Langsung ke konten utama

Jika Temanmu tidak Mendukung Mimpimu, maka Ganti Temanmu

 


“Sombong kamu. Sekarang sudah jarang nongkrong!”

“Sok iyes banget kamu sekarang!”

“Dih, kayak yang paling pinter aja kamu. Gak pernah mau main bareng.”

Pernah dengar kalimat-kalimat di atas? Atau mungkin suara-suara itu sering terdengar akhir-akhir ini karena kamu seolah mulai menjauhi teman-temanmu? Atau justru kamu yang menyuarakan kalimat-kalimat bernada “miring” di atas? Hmm….

Kalimat yang saya tulis di awal adalah kalimat paling menakutkan bagi siapa saja, khususnya anak-anak dan remaja. Kalimat di atas bisa membuat seseorang yang sedang berusaha “naik kelas” mendadak kendur semangatnya dan memilih “tidak bergerak” sama sekali. Membiarkan masa depannya asalkan dirinya tidak ditinggalkan oleh teman-temannya. Padahal di lubuk hatinya yang paling dalam ada keinginan untuk berubah, hanya saja dirinya terlalu takut berjalan sendirian. Dan siklus kehidupan seperti itu akan selalu ada, kalimat ancaman itu tidak pernah berhenti, selalu ada di segala sisi kehidupan. Disuarakan oleh orang-orang yang harusnya menjadi bagian paling mengerti karena mereka adalah orang-orang yang selama ini dianggap dekat. Itulah yang membuat keraguan semakin dalam, saat orang yang seharusnya menjadi pendukung justru berlaku sebaliknya.

Akhir-akhir ini saya mendengar sebuah kutipan yang menarik: Jika teman-temanmu tidak mendukungmu meraih mimpimu, maka yang diganti bukanlah mimpimu melainkan temanmu yang harus diganti. Ya, sebuah kalimat yang sangat mungkin menjadi penyemangat siapa saja yang sedang ragu memilih, antara teman atau masa depan. Padahal meninggalkan teman atau lingkungan yang tidak mendukung “pertumbuhan” kita adalah pilihan bijak. Apalagi kalau bertemu dengan orang-orang yang berpotensi menjadi penghalang kita meraih tujuan atau cita-cita. Beberapa orang akan meragukan mimpi kita dan berusaha membuat keyakinan kita berkurang. Sebagian lagi mungkin tidak suka dengan keberhasilan yang kita raih. Hal itu tentu saja akan sangat mempengaruhi kinerja kita dalam upaya meraih mimpi.

Tidak semua teman bisa membawa kepada kemajuan dan kebaikan. Bersyukur jika kita memperoleh teman yang saling mendukung untuk kebaikan masing-masing. Tapi jika kita ketemu yang sebaliknya, maka tanpa ragu harus berani mengambil jarak. Bahkan jika sudah sangat mengganggu dan kalau memang diperlukan maka kita bisa meninggalkan lingkungan yang tidak mendukung/tidak support tersebut.

Masa depan kita adalah milik kita. Sehingga kita sendirilah yang harus menentukan dan mengusahakan sendiri masa depan kita tersebut. Kalimat yang terdengar lumrah untuk orang-orang yang telah dewasa atau telah melewati pahitnya kekecewaan karena salah memilih pergaulan. Tapi untuk anak-anak yang masih remaja, hal tersebut bukan pilihan yang mudah. Banyak alasan mereka lebih memilih teman dan kadang mengorbankan masa depan. Diantaranya karena perasaan sungkan, takut tidak ditemani serta ragu dengan diri sendiri. Sekali lagi, pilihan tersebut memang tidak mudah. Meskipun begitu, bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Ya, waktu berjalan dan semua orang bisa berubah. Dan perubahan yang ada dalam diri kita tidaklah salah jadi tidak perlu merasa bersalah dan mengalah. Mengalah untuk beberapa hal yang tidak prinsip memang baik, tetapi jika kita mengalah hanya karena tidak enak dengan teman dan malah mengorbankan masa depan kita sendiri, maka itu perlu dikoreksi. Jika memungkinkan kita bisa membicarakan baik-baik tentang perubahan sikap kita dan perilaku kita. Tetapi jika pandangan kita tidak diterima maka mengambil jarak dari lingkungan yang tidak sepemikiran tersebut bukanlah kejahatan.

Kita hanya sedang menjalankan fungsi kita sebagai manusia yang belajar dewasa, yaitu berani mengambil sikap dan tetap bijaksana dalam bertindak. Meninggalkan sebagian teman yang tidak mendukung proses kemajuan kita adalah salah satu bentuk pengorbanan kita. Dan yakinlah kita tidak sedang memusuhi mereka, hanya saja kita sedang membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak untuk meraih cita-cita kita. Dan lagi di dalam perjalan kita nantinya pasti akan dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki cara pandang yang sama dengan kita sehingga tanpa sengaja kita menemukan teman baru yang insyaAllah lebih baik dan membaikkan.  

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

Bijak Berkendara. Bisa kan?

Beberapa hari lalu kota Jogja geger oleh kasus Moge. Hmmm... kalau dibilang tidak terganggu dengan seliweran para geng motor itu memang bohong. Tidak mungkin masyarakat rela mempersilakan orang-orang yang merasa dapat membeli dunia itu untuk melanggar hak mereka.  Sebelum kisah moge itu menggemparkan dunia nyata dan dunia maya, ada juga geng motor lain yaitu rombongan motor King, dan sebelumnya lagi ada rombongan motor CB yang tak kalah membuat geregetan. Mereka memadati seluruh jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan yang lain.  Saya yang juga tinggal di Jogja sebenarnya sudah sering menemui banyak geng motor menunjukkan aksinya, yang menurut saya tidak banyak memberikan manfaat itu. Justru banyak korban dalam even tersebut. Korbannya tidak hanya dari para peserta touring, tetapi juga pengguna jalan bahkan pejalan kaki harus ikut terkena dampak buruknya. See... mengapa kami menjadi galak? Ya karena nyawa kami terancam, bukan sekedar terganggu. Saya tidak a...