Langsung ke konten utama

PENGENAAN PAJAK ATAS PENGELOLAAN DANA DARI APBN DAN ATAU APBD


Tulisan ini saya buat untuk catatan saya pribadi sih sebenarnya. Sukur-sukur kalau bermanfaat juga untuk teman blogger yang lain. Karena saya sering bingung saat mengurus pajak dan tiba-tiba membutuhkan catatan mengenai pajak. 

PENGENAAN PAJAK ATAS PENGELOLAAN DANA DARI APBN DAN ATAU APBD

1. BELANJA PEGAWAI
        A. Penghasilan rutin (Gaji)

  • Penghasilan Netto disetahunkan-PTKP dikalikan tarif PPh Pasal 17 KUP
  • Batas PTKP minimum untuk diri WP Rp. 1.320.000,- per bulan atau Rp. 15.840.000,- per tahun
  • Kode MAP/KJS 411121/100 SSP atas nama Bendahara
  • Disetor paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya
  • Dilaporkan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya
        B. Penghasilan Non Rutin (Honor)
            1. PNS
  • Golongan III a ke atas dipotong PPh pasal 21 final 15 % (golongan II d ke bawah dikecualikan dari pemotongan) 
  • Kode MAP/KJS 411121/402 SSP atas nama Bendahara
  • Disetor paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya
  • Dilaporkan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya
            2. Non PNS
  • Dipotong PPh pasal 21 sebesar tarif Pasal 17 KUP (5 % bagi yang ber-NPWP dan 6 % bagi yang non-NPWP) 
  • Kode MAP/KJS 411121/100 SSP atas nama Bendahara
  • Disetor paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya
  • Dilaporkan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya 
2. BELANJA BARANG
   A. PPh Pasal 22

  • batasan belanja lebih dari Rp 2.000.000,- (PMK No-154/2010) khusus untuk bendahara BOS dikecualikan dari pemungutan PPh Pasal 22
  • tarif 1.5 % x harga (tidak termasuk PPN) jika non NPWP 3 %
  • kode MAP/KJS 411122/900 SSP atas nama Rekanan
  • Disetor paling lambat pada hari yang sama saat pembayaran
  • Dilaporkan paling lambat tanggal 14 bulan berikutnya

   B. PPN

  • batasan belanja lebih dari Rp. 1.000.000,- 
  • tarif 10% x harga (tidak termasuk PPN)  
  • Kode MAP/JKS 411211/900 SSP atas nama Rekanan
  • Disetor paling lambat tanggal 7 bulan berikutnya
  • Dilaporkan paling lambat tanggal 14 bulan berikutnya

3. BELANJA JASA
    A. Balanja Jasa selain Konstruksi
        1. PPh Pasal 23

  • Tarif 2% x harga (tidak termasuk PPN) jika non-NPWP 4%
  • Kode MAP/JKS 411124/104 SSP atas nama Bendahara
  • Disetor paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya
  • Dilaporkan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya

        2. PPN

  • Jika di atas Rp. 1.000.000,- dipungut PPN 10% x harga (tidak termasuk PPN)
  • Kode MAP/KJS 411211/900 SSP atas namanya Rekanan
  • Disetor paling lambat tanggal 7 bulan berikutnya
  • Dilaporkan paling lambat tanggal 14 bulan berikutnya

    B. Belanja Jasa Konstruksi
        1. PPh Pasal 4 ayat 2

  • Pelaksana konstruksi:
         2 % x harga (tidak termasuk PPN) jika klasifikasi kecil
         3 % x harga (tidak termasuk PPN) jika klasifikasi menengah ke atas
         4 % x harga (tidak termasuk PPN) jika tidak memiliki klasifikasi
  • Perencanaan dan Pengawasan
         4 % x harga (tidak termasuk PPN) jika memiliki klasifikasi
         6 % x harga (tidak termasuk PPN) jika tidak memiliki klasifikasi
  • Kode MAP/KJS 411128/409 SSP atas nama Bendahara
  • Disetor paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya
  • Dilaporkan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya

        2. PPN

  • Jika di atas Rp. 1.000.000,- dipungut PPN 10% x harga (tidak termasuk PPN)
  • Kode MAP/KJS 411211/900 SSP atas nama Rekanan
  • Disetor paling lambat tanggal 7 bulan berikutnya
  • Dilaporkan paling lambat tanggal 14 bulan berikutnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

Nikah Yuk!

Ngomongin tentang nikah itu sering menimbulkan rasa sensitif dalam hati, terutama di dalam hati jomblowan dan jomblowati. Dan dulu, duluuuuu sekali ketika saya masih sebagai gadis imut yang tentu masih jomblo, saya sering merasa mupeng *agak ke iri sih sebenarnya hahaha ... *, jika ada teman seumuran yang udah nikah. Rasanya kok ajib aja gitu, masih muda tapi sudah ada yang punya, halal pula hehehe ... Karena penasaran dengan apa dan bagaimana persiapan menuju pernikahan yang barokah, maka ketika kuliah dan ada seminar pra nikah saya pun ikut serta hehehehe... Dan hasilnya saya semakin ingin menikah muda hahaha... Nah lo, kenapa? Iya, karena di seminar yang disampaikan oleh Mohammad Fauzil Adzim itu, membagi cerita tentang berbagai pernikahan muda yang tetap penuh prestasi. Oke banget kan? Contohnya ga usah jauh-jauh, Bapak yang nulis buku best seller Kupinang Engkau dengan Hamdalah ini adalah salah satu contoh bukti bahwa pernikahan di usia muda tidak akan memberi dampak buruk ba...

Bijak Berkendara. Bisa kan?

Beberapa hari lalu kota Jogja geger oleh kasus Moge. Hmmm... kalau dibilang tidak terganggu dengan seliweran para geng motor itu memang bohong. Tidak mungkin masyarakat rela mempersilakan orang-orang yang merasa dapat membeli dunia itu untuk melanggar hak mereka.  Sebelum kisah moge itu menggemparkan dunia nyata dan dunia maya, ada juga geng motor lain yaitu rombongan motor King, dan sebelumnya lagi ada rombongan motor CB yang tak kalah membuat geregetan. Mereka memadati seluruh jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan yang lain.  Saya yang juga tinggal di Jogja sebenarnya sudah sering menemui banyak geng motor menunjukkan aksinya, yang menurut saya tidak banyak memberikan manfaat itu. Justru banyak korban dalam even tersebut. Korbannya tidak hanya dari para peserta touring, tetapi juga pengguna jalan bahkan pejalan kaki harus ikut terkena dampak buruknya. See... mengapa kami menjadi galak? Ya karena nyawa kami terancam, bukan sekedar terganggu. Saya tidak a...