Langsung ke konten utama

Postingan

Membaikkan Waktu

‘’Time is what we want most and what we use worst.” –William Penn. Sebuah kalimat bijak yang sering muncul untuk mempertegas bahwa waktu yang sangat berharga itu seringkali malah kita sepelekan dalam penggunaannya. Jika kita mau merenungi, semua orang memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam setiap harinya. Tetapi tidak semua orang bisa tepat mempergunakan waktunya. Tentu kita sering mendengar banyak orang yang mengeluh “tidak mempunyai waktu” saat dihadapkan pada suatu kondisi. Bahkan kalimat itu yang akan sering kita dengar untuk sebuah pembenaran akan suatu kelalaian atau kesalahan atau hal-hal buruk lainnya yang menyangkut penggunaan waktu. Padahal kalau kita mau jujur tentang penggunaan waktu kita tentu kita akan malu sendiri karena sejatinya kita sendirilah yang tidak memanfaatkan waktu tersebut. Bukan salah waktu tetapi salah kita sendiri, karena toh waktu selalu sama dari dulu sampai sekarang, lalu mengapa ada yang masuk kategori tidak bermasalah dengan waktu dan ada yang selalu...

Belajar dari Orang Sukses

Menulis tentang kebiasaan orang-orang sukses. Siapa tahu kita juga akan ketularan sukses seperti mereka. Pagi yang produktif Pagi hari memang sangat menentukan bagaimana hari itu akan berjalan. Jika paginya semarawut maka kemungkinan banyak sekali hal-hal yang sukar dikendalikan di satu hari tersebut. Memulai hari dengan produktif itu antara lain dengan bangun pagi dan tidak menunda-nundanya karena dengan bangun pagi segera kita akan lebih awal memulai hari dan tidak kemrungsung. Bangun pagi mungkin sudah biasa dilakukan bagi umat Islam karena kewajiban di pagi hari yaitu Sholat Subuh. Dan tentu saja hal ini sedikit menguntungkan karena kita terbiasa untuk memulai hari sejak awal. Tetapi jangan tidur lagi setelah sholat subuh karena hal itu berarti sama saja waktu pagi kita terlewat sia-sia. Setelah sholat subuh terdapat banyak hal yang bisa dilakukan seperti membaca buku, mengaji, olah raga dan lain-lain. Kalau saya sebagai ibu rumah tangga waktu pagi digunakan untuk menyiapkan maka...

Sebuah Perjalanan Hidup

 “Teruskan sibukkan dirimu dalam kebaikan. Karena kalau kamu tidak disibukkan dalam kebaikan pasti akan disibukkan dalam keburukan.” –Gus Iqdam Nasihat yang selalu saya sukai. Sebagai orang yang mungkin menurut pandangan orang banyak saya tidak memiliki banyak arti di dunia ini, karena semuanya dihitung dengan perolehan materi, maka saya termasuk yang lega dan selalu menanti nasihat dan cara pikir seperti ini. Jika bukan karena ingin melakukan kebaikan saja agar waktu tidak beralih menjadi habis karena keburukan maka saya mungkin akan berakhir sebagai orang yang hidupnya benar-benar sia-sia. Dan sejauh ini saya sangat senang, setidaknya saya rencanakan hidup untuk menjalankan kebaikan. Kalaupun di tengah jalan ada banyak sekali kendala dan kemalasan maka saya tetap berharap hal itu tidak akan menjadi peneguh saya di kehabisan waktu untuk keburukan. Berjalan lebih dari 40 tahun dalam ketidakpastian dan akan begitu seterusnya karena memang beginilah sejatinya hidup, penuh dengan ke...

Siap Menjadi Dewasa?

 “Takut tambah dewasa… takut aku kecewa, takut tak semudah yang kukira….” Sebuah lirik yang sangat terkenal akhir-akhir ini. Seolah ingin menyampaikan bahwa menjadi dewasa itu tidak enak. Sebuah lirik yang sepertinya kurang lebih akan mempengaruhi cara berpikir setiap manusia yang pasti melewati fase itu. Fase seseorang harus menjadi dewasa. Entah menjadi dewasa karena dipaksa, dewasa karena jiwanya telah siap, atau seseorang yang terjebak dalam umur dewasa dan dia tetap tidak mau menjalani kodratnya. Yang terakhir ini biasanya disebut umurnya telah menua tetapi kedewasaannya tidak mengikuti usianya. Dan saya yang sudah memasuki usia dewasa ini semakin menyadari bahwa saya akhir-akhir ini semakin sering menghadapi hal-hal yang katanya hanya dihadapi oleh orang-orang dewasa. Berbagai masalah datang bertubi-tubi dan dari berbagai arah. Kalau tidak siap menjadi dewasa maka yang terjadi ya memang akan lebih banyak kecewanya dari pada menjalani setiap fase itu dengan seutuhnya. Menikm...

Banyak Gerak, Banyak Gagal?

  “Would you like me to give you a formula for success” It’s quite simple, really: Double your rate of failure. You are thinking of failure as the enemy of success. But it isn’t at all. You can be discouraged by failure or you can learn from it, so go ahead and make mistakes. Make all you can. Because remember, that’s where you will find success.” –Thomas J. Watson Pernah merasa gak dulu waktu kecil orang tua sering memarahi kalau kita melakukan kesalahan, baik karena disengaja ataupun tidak. Disadari atau tidak ternyata hal itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan keberanian seseorang untuk bergerak. Pasti diantara kita sering mendengar atau mengucapkan kepada anak-anak kita: “Jangan banyak tingkah, mbok yang anteng gitu lho.” “Dari tadi kok gak bisa diem, malu diliat orang.’’ Ternyata dampak dari kalimat-kalimat larangan yang sering dilontarkan kepada anaknya yang “banyak tingkah” sangat berpengaruh saat dewasa. Cap bahwa banyak gerak itu sering menimbulka...

Dunia Remaja

Sebagai ibu dengan dua anak laki-laki yang sudah mulai remaja, saya seringkali merasa gusar, selalu muncul kekhawatiran bahwa saya tidak bisa mengawal dua amanat yang dititipkan Tuhan ini. Untuk sedikit menambah pengetahuan saya tentang dunia anak-anak remaja sekarang maka saya sering membaca atau menyimak hal-hal yang ada kaitannya dengan remaja. Saya mencoba meringkas beberapa hal yang menjadi tantangan anak remaja di jaman teknologi digital ini. Beberapa masalah yang dialami remaja sekarang ini yaitu : Pertemanan yang toksik Pertemanan yang toksik ini tidak hanya baru muncul sekarang, sejak jaman dulu juga sudah ada tipe-tipe teman yang seperti ini. Entah apa maksudnya dengan menjadi teman yang toksik tetapi sungguh keberadaannya sangat menjengkelkan dan menakutkan bagi remaja lain seusianya. Jika tidak mempunyai kepercayaan diri yang cukup rasanya sangat sulit keluar dari pertemanan toksik ini. Jadi kuncinya adalah percaya diri dengan cita-cita sendiri dan mampu memperjuangka...

Memperkuat Usaha dengan Doa

 “ Only I can change my life. No one can do it for me.” —Carol Burnett Pernah suatu hari seorang anak laki-laki remaja seperti sedang asyik bercakap dengan ibunya. Sebuah obrolan ringan tentang kabar hari ini dan rencana esok hari. Lalu dengan suara datar anak laki-laki itu bertanya, ‘’Memang pemimpin yang baik itu ada ya Mi ? ‘’ Pertanyaan yang meluncur itu tidak membuat ibunya kaget, anak sulungnya memang kadang suka berpikir kritis. ‘’Nabi Muhammad SAW pemimpin yang sangat baik lho.’’ ‘’Yang sekarang ini maksudku.’’ Anak itu memperjelas pertanyaannya. Ibunya tidak yakin akan menjawab apa. Karena dia sendiri tidak tahu pasti apakah pemimpin yang baik itu masih ada sekarang ini. Sepertinya masih ada tapi karena tidak bisa menyebutkan nama dengan pasti maka jawabannya ia ganti. ‘’Kalau memang pemimpin yang baik itu sekarang tidak ada lagi, maka tugasmu adalah menajdikan pemimpin yang baik itu ada.’’ Jawaban singkat dan tidak berani menambah kalimat penjelas karena...