Langsung ke konten utama

Mengatasi Malas

Akhir-akhir ini malah males … , padahal banyak kerjaan dan tanggung jawab serta target yang tentunya harus diselesaikan. Nah lho, tapi kok malah bawaannya santai … ga mau ngelirik tumpukan tugas itu. Merenung (lebih tepatnya ngelamun…) tentang apa yang sedang terjadi dengan diri ini? Mengapa disaat banyak yang harus dikerjakan kok malah semangat ngedrop gilak … !
Karena pingin keluar dari zona malas itu, saya coba-coba tarik akar permasalahannya. Mengapa tubuh dan pikiran seolah tidak mau bekerjasama untuk menyelesaikan rentetan tugas yang sudah semakin menumpuk. Hmmm … ternyata banyak hal yang menyebabkan seseorang menjadi malas atau kehilangan semangat untuk beraktivitas.
Dari beberapa sumber terdapat beberapa penyebab menghilangnya semangat dalam diri yaitu:

Lelah atau kurang istirahat
Stamina menurun
Ada gejala sakit
Factor usia atau fisik
Ada masalah


Meskipun begitu, ada kok solusi untuk permasalahan yang kita hadapi seperti telah disebutkan diatas. Berbagai penyebab menurunnya semangat itu dapat diatasi dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

Istirahat yang cukup dan jangan bergadang jika memang tidak ada perlunya … (hehehe…pas banget kan dengan lagunya bang Haji)
Makan makanan yang bergizi dan cukup dalam berolahraga. Tepiskan rasa malas saat akan menggerakkan tubuh untuk berolahraga
Segera berobat untuk mengurangi gejala sakit yang dapat mempengaruhi stamina dan semangat
Segera selesaikan masalah-masalah yang mengganggu pikiran kita. Satu per satu masalah diselesaikan dan jangan menganggap masalah sebagai beban tetapi anggap sebagai tantangan yang harus segera diselesaikan.


Apapun penyebab menurunnya semangat, maka secara umum bisa diatasi dengan beberapa hal sebagai berikut:

Segera selesaikan permasalahan yang dihadapi secara bertahap. Dan jangan melarikan diri dari masalah karena hal itu tidak akan menyelesaikan masalah justru semakin menambah masalah baru
Paksakan diri untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan
Jadikan rasa terpaksa sebagai suatu kebiasaan
Jadikan kebiasaan sebagai motivasi
Jadikan motivasi untuk mendisiplinkan diri


Jadi kata kuncinya adalah memaksa diri untuk menjadi disiplin. Semoga tulisan ini dapat membantu menghilangkan rasa malas dari dalam diri.


Sumber: https://psikologi2009.wordpress.com/2012/02/01/psikologi-bagaimana-cara-mengatasi-semangat-yang-menurun/

Komentar

  1. Bener, Mbak.. Memang harus menjadi orang yang disiplin dan konsisten ya.. :D

    BalasHapus
  2. Yup betull, makasih banyak udah mampir :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

Bijak Berkendara. Bisa kan?

Beberapa hari lalu kota Jogja geger oleh kasus Moge. Hmmm... kalau dibilang tidak terganggu dengan seliweran para geng motor itu memang bohong. Tidak mungkin masyarakat rela mempersilakan orang-orang yang merasa dapat membeli dunia itu untuk melanggar hak mereka.  Sebelum kisah moge itu menggemparkan dunia nyata dan dunia maya, ada juga geng motor lain yaitu rombongan motor King, dan sebelumnya lagi ada rombongan motor CB yang tak kalah membuat geregetan. Mereka memadati seluruh jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan yang lain.  Saya yang juga tinggal di Jogja sebenarnya sudah sering menemui banyak geng motor menunjukkan aksinya, yang menurut saya tidak banyak memberikan manfaat itu. Justru banyak korban dalam even tersebut. Korbannya tidak hanya dari para peserta touring, tetapi juga pengguna jalan bahkan pejalan kaki harus ikut terkena dampak buruknya. See... mengapa kami menjadi galak? Ya karena nyawa kami terancam, bukan sekedar terganggu. Saya tidak a...