Langsung ke konten utama

Perjalanan Menuju Kebahagiaan


Dulu ketika saya masih remaja, saya mempunyai mimpi bahwa saat dewasa nanti saya ingin menjadi wanita karier. Pokoknya menjadi wanita yang bekerja di kantor, yang berangkat pagi pulang petang. Pagi-pagi sudah wangi, cantik dan keren. Memakai pakaian kerja setiap hari. Dan tentunya mempunyai penghasilan “lumayan”. Kala itu sepertinya saya lupa, bahwa impian terpendam saya yang lainnya adalah mempunyai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Menjadi ibu yang mendampingi dan menjadi saksi proses perjalanan hidup anak-anak saya.

Hingga beranjak dewasa lha kok usaha yang saya lakukan tanpa saya sengaja lebih condong mengarah mimpi saya yang kedua. Saya lebih tertarik dengan kegiatan-kegiatan untuk mempersiapkan peran saya sebagai seorang istri dan ibu, dari pada kegiatan yang menuntun saya menjadi wanita karier. Hingga waktu mempertemukan saya dengan bapaknya anak-anak. Jadilah impian saya yang kedua lebih cepat terwujud dari pada mimpi lainnya.

Tak berapa lama, lahirlah anak-anak melengkapi rajutan mimpi saya. Perjalanan hidup saya menjadi lebih semarak, dan mimpi saya yang pertama semakin tertinggal di belakang. Tertutup oleh canda, tawa, rengekan, tangisan dan hiruk pikuk keseharian saya sebagai istri dan ibu. Tak terlalu banyak penyesalan, selain perasaan “berhutang” pada orang tua.

Kedua orang tua saya beranggapan, anak yang mereka sekolahkan haruslah menjadi wanita mandiri yaitu wanita karier. Berbagai upaya saya lakukan untuk dapat memberi pengertian pada mereka. Bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja, bukan berarti tidak membutuhkan kepintaran dan kecerdasan. Saya harus sering mengulang-ulang perkataan bahwa inilah tanggung jawab saya sekarang. Hingga lambat laun, mereka mulai bisa memahami keinginan dan cara bersikap saya.

Terima kasih untuk pengertian kalian. Putri kecil kalian ini telah dewasa dan tidak ingin mengecewakan kalian, dia hanya sedang mewujudkan mimpi-mimpinya dengan caranya. Semoga kalian merestui.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

[EF#16] Sweet Memory from The Past

Hmmm get this challenge just turn back my memory about my grandmother. Yup, when I was a little girl, my grandmother often tell bedtime stories while for lice (there is no flea in my hair, but my grandmother always do it for me). Yes, I am so lucky that I had got that wonderful memories in my life. I am not sure, but my reading addict may be growing by that beautiful moments.  There were a lot of storytales that I have heard from my grandmother. Start from the legendary tale it is deer stealing cucumbers (Kancil Nyolong Timun), story about deer with crocodile, deer with tiger, storytale about frogs, until the story of flea. And do you know? That stories were repeated every night hahaha. Even though I have never complained about it, instead really enjoy it.  From that storytale I have learned so many things. I grow with that story affect and with that beautiful experiences. I would feel sad when one of the actors got supressions, or I became angry to someone else whose bad...