Langsung ke konten utama

Bukan Malaikat


Menjalani hari dengan berbagai rutinitas biasanya membuat orang lupa terhadap hak masing-masing bagian tubuhnya. Karena setiap detil tubuh itu tidak pernah berteriak, maka anggapan kita semua masih baik-baik saja. Mungkin rasa sakit dan letih baru menyadarkan otak kita bahwa tubuh kita juga perlu beristirahat.

Tetapi seringkali terlupa dan tidak terdengar keluhan dari bagian tubuh yang satu ini. Ya, bagian tubuh yang satu ini memang terkenal pendiam dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain. Dan bagian tubuh itu biasa kita panggil “hati”.

Seringkali kita tanpa sadar melupakan bahwa hati juga membutuhkan “me time-nya”. Berbagai macam aktivitas yang ditengarai disebabkan oleh semakin meningkatnya kebutuhan dan tanggungjawab membuat diri lupa mengistirahatkannya.

Alarm hati sebenarnya mungkin telah sering berbunyi, tetapi karena tekanan kesibukan hingga tidak terdengarlah oleh kita suara alarm hati tersebut. Bagaimana mungkin alarm yang berbunyi sampai tidak terdengar? Hmmm, alarm hati ini tidak berbunyi. Ya, karena justru alarm ini hadir tanpa bunyi.

“Hampa”, hanya itu yang disuarakan oleh hati saat ia membutuhkan waktunya untuk di-charge. Rasa hampa dalam dada yang biasanya membuat seseorang bingung harus bagaimana untuk mengisi kekosongan hatinya tersebut. Nah, saat itulah hati sedang butuh di-charge!

Kebalikan dari rasa hampa itu adalah perasaan tenang dan damai dalam hati. Terjadi gonjang-ganjing model apa pun tidak akan mempengaruhi ketenangannya. Hidup jadi penuh rasa syukur dan jauh dai keluh kesah.

Jika salah dalam mengobati hampa di hati bisa-bisa terjerumus dalam tindakan yang sia-sia atau mungkin malah lebih parah lagi: masuk ke kubangan dosa. Karena kita masih manusia dan belum berubah menjadi malaikat, maka bolak-balik dan naik turun ketenangan dalam hati bisa menyerang kapan saja.

Ya, karena kita bukan malaikat maka kita masih harus senantiasa menyempatkan diri untuk memberikan hak hati kita. Bukan dengan kesenangan dunia, karena itu hanya sesaat. Tetapi ketenangan yang hakiki adalah hasil dari kedekatan kita dengan Sang Pemilik hati. Semoga kita semua diberi kesempatan dan kekuatan untuk dapat memberikan hak bagi hati kita. Semoga J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

[EF#16] Sweet Memory from The Past

Hmmm get this challenge just turn back my memory about my grandmother. Yup, when I was a little girl, my grandmother often tell bedtime stories while for lice (there is no flea in my hair, but my grandmother always do it for me). Yes, I am so lucky that I had got that wonderful memories in my life. I am not sure, but my reading addict may be growing by that beautiful moments.  There were a lot of storytales that I have heard from my grandmother. Start from the legendary tale it is deer stealing cucumbers (Kancil Nyolong Timun), story about deer with crocodile, deer with tiger, storytale about frogs, until the story of flea. And do you know? That stories were repeated every night hahaha. Even though I have never complained about it, instead really enjoy it.  From that storytale I have learned so many things. I grow with that story affect and with that beautiful experiences. I would feel sad when one of the actors got supressions, or I became angry to someone else whose bad...