Langsung ke konten utama

Cihuiiii tulisanku dimuat!

Tanggal 21 Maret 2015 adalah hari yang sangat bersejarah bagi saya hehehe. Bukan apa-apa, hanya saja hari itu terjadi peristiwa yang membuat hati saya berbunga-bunga hihihi. Langsung saya ceritakan saja ya, jadi di hari itu tepatnya pada pukul 10.00 WIB terdengar suara motor berhenti di halaman rumah saya. Ketika saya melongok dari jendela di ruang tamu, ternyata yang datang adalah pak pos. Pak pos memang cukup sering menyambangi rumah kami. Karena selain saya, anak-anak juga gemar mengirimkan hasil karyanya ke majalah-majalah. Selain itu pak pos juga sering datang untuk mengantarkan surat-surat yang terkirim untuk salah satu anggota keluarga di rumah.

Jadi kedatangan pak pos hari itu tidak terlalu menjadi moment spesial bagi saya.
"Oooo pak pos datang, mau ngater apa lagi nih pak pos?"

Ketika saya hendak berhambur keluar, terdengar suara suami saya yang ternyata lebih dulu keluar rumah menemui pak pos.

"Di sini benar ada yang namanya Dian? Dian Maretha?"

"Iya benar pak, dan saya suaminya" sahut suami saya

Saya tidak terlalu menyimak obrolan tersebut, hanya saja sayup-sayup terdengar obrolan suami saya dan pak pos, yang banyak menyebut-nyebut nama saya. Hingga akhirnya suami memanggil saya,

"Ummiii, wah oleh kiriman duit okeh ki!" (Saya terjemahkan ya "Ummi, wah dapat kiriman uang banyak nih")

Mendengar kata uang apalagi ada embel-embel banyak, tentu saja saya langsung melompat keluar menemui sumber suara tadi hehehe.

"Duit? Duit ko sopo Bah? Piro duite?" ("Uang? Uang dari siapa Bah? Berapa jumlahnya?") *Hal yang berhubungan dengan uang selalu menarik untuk dikorek hahahaha ... .

Dan suami segera menyodorkan dua lembar kertas yang setelah saya baca memang benar ada yang mengirimkan uang kepada saya sejumlah Rp 45.000,- dan Rp 20.000,-. Dan setelah saya amati pengirimnya dari Solopos.

"Yuhuiiiii, tulisanku dimuat di Solopos! YES!" *melompat kegirangan, lupa umur dan berat badan.

Tanpa mempedulikan jumlah uang yang mungkin bagi sebagian orang tidak seberapa, saya melompat kegirangan. Uang yang tertulis di dalam kertas wesel itu bagi saya merupakan nikmat yang luar biasa. Rasanya seperti anak kecil yang dibelikan mainan yang sudah menjadi incarannya. Sambil mengingat-ingat tulisan mana yang dimuat, saya terus berceloteh dengan gembira *maklum saya telah menulis cukup banyak dan mengirimkannya ke beberapa media dan belum ada yang dimuat sebelumnya jadi agak lebay dan katrok bersikap hehehe ... .

Nah untuk pembaca budiman yang ingin ikut membaca tulisan aslinya monggo baca sebelah sini. 







Komentar

  1. Selamat ya Mbak.
    Bukan besar kecilnya honor yang bikin kita senang. Rasa bahagia datang karena memang tulisan kita cukup dihargai untuk dimuat dalam surat kabar.

    Ryanfile.wordpress.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

Bijak Berkendara. Bisa kan?

Beberapa hari lalu kota Jogja geger oleh kasus Moge. Hmmm... kalau dibilang tidak terganggu dengan seliweran para geng motor itu memang bohong. Tidak mungkin masyarakat rela mempersilakan orang-orang yang merasa dapat membeli dunia itu untuk melanggar hak mereka.  Sebelum kisah moge itu menggemparkan dunia nyata dan dunia maya, ada juga geng motor lain yaitu rombongan motor King, dan sebelumnya lagi ada rombongan motor CB yang tak kalah membuat geregetan. Mereka memadati seluruh jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan yang lain.  Saya yang juga tinggal di Jogja sebenarnya sudah sering menemui banyak geng motor menunjukkan aksinya, yang menurut saya tidak banyak memberikan manfaat itu. Justru banyak korban dalam even tersebut. Korbannya tidak hanya dari para peserta touring, tetapi juga pengguna jalan bahkan pejalan kaki harus ikut terkena dampak buruknya. See... mengapa kami menjadi galak? Ya karena nyawa kami terancam, bukan sekedar terganggu. Saya tidak a...