Langsung ke konten utama

WORKSHOP PENULISAN OPINI

WORKSHOP PENULISAN OPINI

Tanggal : 02 MARET 2012
Pemateri : Bp. Philipus Parera

Belum lama ini saya mengikuti sebuah workshop tentang pelatihan menulis di surat kabar, berikut saya sampaikan informasi yang saya terima dalam workshop tersebut. Silakan menyimak...


TIPS MENULIS OPINI

Menulis adalah aktivitas yang membutuhkan motivasi yang tinggi. Motivasi ini diperlukan supaya kegiatan menulis kita dapat konsisten dan menghasilkan tulisan yang baik.

Ada banyak macam menulis di surat kabar, yaitu menulis di kolom Surat Pembaca, menulus berita, opini dan sebagainya. Dalam kesempatan ini saya akan lebih membahas tentang menulis opini di surat kabar.

Sifat-sifat opnini dalam surat kabar :
  1. Berorientasi pada berita/ peristiwa
  2. Gagasan Lepas, yaitu tidak tergantung pada berita / peristiwa, dalam hal ini penulis hanya ingin menyampaikan gagasannya.
  3. Informatif, yaitu meyampaikan data atau temuan baru
Berikut disampaikan kriteria tulisan yang bisa masuk / lolos seleksi  di suatu media cetak :
  1. Tema, harus menarik, relevan, serta apakah masih tepat muncul sekarang atau sudah lewat
  2. Gagasan harus orisinil, serta saran atau kesimpulan yang diajukan oleh penulis masuk akal apa tidak?
  3. Penulisan , harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, alur penulisan harus lancar, enak dibaca, serta jumlah kata antara 600 sd 1500 kata (tergantung dari media cetak yang dituju) 

Disamping hal-hal tersebut diatas yang menjadi indikator sebuah tulisan dimuat atau tidak, berikut akan saya sampaikan hal- hal yang akan membuat sebuah opini dipilih terlebih dulu untuk dibaca oleh auditor

Tiga hal yang membuat sebuah tulisan dibaca terlebih dulu oleh auditor dari pada tulisan yang lan :

  1. Nama penulis
  2. Gelar akademik dan organisasi tempat penulis bernaung
  3. Surat Pengantar ( surat pengantar ini biasanya disertakan oleh penulis setiap mengirimkan tulisan ke suatu media massa), buatlah surat pengantar yang semenarik mungkin, dan dapat menjelaskan poin penting dalam tulisan kita)
Akan tetapi untuk penulis pemula tidak perlu berkecil hati. Masih ada celah bagi penulis pemula untuk dapat mencuri perhatian auditor. Berikut rahasianya:
  1. Judul, harus lugas dan dapat memberitahu hal-hal yang akan disampaikan dalam tulisan. Usahakan judul menggunakan kalimat aktif
  2. Paragraf pertama. Paragraf pertama sangat menentukan apakah tulisan kita layak diperhitungkan atau tidak. Tulis informasi yang penting dan menarik di paragraf pertama, dan jangan memulai paragraf pertama dengan latar belakang masalah.
  3. Paragraf terakhir. Disamping paragraf pertama, paragraf terakhir juga mempunyai peran yang penting. dalam paragraf terakhir auditor akan melihat apakah ada sebuah penutup yang mantap dari tulisan kita.
Tips dan triks :
  • Tulisan harus mengalir/ tidak kaku, maksudnya yaitu antar kalimat dan antar paragraf harus ada pengaitnya.
  • Jangan terlalu banyak mengutip, dan jangan terlalu bertele-tele dengan teori
  • Lebih menarik kalo ada paradoks, argumen, humor, data dan contoh-contoh
  • Buat tulisan yang bahasanya sederhana dan segar
  • Buat kalimat yang tidak terlalu panjang, kalimat aktif dan berirama (ada kejutan-kejutan diantara kalimat, sehingga pembaca tetap bisa tertarik membaca tulisan kita,termasuk pemberian paradoks, humor dsb)
  • Penggunaan tanda baca yang baik
  • Tulisan harus kreatif
  • Jangan pernah segan untuk meminta pendapat teman terhadap tulisan kita (Peer Review), sebelum kita mengirimkan tulisan kita tersebut ke media cetak
Jadi agar kita lebih mudah menulis, kita tingkatkan dulu kuantitas membaca kita, karena semakin banyak jumlah bacaan kita, semakin banyak pula ide muncul di kepala kita. Selain itu mulai sekarang kita tingkatkan lagi ketertarikan kita untuk menyaksikan dan membaca  berita. Semakin banyak informasi kita terima, semakin banyak pula bahan untuk kita berbagi dengan sesama. 

Oke itu tadi hasil workshop sehari saya mengenai penulisan khususnya penulisan opini di surat kabar. Semoga bermanfaat.....




Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EF#13] Badminton or Aerobic?

What kind of sport do I prefer to stay healthy? Hmmm … it’s interesting. BEC always make me smile when I read their challenges every weeks. The challenges burn my mind and refreshing my day. Yeay! Ok it’s enough making BEC 's team blushing hehehe. Back to the topic, actually I like sport eventhough I am not discipline enough in it *errrr … somebody please help me out of that undisciplined manner. It’s mean sometimes yes sometimes, I do sport and enjoy that activities. There are few kind of sport that I rarely do together with my family, like bicycling around the village enjoying the sunrise moment or sometimes I prefer playing badminton with my sons and the other times I choose to do aerobic. Which one that I like among them? Hmmm that's all interesting and make my day. But actually I like aerobic better than others hehehe. Why? Oh yes, because aerobic can make me moving and relaxing of course. The music that escort until the aerobic is so relaxing. Slow music and...

[EF#16] Sweet Memory from The Past

Hmmm get this challenge just turn back my memory about my grandmother. Yup, when I was a little girl, my grandmother often tell bedtime stories while for lice (there is no flea in my hair, but my grandmother always do it for me). Yes, I am so lucky that I had got that wonderful memories in my life. I am not sure, but my reading addict may be growing by that beautiful moments.  There were a lot of storytales that I have heard from my grandmother. Start from the legendary tale it is deer stealing cucumbers (Kancil Nyolong Timun), story about deer with crocodile, deer with tiger, storytale about frogs, until the story of flea. And do you know? That stories were repeated every night hahaha. Even though I have never complained about it, instead really enjoy it.  From that storytale I have learned so many things. I grow with that story affect and with that beautiful experiences. I would feel sad when one of the actors got supressions, or I became angry to someone else whose bad...

Menjadi Mompreneur? Ya iyalah!

Mompreneur. Keren ya kedengarannya? Yup, mompreneur ini istilah yang menggambarkan seorang ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah. Jadi maksudnya, si ibu bekerja tetapi juga mengurus semua kebutuhan rumah tangga. Dan itu dilakukan dari rumah saja, tidak perlu pergi pagi pulang petang.  Hmmm, membayangkannya saja sudah ribet apalagi menjalaninya. Ibu dengan tumpukan tanggung jawab harus bekerja di rumahnya. Apa ga bingung tuh memilah prioritas pengerjaan tugasnya? Lebih baik jangan dibayangkan deh, tetapi langsung dicoba saja. Dijamin seru. Dan lagi mompreneur ini sekarang memang lagi booming banget.  Mengapa begitu? Karena ada banyak hal yang membuat mompreneur menarik sekaligus menggiurkan untuk para ibu rumah tangga, termasuk saya. Apa saja sih alasan ibu rumah tangga memilih menjadi mompreneur? Berdasarkan pengalaman sendiri dan teman ternyata ada beberapa alasan mengapa memilih menjadi mompreneur. Apa sajakah itu?  Please check this out. 1. Keingina...