Langsung ke konten utama

Pasangan Berkhianat?

Pernah punya pengalaman serupa, atau mungkin mendengar curhatan saudara atau teman? Geregetan, marah, ingin memaki para pengkhianat cinta, semacam itulah efek buruknya bagi saya jika membicarakan isu populer tersebut. Hingga akhirnya lebih sering memunculkan perbuatan-perbuatan yang justru memalukan jika tidak dikendalikan. Dan menulis menjadi salah satu terapi untuk mengendalikan kemarahan ^_^.

Si pelaku terlihat menjijikkan dan bagian penderita tampak menyedihkan. Lalu saya? Apa yang bisa saya lakukan? Mendengarkan, dan sesekali melontarkan kata-kata "sabar". Klise. 

Bagaimana menyikapi dan menghadapi para pengkhianat cinta yang tanpa ampun mencabik-cabik harga diri pasangan sahnya?  Cih...memangnya mereka siapa? #pasang muka sinis. 

Melelahkan dan akan mengganggu produktivitas jika kita kalah dalam menghadapi persoalan selingkuh diselingkuhi. Sudah diselingkuhi, ditambah merasa sedih dan terpuruk karena diselingkuhi? Rugii besar lah!

Saya ingin menyikapi kondisi tersebut dengan cara berbeda yang semoga lebih menenangkan. Coba kita tenangkan hati dan mencerna yang terjadi.

Saat pasangan berselingkuh siapakah yang berbuat kejahatan? Diri kita atau mereka? 

Ketika mereka dengan tanpa malu, menuruti hawa nafsu bejat. Siapakah yang sedang gila? Kita atau mereka?

Meninggalkan pasangan sahnya dan membela mati-matian bahkan rela bersama berdua meski di neraka. Siapakah yang akan merasakan akibatnya? 

Mereka! Iya, hanya mereka. Jadi, kita tidak perlu ikut-ikutan "gila" hanya karena berada di posisi sebagai seolah-olah pelengkap penderita. Seolah-olah? Yup, seseorang yang kebagian peran diselingkuhi terlihat menyedihkan dan semakin menyedikan jika korban perselingkuhan itu menampakkan demikian. Sedih, terpuruk, emosi tak stabil semakin menghalalkan anggapan bahwa diselingkuhi itu suatu penderitaan. Heyyy..? Itu salah besar!

Sebetulnya merekalah yang menderita. Menderita oleh kebahagiaan semu, menderita oleh kewalahan mengelola nafsu. Dan, percayalah. Pasangan selingkuh yang dengan keji meninggalkan pasangan sahnya, tentu akan mudah meninggalkan pasangan selingkuhnya untuk mencari yang lain. Menjadi semacam lingkaran setan tak berkesudahan. Apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai. 

Asiyah istri Firaun adalah wanita mulia, tidak berkurang kemuliaan dan ketaatannya meskipun bersuami durjana. Nabi Luth as, tidak berubah atau turun pangkat kenabiannya, padahal mempunyai istri pembangkang dan pengkhianat. Karena mereka yakin bahwa Tuhan mereka menjanjikan kebahagiaan lebih bagi yang setia pada kebenaran dan kebaikan. Dan mereka bahagia. Jadi, siapapun pasangan kita, minumnya eh kebahagiaan ada dalam kendali kita sepenuhnya. 

Berani coba? ^_^ Caranya keep the spirit of taat. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

[EF#16] Sweet Memory from The Past

Hmmm get this challenge just turn back my memory about my grandmother. Yup, when I was a little girl, my grandmother often tell bedtime stories while for lice (there is no flea in my hair, but my grandmother always do it for me). Yes, I am so lucky that I had got that wonderful memories in my life. I am not sure, but my reading addict may be growing by that beautiful moments.  There were a lot of storytales that I have heard from my grandmother. Start from the legendary tale it is deer stealing cucumbers (Kancil Nyolong Timun), story about deer with crocodile, deer with tiger, storytale about frogs, until the story of flea. And do you know? That stories were repeated every night hahaha. Even though I have never complained about it, instead really enjoy it.  From that storytale I have learned so many things. I grow with that story affect and with that beautiful experiences. I would feel sad when one of the actors got supressions, or I became angry to someone else whose bad...