Langsung ke konten utama

Obrolan Meja Makan

Melanjutkan cerita tentang Mumun yang sedang memperjuangkan perkataan cinta dari suaminya.

Pagi ini Mumun dan Maman sedang sarapan bersama. Kebetulan hari ini mereka sarapan tanpa anak-anak. Karena anak-anak sudah berangkat sekolah. Mumun yang memang senang caper (cari perhatian) dan sedikit menthel (centil) senantiasa mencuri-curi kesempatan untuk bermanja-manja dengan suaminya. Dan pagi itu sepasang suami istri itu makan bersama sambil tentunya ngobrol santai.

"Pah, Mamah pernah dengar nanti kalau kita sudah meninggal, jika kita tinggal di surga maka istri akan ditemani oleh suaminya yang terakhir.  Maksudnya laki-laki yang terakhir menjadi suami itulah yang akan menemani sang istri di surga." Mumun berusaha menjelaskan.*entah dapat ilmu dari mana Si Mumun* Tapi yang jelas Mumun bercerita dengan semangat.

"Kalau begitu Mamah tidak akan menikah lagi jikalau Papah meninggal duluan. Supaya kalau Mamah udah meninggal dan boleh tinggal di surga Mamah dapat ketemu Papah lagi." Lanjut Mumun sambil senyum-senyum ga jelas.

Maman yang dari tadi asyik menikmati sayur bayam kesukaannya, langsung menoleh ke istrinya,

"Yah Mamah ..., kalau Papah di surga Papah pasti sudah ditemani bidadari-bidadari bermata jeli. Kalau udah gitu ngapain Papah musti nyari Mamah." Kata suaminya dengan muka tengil.

Mak jleb! Jawaban yang tak disangka keluar dari mulut suaminya, Meski Mumun tahu persis bahwa suaminya adalah tipe laki-laki yang gengsi setengah mati, tetapi Mumun tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu. Mumun tentu saja jadi keki. Harapannya untuk dapat kata-kata cinta dari suaminya, atau minimal gombalan lah, ternyata berujung perasaan yang ga enak. Rasanya seperti ABG yang baru saja menyatakan cinta pada pujaan hatinya lalu mendapatkan penolakan. 

Ya ampuun ... Mumun yang dulu menolak para pemujanya, sekarang justru mengalami hal yang sama. "Apakah ini yang disebut karma? " Rintih Mumun dalam hati.

Tapi bukan Mumun namanya, kalau lantas ngambek atau marah-marah kepada suaminya, Mumun justru menanggapi ocehan suaminya tersebut dengan gelak tawa. Padahal sebenarnya Mumun tak tahu apa yang membuatnya tertawa. Dan obrolan pagi itu tetap berakhir dengan penantian bagi Mumun.

Kasihan Si Mumun ... . Yang sabar ya Munnn ..., jangan patah semangat untuk mendapatkan ucapan cinta dari Maman. Semangat!!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

[EF#16] Sweet Memory from The Past

Hmmm get this challenge just turn back my memory about my grandmother. Yup, when I was a little girl, my grandmother often tell bedtime stories while for lice (there is no flea in my hair, but my grandmother always do it for me). Yes, I am so lucky that I had got that wonderful memories in my life. I am not sure, but my reading addict may be growing by that beautiful moments.  There were a lot of storytales that I have heard from my grandmother. Start from the legendary tale it is deer stealing cucumbers (Kancil Nyolong Timun), story about deer with crocodile, deer with tiger, storytale about frogs, until the story of flea. And do you know? That stories were repeated every night hahaha. Even though I have never complained about it, instead really enjoy it.  From that storytale I have learned so many things. I grow with that story affect and with that beautiful experiences. I would feel sad when one of the actors got supressions, or I became angry to someone else whose bad...

Menjadi Mompreneur? Ya iyalah!

Mompreneur. Keren ya kedengarannya? Yup, mompreneur ini istilah yang menggambarkan seorang ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah. Jadi maksudnya, si ibu bekerja tetapi juga mengurus semua kebutuhan rumah tangga. Dan itu dilakukan dari rumah saja, tidak perlu pergi pagi pulang petang.  Hmmm, membayangkannya saja sudah ribet apalagi menjalaninya. Ibu dengan tumpukan tanggung jawab harus bekerja di rumahnya. Apa ga bingung tuh memilah prioritas pengerjaan tugasnya? Lebih baik jangan dibayangkan deh, tetapi langsung dicoba saja. Dijamin seru. Dan lagi mompreneur ini sekarang memang lagi booming banget.  Mengapa begitu? Karena ada banyak hal yang membuat mompreneur menarik sekaligus menggiurkan untuk para ibu rumah tangga, termasuk saya. Apa saja sih alasan ibu rumah tangga memilih menjadi mompreneur? Berdasarkan pengalaman sendiri dan teman ternyata ada beberapa alasan mengapa memilih menjadi mompreneur. Apa sajakah itu?  Please check this out. 1. Keingina...