puncak gedung yang artinya dialah juara dalam perlombaan tersebut. 

"Wahhh! Hebat!!"

"Keren!"

"Kura-kura kecil, kamu menang!"

Sorak sorai para penonton dan tepukan bergemuruh menandai kemanangannya. Di tengah gemuruh suara yang mengelu-elukan dirinya, kura-kura pemenang itu justru tampak tenang. Tidak tampak kebanggaan bahwa dirinya telah memenangkan perlombaan dan mendapatkan banyak sekali apresiasi. Para penonton semakin kagum. Mereka beranggapan bahwa kura-kura mungkin sudah terbiasa memenangkan pertandingan semacam ini.

Beberapa penonton semakin tertarik mendekat dan menccari tahu mengapa kura-kura itu tampak sangat tenang dan fokus saat pertandingan. Dan jawaban kura-kura membuat semuanya tertegun. Karena setelah ditelusuri ternyata kura-kura pemenang itu tuli dan buta. Wah! Sontak para penonton semakin kaget dengan kenyataan yang ada ini. Mereka heran, bagaimana mungkin kura-kura buta dan tuli itu justru yang menjadi pemenangnya. Padahal di situlah letak kunci kemenangannya. 

Dari kisah di atas bisa diambil pelajaran bahwa terlalu mendengarkan dan menanggapi komentar orang-orang yang menyangsikan perjuangan mimpi kita justru dapat menjadi penyebab kegagalan. Saat menjalankan proses menuju impian kita memang sebaiknya fokus saja pada tujuan dan cara-cara untuk meraihnya. 

Memperhatikan dan mempertimbangkan komentar atau masukan dari orang lain memang kadang diperlukan, tetapi kita tidak boleh terlalu terpengaruh dengan pikiran orang lain terhadap jalan hidup yang kita pilih. Selama jalan yang kita pilih itu baik, tidak melanggar syariat dan norma serta bisa memberikan manfaat yang lebih luas maka layak diperjuangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

Bijak Berkendara. Bisa kan?

Beberapa hari lalu kota Jogja geger oleh kasus Moge. Hmmm... kalau dibilang tidak terganggu dengan seliweran para geng motor itu memang bohong. Tidak mungkin masyarakat rela mempersilakan orang-orang yang merasa dapat membeli dunia itu untuk melanggar hak mereka.  Sebelum kisah moge itu menggemparkan dunia nyata dan dunia maya, ada juga geng motor lain yaitu rombongan motor King, dan sebelumnya lagi ada rombongan motor CB yang tak kalah membuat geregetan. Mereka memadati seluruh jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan yang lain.  Saya yang juga tinggal di Jogja sebenarnya sudah sering menemui banyak geng motor menunjukkan aksinya, yang menurut saya tidak banyak memberikan manfaat itu. Justru banyak korban dalam even tersebut. Korbannya tidak hanya dari para peserta touring, tetapi juga pengguna jalan bahkan pejalan kaki harus ikut terkena dampak buruknya. See... mengapa kami menjadi galak? Ya karena nyawa kami terancam, bukan sekedar terganggu. Saya tidak a...