Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Menulis

Selamat Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2026

Selamat Hari Blogger Nasional! Hari ini, tepatnya tanggal 27 Oktober adalah Hari Blogger Nasional dan saya ingin menuliskan sesuatu untuk merayakannya. Saya sudah menulis blog sejak 2012, tepatnya pada saat itu seorang teman yang baik hati mengajari bagaimana membuat blog. Alhamdulillah, saya yang memang lumayan suka menulis ini merasa mempunyai wadah untuk menampung luberan isi pikiran dan perasaan. Sebelum menulis di blog, saya sering iseng menulis cerita humor receh di media cetak. Lumayan menyenangkan. Selain menyalurkan hobi, ternyata bisa dapat honor juga. Horeee! Saat itu media cetak alias koran masih menjadi salah satu media yang paling diminati dalam pencarian informasi. Sayangnya pamor media cetak sekarang semakin redup saja. Digantikan dengan media digital yang perkembangannya sudah sangat dinamis. Pada saat awal mulai nge-blog, saya menemukan banyak komunitas dan bloger-bloger keren. Hampir setiap hari blogwalking dan menikmati berbagai macam suguhan dalam bentuk ...

Menulis adalah Rumah Paling Nyaman

  Suami saya sudah lama tahu kalau saya suka menulis dan saya mempunyai blog pribadi. Meskipun begitu, sepertinya suami tidak pernah tahu atau belum terlalu ingin tahu seperti apa tulisan istrinya ini. Hingga akhirnya ketika akhir-akhir ini saya sering membagikan link blog saya di media sosial, sepertinya suami sempat membaca sekilas. Dan menurut pengakuannya, beliau memang baru membaca sekilas, tidak sampai tuntas, alasannya tentu saja menurutnya tulisannya cukup panjang dan dirinya tidak cukup waktu luang, saat itu. Baiklah, tidak apa-apa. Toh memang selama ini saya menulis bukan untuk beliau saja, atau mungkin memang saya menulis dan saya bahagia, itu sudah cukup. Tak berapa lama setelah saya mulai sering membagikan tulisan di media sosial, suami menanyakan sebuah hal, “Kamu nulis itu pake AI, gak?” *AI itu Artificial Intelligence , yang artinya kecerdasan buatan. Itu satu mata kuliah sendiri dulu waktu kuliah, jadi yang ingin tahu lebih lanjut apa itu AI bisa cari-cari send...

Untuk Penulis Pemula yang Sedang Berproses

  Sebagai orang yang sedang merintis di dunia penulisan kadang suka merasa bingung dalam membagi waktu. Jika dalam pelatihan menulis kita sering disuguhi pakem mutlak untuk seorang penulis yaitu terus saja menulis.Tuliskan saja sebisanya, semampunya, jelek tidak apa-apa. Yang penting nulis terus setiap hari. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Memang untuk bisa menguasai suatu bidang kita harus terus melatihnya setiap hari dalam kurun waktu yang sangat panjang, saya kira. Tetapi yang sering luput dari semua itu adalah lalu kapan tumpukan tulisan itu menjadi lebih bermakna dan bisa memberi efek positif tidak hanya untuk penulisnya tetapi juga untuk orang lain. Bukankah salah satu impian orang yang sedang menekuni dunia literasi, khususnya penulisan, adalah karyanya dibaca orang lain. Tetapi jangankan dibaca orang lain, tulisan kita yang masih dalam bentuk tidak jelas itu juga pasti membuat kesulitan kita, penulisnya sendiri dalam memahami maksudnya. Ini pengalaman saya pribadi sih. ...

Menulis dan Mengawal Peradaban (2)

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya, Menulis dan Mengawal Peradaban (1). Tujuan tulisan ini masih sama yaitu untuk mengingatkan diri sendiri agar tidak lelah menulis. Buku adalah sebaik-baik teman saat sedang sendirian Pernah mendengar kan kalau buku adalah teman terbaik saat kita sendirian? Ataukah keberadaannya sudah digeser oleh gawai yang semakin mudah diperoleh? Mungkin kita samakan persepsi dulu, bahwa buku yang dimaksud tidak saja berupa buku fisik tetapi termasuk buku digital yang sekarang mulai dilirik oleh beberapa kalangan. Mereka tetap membaca buku hanya saja medianya tidak lagi lembaran kertas tetapi berpindah ke bentuk digital di gadget masing-masing. Apapun media yang digunakan tetaplah membaca karena bisa menjadi teman yang paling tepat saat sendirian. Dulu sewaktu masih kulaih, saya pernah mendengar nasihat dari dosen saya yang kurang lebih isinya adalah menyarankan kami untuk memiliki koleksi buku di rumah. Meskipun pada saat itu belum dibaca maka ak...

Menulis dan Mengawal Peradaban (1)

Tulisan yang saya buat untuk menjadi pengingat diri saat lupa mengapa harus menulis.  Mengawal peradaban dengan tulisan. Pagi ini mendapat pencerahan setelah sedikit meragu tentang alasan sebenarnya mengapa harus menulis. Lalu kalimat awal tadi seolah memberi jawaban, menulislah karena masa depan membutuhkan kisah bijak terdahulu. Generasi kemudian akan kesulitan belajar tentang hidup jika mereka hanya dikepung oleh sesuatu semu di genggaman mereka. Kebiasaan membaca harus selalu dihidupkan. Karena jika kelak generasi itu tak tahu ilmu dan tidak menyadari di mana letaknya maka itu kurang lebih merupakan kesalahan generasi kita. Kesalahan kita adalah kita tidak memberikan warisan ilmu itu agar dapat mereka baca dan tiru. Lalu di mana ilmu itu bisa diletakkan? Kalau kamu bukan tipe orang yang senang berinteraksi langsung dengan orang lain, maka jalan satu-satunya adalah membagi kisahmu lewat tulisan. Kisahmu adalah pengalamanmu, tetapi mereka generasi muda dapat belajar kehidupan lew...

Dilema Mukena

Cerita ini terjadi saat saya kuliah. Waktu itu mukena parasit mulai ngetrend . Pas juga seorang teman menawari saya sebuah mukena . Karena tertarik dan juga bisa digunakan untuk gonta-ganti maka saya ikut memesan mukena berbahan parasit tersebut. Selang beberapa minggu, mukena yang ternyata harus nunggu proses jahit itu sampai juga di tangan. Dan saya baru pertama kali itu bisa melihat dan memegang langsung mukena yang saat itu sedang sering menjadi pembicaraan. Yang katanya praktis, ringan dan enak dibawa-bawa. Eh tetapi saya kok justru merasa ada yang kurang dengan mukena baru saya itu. Saya raba ... benar ini berbahan parasit, terasa kresek-kresek dan agak kasar. Memang terasa ringan, tetapi kok tipis dan menerawang. Bagaimana saya akan sholat kalau begini? Wah pasti akan sangat ribet, karena saya harus melapisi mukena itu dengan baju dan rok panjang beserta jilbabnya supaya aurot saya selama sholat tidak terlihat.  Saat untuk bepergian atau jalan-jalan mungkin enak,...

Paling Bete Kalau ...

Waktunya curhat ... hehehe Berusaha mengingat-ingat kira-kira apa ya yang membuat saya sering tidak nyaman. Nulis ini di masa menjelang DL memaksa harus memutar otak, mengembalikan ingatan ke beberapa kejadian silam yang membuat bete atau tidak nyaman. Kalau secara fisik sih ya ada beberapa hal yang membuat saya tidak nyaman. Buanyak sih sebenarnya, tapi ... dibatesi 3 ya. Tiga diantara hal-hal yang sering membuat bete saya ya ini  1. Pergi dalam keadaan belum mandi.  Meski saya bukan tipe orang yang super bersih dan rapi, tetapi teteup  namanya perempuan ya. Sejorok-joroknya pasti tidak lebih jorok dari yang bukan perempuan kan hehehe. Jadi kalau harus pergi buru-buru misal harus ke bank pagi-pagi dan belum mandi itu rasanya ga banget. Badan berasa bau, gerah dan semua jadi terasa tidak mengenakan. Pingin cepat pulang, mandi, ganti baju rapi, pakai bedak, hand body dan deodorant   jadi wangi ahehehe ... 2. Datang bulan pas lagi banyak-banyaknya Nah ini ...

Menjadi Mompreneur? Ya iyalah!

Mompreneur. Keren ya kedengarannya? Yup, mompreneur ini istilah yang menggambarkan seorang ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah. Jadi maksudnya, si ibu bekerja tetapi juga mengurus semua kebutuhan rumah tangga. Dan itu dilakukan dari rumah saja, tidak perlu pergi pagi pulang petang.  Hmmm, membayangkannya saja sudah ribet apalagi menjalaninya. Ibu dengan tumpukan tanggung jawab harus bekerja di rumahnya. Apa ga bingung tuh memilah prioritas pengerjaan tugasnya? Lebih baik jangan dibayangkan deh, tetapi langsung dicoba saja. Dijamin seru. Dan lagi mompreneur ini sekarang memang lagi booming banget.  Mengapa begitu? Karena ada banyak hal yang membuat mompreneur menarik sekaligus menggiurkan untuk para ibu rumah tangga, termasuk saya. Apa saja sih alasan ibu rumah tangga memilih menjadi mompreneur? Berdasarkan pengalaman sendiri dan teman ternyata ada beberapa alasan mengapa memilih menjadi mompreneur. Apa sajakah itu?  Please check this out. 1. Keingina...

#BeraniLebih Bergerak

Mempunyai penyakit vertigo membuat saya sering memanjakan diri sendiri. Saya sangat membatasi diri agar tidak terlalu kelelahan, jangan sampai kurang tidur, ga boleh terlalu memforsir pikiran, dan harus menjauhkan beban pikiran sejauh-jauhnya. Yah, karena penyakit ini menjadi siksaan bagi penderitanya saat kambuh tiba. Bumi terasa berputar, bergoncang, dan tubuh serasa terombang-ambing tanpa tahu kapan rasa itu akan berhenti meskipun sudah muntah berkali-kali. Yah, saya mengidap vertigo sejak SD kelas 5. Meski sering kambuh tetapi saya baru tahu nama penyakit ini ketika saya sudah di bangku kelas 2 SMA. Penyakit vertigo saya dulu sering kambuh, terutama jika rasa lelah mendera atau kurang tidur serta mendapat tekanan secara secara fisik dan mental yang agak berlebihan. Dan itu menimbulkan trauma bagi saya. Ajaibnya, setelah menikah vertigo saya jadi jarang sekali kambuh. Terakhir kambuh seingat saya yaitu ketika anak kedua saya lahir. Nah, saat masa-masa repot mengurus dua...

Alhamdulillah ... menang GA (curcol saya :))

Ah, akhir-akhir ini sepertinya saya sering mendapatkan berita gembira dari jalur penulisan (baik blog maupun media cetak). Meskipun, belum banyak seperti prestasi dan karya teman-teman yang telah lebih dulu bergulat dan bergelut dengan dunia penulisan ini, tetapi saya merasa sangat beruntung. Hehehe iya, saya beruntung sekali karena berbagai penghargaan berupa diterimanya tulisan saya itu memberi kobaran semangat dalam diri saya. Seperti sebelumnya yang pernah saya ceritakan, tulisan saya dimuat di koran Solopos. Tulisannya bisa dilihat di sini . Hari ini, sebuah GA yang diadakan oleh Mbak Rina juga berbaik hati memberikan apresiasi untuk tulisan saya yang berjudul Kamulah Jawaban Doaku . Menggembirakan dan menjadi semacam embun yang menemani saya membuka lembaran hari dengan keindahan dan semangat. Menceriakan hari-hari saya dan menjadi angin segar diantara himpitan aktivitas yang kadang menguras energi dan konsentrasi.  Timbul tenggelam, kadang naik kadang turun, itulah la...

Kamulah Jawaban Doaku

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Suamiku ... Ternyata sudah 10 tahun kita menjalani hari-hari bersama dalam naungan pernikahan. Pertemuan yang tidak pernah aku sangka sebelumnya. Pernikahan yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Suka duka kita jalani bersama, meskipun sebenarnya aku merasa lebih banyak sukanya ketimbang dukanya. Apakah kau juga merasa demikian? Suamiku ... Setelah sekian lama berada di sampingmu, mempelajari tabiatmu, mengerti kebiasaanmu dan belajar mencintai apa-apa yang kaucintai, menyadarkanku bahwa telah banyak hal yang aku pelajari dari dirimu. Banyak pengertian yang kurangkum dalam setiap perbuatan dan perkataanmu. Bahwa cinta tidak mengenal kata benci, bahwa mencintai berarti mengajaknya memperbaiki diri, bahwa mencintai orang lain setulus hati bukan sekedar empati melainkan perwujudan kecintaan pada Ilahi.  Suamiku ... Meski terkadang kerasnya tabiatmu membuatku sesak dan tak bisa bergerak, tetapi tabiatmu itulah yang telah menggiringku...

Cihuiiii! Tulisanku Dimuat

Tanggal 21 Maret 2015 adalah hari yang sangat bersejarah bagi saya hehehe. Bukan apa-apa, hanya saja hari itu terjadi peristiwa yang membuat hati saya berbunga-bunga hihihi. Langsung saya ceritakan saja ya, jadi di hari itu tepatnya pada pukul 10.00 WIB terdengar suara motor berhenti di halaman rumah saya. Ketika saya melongok dari jendela di ruang tamu, ternyata yang datang adalah pak pos. Pak pos memang cukup sering menyambangi rumah kami. Karena selain saya, anak-anak juga gemar mengirimkan hasil karyanya ke majalah-majalah. Selain itu pak pos juga sering datang untuk mengantarkan surat-surat yang terkirim untuk salah satu anggota keluarga di rumah. Jadi kedatangan pak pos hari itu tidak terlalu menjadi moment spesial bagi saya. "Oooo pak pos datang, mau ngater apa lagi nih pak pos?" Ketika saya hendak berhambur keluar, terdengar suara suami saya yang ternyata lebih dulu keluar rumah menemui pak pos. "Di sini benar ada yang namanya Dian? Dian Maretha?" ...

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

[Suka Duka Hijabku] Jilbabmu Mempesonaku

Dari judulnya terkesan bahwa yang nulis ikhwan (alias mas-mas) yang sedang terkagum-kagum dengan kibaran jilbab seorang akhwat bukan? Eits, Anda keliru teman, yang nulis ini perempuan tulen (buktinya dah melahirkan dua anak laki-laki hehehe ...). Tapi begitulah, jilbab (begitu saya biasa menyebutnya) telah saya kenal sejak tahun 1996, tepatnya sejak saya duduk di kelas 2 SMP. *Nah mulai menghitung kan, kira-kira sekarang saya umur berapa, hehehe ...* Yah, biarpun pada masa itu jilbab belum sepopuler sekarang, tapi di sekolah saya jilbab biasa digunakan saat ada pelajaran agama, sehingga lumayan kenal lah dengan jilbab. Pada jaman saya masih remaja imut itu, saya termasuk yang kolot *itu kata orang tua saya dulu hehehe*. Iya, karena saya selalu menolak memakai baju ketat dengan lengan super pendek, apalagi yang model you can see my lek ( baju yang ga ada lengannya ituuu...), aduuuh ga banget deh. Rasanya kok kayak seluruh tubuh saya tidak tertutup baju. Betul kan saya bilang tadi, sa...

My Alter Ego?

Agak bingung pas dapat tema ini di BEC (Blog English Club). Jujur baru sekali ini tahu ada kata ‘alter ego’ hehehe … helloooow ... ke mana aja buuk …? Tapi begitulah, saya harus bolak balik nyari literatur untuk semakin memahamkan diri saya tentang arti alter ego dengan bahasa yang dapat saya pahami. Dari beberapa referensi yang saya baca ada yang bilang bahwa alter ego adalah sisi lain dari diri yang sering kali berbeda dengan diri kita sehari-hari. Ok endapkan dulu, coba memahami….Tapi saya masih belum ngerti betul, karena saya sedang berusaha menempatkan diri saya sebagai orang yang mempunyai alter ego. Apakah saya mempunyai sisi lain dari diri saya? Artinya apakah dalam diri saya juga ada alter ego? Entahlah, saya yang selalu merasa diri saya garing mengkingking dan tidak seru ini sering merasa memperburuk suasana * oouh … so sad to hear that … . Tapi bener, saya ini adalah pribadi yang pendiam mungkin malah cenderung kaku, hehehe …. Misalnya nih, saat orang-orang bisa menert...