Langsung ke konten utama

Cari Lingkungan yang Baik dan Membaikkan!


Pernahkah teman-teman merasa sangat malas melakukan apapun? Pinginnya hanya leyeh-leyeh di depan TV, ganti-ganti chanel TV hingga tak terasa waktu berjalan sangat cepat dan kita hanya mendapatkan sebuah kehampaan?
Jujur saya lumayan sering merasa demikian (hehehe malu saya…), tapi ya itulah yang terjadi dan memang harus saya akui. Hal tersebut seringkali tak sadar melenakan kita, berdalih ah hari ini santai-santai saja, toh kemarin-kemarin sudah bekerja sangat keras.
Hmmm bolehlah bersantai, toh tubuh kita juga punya hak untuk beristirahat dan bersantai sejenak. Tetapi jangan keterusan, karena sesuatu yang melenakan itu biasanya mudah berubah menjadi candu.
Kecanduan itu saya lihat sebagai suatu aktivitas yang berlebihan. Jadi harus dihilangkan. Segala sesuatu yang berlebihan kan tidak baik, begitu kan kata orang bijak?
Lalu apa yang harus dilakukan jika kita mulai merasa kecanduan terhadap sesuatu, terutama yang bisa berdampak buruk pada diri kita? Contoh paling dekat dengan dunia kita misalnya kita kecanduan nonton drama korea, kecanduan nonton infotainment, kecanduan nonton sinetron dll. Contohnya ibu-ibu banget ya? Maklum yang nulis memang ibu-ibu.
Nah tak sadar kita telah membuang banyak waktu untuk melakukan berbagai aktivitas tidak penting seperti di atas. Mengapa tidak penting? Ya karena itu hiburan, dan akan menjadi tidak penting karena kita jadi melupakan aktivitas yang lebih produktif lainnya hanya untuk hiburan semata. Eman-eman kalau kata orang Jawa.
Saya juga termasuk orang yang sangat senang dengan sesuatu yang melenakan, sesuatu yang hanya santai-santai tetapi tetap bisa kenyang makan enak, hidup sukses. Tapi itu sudah pasti akan selesai di angan-angan saja. Karena di luar sana, banyak orang tidak lelah bergerak untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Saya bersyukur berada di lingkungan yang sangat aktif dan mencintai produktivitas. Serta tidak suka dengan segala macam bentuk kemalasan. Dulu saya sering menjadi korban kemarahan lingkungan terdekat saya hehehe. Apalagi sebabnya, kalau bukan karena sifat saya yang cenderung mengabaikan waktu.
Pelan tapi pasti, saya pun mulai tersadar, apakah saya hanya akan selesai di dunia ini tanpa membawa bekal apa-apa? Apakah saya tidak ingin meninggalkan kesan baik untuk anak keturunan saya? Sehingga saya mendorong diri untuk segera bangkit dan ikut berlari mengejar mereka yang mungkin telah jauh meninggalkan saya.
Mencari lingkungan yang baik dan membaikkan memang mutlak untuk kita yang senantiasa ingin memperoleh kebaikan selama hidup kita dan untuk bekal kita ke “sana” nantinya.
Semoga kita dimudahkan dalam mendapatkan lingkungan itu. Semoga saja. J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

[EF#16] Sweet Memory from The Past

Hmmm get this challenge just turn back my memory about my grandmother. Yup, when I was a little girl, my grandmother often tell bedtime stories while for lice (there is no flea in my hair, but my grandmother always do it for me). Yes, I am so lucky that I had got that wonderful memories in my life. I am not sure, but my reading addict may be growing by that beautiful moments.  There were a lot of storytales that I have heard from my grandmother. Start from the legendary tale it is deer stealing cucumbers (Kancil Nyolong Timun), story about deer with crocodile, deer with tiger, storytale about frogs, until the story of flea. And do you know? That stories were repeated every night hahaha. Even though I have never complained about it, instead really enjoy it.  From that storytale I have learned so many things. I grow with that story affect and with that beautiful experiences. I would feel sad when one of the actors got supressions, or I became angry to someone else whose bad...

Menjadi Mompreneur? Ya iyalah!

Mompreneur. Keren ya kedengarannya? Yup, mompreneur ini istilah yang menggambarkan seorang ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah. Jadi maksudnya, si ibu bekerja tetapi juga mengurus semua kebutuhan rumah tangga. Dan itu dilakukan dari rumah saja, tidak perlu pergi pagi pulang petang.  Hmmm, membayangkannya saja sudah ribet apalagi menjalaninya. Ibu dengan tumpukan tanggung jawab harus bekerja di rumahnya. Apa ga bingung tuh memilah prioritas pengerjaan tugasnya? Lebih baik jangan dibayangkan deh, tetapi langsung dicoba saja. Dijamin seru. Dan lagi mompreneur ini sekarang memang lagi booming banget.  Mengapa begitu? Karena ada banyak hal yang membuat mompreneur menarik sekaligus menggiurkan untuk para ibu rumah tangga, termasuk saya. Apa saja sih alasan ibu rumah tangga memilih menjadi mompreneur? Berdasarkan pengalaman sendiri dan teman ternyata ada beberapa alasan mengapa memilih menjadi mompreneur. Apa sajakah itu?  Please check this out. 1. Keingina...